RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT Tahap 2 tahun 2026 masih berlangsung di sejumlah daerah meski memasuki masa libur Idul Adha.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai mengalami perubahan status bantuan menjadi SI atau standing instruction setelah sebelumnya terkendala gagal cek rekening.
Selain bansos reguler, bantuan pendidikan PIP, BLT Dana Desa, hingga bantuan pangan juga masih berjalan secara bertahap di berbagai wilayah.
1. Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 2 Masih Berjalan
Mengutip dari kanal YouTube Sukron Channel pada Kamis, 28 Mei 2026, proses penyaluran bansos PKH dan BPNT Tahap 2 tahun 2026 masih terus berlangsung melalui bank penyalur.
Sebagian KPM yang sebelumnya belum menerima saldo kini mulai mendapatkan perkembangan status bantuan.
Perubahan status dari gagal cek rekening menjadi SI menunjukkan proses instruksi penyaluran telah berjalan. Meski demikian, pencairan dilakukan bertahap sehingga saldo belum langsung masuk secara bersamaan ke seluruh rekening penerima.
KPM diminta untuk tetap bersabar dan tidak terlalu sering melakukan pengecekan saldo KKS, terutama saat masa libur berlangsung. Pengecekan disarankan dilakukan secara berkala setelah layanan bank kembali normal.
2. Bantuan PIP Mulai Cair untuk Siswa Penerima
Program Indonesia Pintar (PIP) juga dilaporkan mulai cair pada akhir Mei 2026 bagi siswa yang telah masuk dalam surat keputusan penerima bantuan.
Nominal bantuan yang disalurkan masih mengikuti ketentuan sebelumnya, yaitu Rp450.000,00 untuk jenjang SD, Rp750.000,00 untuk SMP, dan Rp1.800.000,00 untuk SMA.
Penyaluran bantuan pendidikan tersebut diprioritaskan kepada peserta didik yang datanya telah ditetapkan sebagai penerima resmi bantuan PIP tahun 2026.
3. BLT Dana Desa Disalurkan di Beberapa Wilayah
Sejumlah pemerintah desa mulai menyalurkan BLT Dana Desa untuk alokasi bulan Mei 2026 kepada warga penerima manfaat.
Bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan PKH maupun BPNT. Selain itu, penerima umumnya berasal dari kelompok masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan hasil pendataan sosial ekonomi.
Penyaluran dilakukan sesuai jadwal dan mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah desa masing-masing.
4. Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Masih Berlangsung
Penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng masih ditemukan di sejumlah daerah untuk alokasi Februari hingga Maret 2026.
Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang sebelumnya belum menerima distribusi pada tahap terdahulu. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan distribusi di masing-masing wilayah.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Status Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026, SI Jadi Penentuan Pencairan Bantuan
Warga diminta memperhatikan informasi resmi dari aparat setempat terkait jadwal pembagian bantuan pangan agar tidak tertinggal informasi pencairan.
5. Klarifikasi Isu Penebalan Bansos Rp400.000,00
Informasi mengenai penebalan bansos sebesar Rp400.000,00 kembali beredar di masyarakat. Namun, kabar tersebut disebut merupakan informasi lama yang sebelumnya ramai pada tahun 2025.
Hingga akhir Mei 2026 belum terdapat pengumuman resmi mengenai penyaluran tambahan bansos penebalan untuk tahun ini. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang belum memiliki kejelasan resmi.
Baca Juga: Pasca Idul Adha 2026, Penebalan Pangan Bakal Disalurkan ke 33 Juta KPM, Cek Status Keaktifan Bansos
Sementara itu, bantuan yang dikabarkan sedang dalam usulan perpanjangan adalah bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Proses lanjutan masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
6. Warga Diingatkan Waspada Penipuan Berkedok Pendataan Bansos
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan petugas bantuan sosial.
Beberapa modus yang dilaporkan antara lain meminta uang dengan alasan survei atau pendataan bansos. Selain itu, terdapat pula oknum yang mencoba mengambil kartu KKS milik warga dengan berbagai alasan tertentu.
"Nah, untuk para KPM hati-hati juga, karena banyak modus penipuan bansos yang meminta uang dengan alasan survei atau pendataan. Bahkan ada yang mengambil kartu KKS milik KPM," ungkap narator melalui kanal YouTube Sukron Channel.
Kelompok lansia disebut menjadi salah satu sasaran yang rentan mengalami penipuan. Karena itu, warga disarankan segera menghubungi kepala desa atau camat setempat apabila menemukan pihak yang mencurigakan agar identitas petugas dapat dipastikan secara jelas.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube SUKRON CHANNEL