Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pendistribusian Bansos Beras dan Minyak Goreng Diperpanjang Sampai Juni 2026, KPM Pantau Terus Penyaluran di Daerah Masing-Masing

Khairunnisa RB • Selasa, 26 Mei 2026 | 20:18 WIB
 KPM mengambil bansos beras 10 kg. (Foto: srimulyo-bantul.desa.id)
KPM mengambil bansos beras 10 kg. (Foto: srimulyo-bantul.desa.id)

RADAR BOGOR - Kabar penting kembali datang bagi masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) pangan di seluruh Indonesia.

Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, Pemerintah dikabarkan memperpanjang masa penyaluran bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter hingga Juni 2026.

Keputusan ini menjadi angin segar bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) bansos yang sampai akhir Mei masih belum menerima bantuan mereka.

Baca Juga: Ribuan Jamaah Diprediksi Padati Kebun Raya Bogor untuk Salat Idul Adha 1447 Hijriah

Pemerintah memastikan proses distribusi tetap berjalan dan bantuan akan terus disalurkan sampai seluruh penerima memperoleh haknya.

Perpanjangan penyaluran tersebut diumumkan oleh Badan Pangan Nasional setelah rapat koordinasi teknis bersama kementerian terkait.

Pemerintah menilai distribusi bantuan pangan masih perlu dilanjutkan karena realisasi penyaluran di sejumlah daerah belum maksimal.

Baca Juga: FIFGROUP Edukasi 85 Siswa SMK di Bojonggede Bogor, Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Langkah ini dilakukan agar tidak ada masyarakat penerima yang tertinggal.

Pemerintah ingin memastikan seluruh bantuan alokasi Februari–Maret 2026 benar-benar diterima masyarakat secara merata.

Oleh karena itulah tenggat penyaluran diperpanjang sampai Juni mendatang.

Meski demikian, pemerintah memberikan penjelasan penting agar masyarakat tidak salah informasi.

Baca Juga: KPM Baru Sudah Masuk Jadi Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Mei 2026, Status SI dan PIP Ikut Cair Bertahap

Bantuan yang diperpanjang bukan bantuan tambahan baru, melainkan lanjutan distribusi bagi penerima yang sebelumnya belum menerima bantuan sama sekali.

Artinya, keluarga yang sudah mendapatkan bantuan beras dan minyak goreng pada masa Ramadhan atau sebelum Ramadhan kemungkinan besar tidak akan menerima penyaluran ulang di bulan Juni.

Program bantuan pangan ini juga memiliki tujuan besar lainnya, yaitu menjaga kestabilan harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Bobot Lebih dari 1 Ton, Romi Sapi Kurban Presiden Prabowo Siap Disembelih di Kayumanis Bogor

Pemerintah menilai distribusi bantuan dapat membantu menekan lonjakan harga beras dan minyak goreng di pasaran.

Langkah tersebut dianggap sangat penting karena realisasi distribusi minyak goreng hingga Mei 2026 masih berada di angka sekitar 34 persen.

Dalam program ini, total minyak goreng yang akan disalurkan mencapai sekitar 132,9 ribu kiloliter.

Jika distribusi dipercepat pada Mei hingga Juni, maka harga minyak goreng di tingkat konsumen akan lebih stabil.

Baca Juga: OLXmobbi Resmi Hadir di Bogor, Tawarkan Ribuan Mobil Bekas Berkualitas

Pemerintah juga terus memperkuat distribusi Minyakita ke pasar-pasar rakyat agar masyarakat tetap bisa memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau.

Sebab hingga kini harga rata-rata Minyakita secara nasional masih sedikit berada di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

Data terbaru menunjukkan bahwa hingga 20 Mei 2026, bantuan minyak goreng sudah tersalurkan sebanyak 46,2 ribu kiloliter kepada sekitar 11,5 juta KPM.

Namun masih ada sekitar 86,8 ribu kiloliter lagi yang harus segera disalurkan sebelum pertengahan tahun.

Baca Juga: SPMB 2026 Kota Bogor Segera Dibuka, Berikut Jadwal dan Kuota untuk Tingkat SD dan SMP

Sementara itu, bantuan pangan berupa beras juga terus berjalan secara bertahap.

Hingga 21 Mei 2026, realisasi penyaluran beras tercatat telah mencapai 248,4 ribu ton.

Pemerintah memastikan stok cadangan pangan nasional masih dalam kondisi aman.

Dengan adanya bantuan pangan tersebut, pemerintah berharap beban pengeluaran masyarakat dapat berkurang.

Bantuan minyak goreng 4 liter untuk setiap keluarga penerima dinilai sangat membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terutama di tengah kondisi harga pangan yang masih fluktuatif.

Baca Juga: Penyaluran Hewan Kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Bogor, Ketua DPRD: Wujud Nyata Kepedulian kepada Masyarakat

Bagi masyarakat yang hingga kini belum menerima bantuan, pemerintah meminta agar tetap memantau informasi penyaluran di wilayah masing-masing selama bulan Juni 2026.

Proses distribusi disebut masih berlangsung dan akan terus dikebut hingga seluruh bantuan tersalurkan secara maksimal.***

Editor : Asep Suhendar
#bantuan sosial #bansos #pangan