RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan datang dari pemerintahan untuk KPM bansos tepat setelah perayaan Hari Raya Idul Adha.
Dilansir dari YouTube Info Bansos, pemerintah mengumumkan bansos tambahan berupa bantuan pangan non tunai berupa beras yang menyasar 33 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Kebijakan ini telah disetujui dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Perum Bulog, Badan Pangan Nasional, dan Komisi 4 DPR RI.
Latar Belakang Kebijakan
Langkah proaktif pemerintah ini bukan tanpa alasan. Ancaman gagal panen di berbagai daerah akibat dampak nyata fenomena El Nino menjadi salah satu pemicu utama dikeluarkannya kebijakan ini.
Cuaca ekstrem dan kemarau panjang berpotensi membuat harga bahan pokok melonjak di pasaran, sehingga pemerintah mengambil tindakan tegas untuk melindungi daya beli masyarakat rentan.
Jumlah penerima dalam program ini melonjak drastis hampir dua kali lipat dibanding skema tahun sebelumnya, demi memastikan tidak ada satu pun warga rentan yang kekurangan pangan.
Bukan Uang, Melainkan Beras Fisik
Baca Juga: Berkah Idul Adha, Bansos Tambahan Pangan Tahun 2026 Bakal Kembali Disalurkan, Begini Cara Ambilnya
Penting untuk dipahami bahwa bantuan pangan non tunai dalam program ini bukan berarti transfer dana ke rekening atau saldo yang bisa dicairkan menjadi uang tunai. Banyak masyarakat yang keliru memahami istilah ini.
Makna non tunai dalam kebijakan ini adalah komitmen pemerintah untuk langsung menyalurkan bahan pangan pokok secara fisik kepada penerima manfaat.
Alih-alih memberikan uang yang berisiko digunakan untuk kebutuhan di luar pangan, pemerintah memotong jalur tersebut dan langsung mengirimkan beras berkualitas ke tangan masyarakat.
Hal ini berbeda dengan program sembako reguler yang selama ini dikenal berupa dana Rp200.000 hingga Rp300.000 per bulan yang ditransfer ke rekening KKS untuk dibelanjakan di e-warong atau ditarik tunai.
Setiap KPM Mendapat 20 Kg Beras
Menurut keterangan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Risal Ramdani di CNBC Indonesia, setiap KPM ditargetkan menerima jatah beras sebanyak 10 kg per bulan.
Karena alokasi bantuan ini dirancang untuk 2 bulan sekaligus, maka saat penyaluran berlangsung setiap kepala keluarga yang terdaftar akan membawa pulang total 20 kg beras gratis dari pemerintah.
Ini menjadi angin segar di saat cuaca tidak menentu akibat El Nino yang membuat para petani kesulitan berproduksi.
Dengan adanya bantuan ini, stok beras keluarga penerima manfaat sudah diamankan oleh negara selama 2 bulan ke depan.
Persiapan Penyaluran Sudah Dimulai
Instruksi Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Perum Bulog di berbagai wilayah sudah mulai melakukan persiapan, mulai dari pengecekan kualitas beras di gudang hingga penyiapan kemasan khusus agar bantuan dapat segera disalurkan dengan aman dan tepat sasaran ke desa-desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Cara Mengecek Status Kepesertaan
Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah namanya termasuk dalam daftar 33 juta KPM penerima bantuan, dapat melakukan pengecekan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id atau berkoordinasi langsung dengan petugas sosial maupun pamong desa di tempat tinggal masing-masing.
Masyarakat juga diimbau untuk turut mengawal proses penyaluran bantuan ini agar berjalan dengan jujur, transparan, dan tanpa potongan. Jika beras sudah diterima, manfaatkanlah sebaik-baiknya untuk konsumsi keluarga.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : Youtube Info Bansos