RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan menghampiri para penerima bantuan sosial di berbagai daerah pada akhir bulan Mei 2026.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, Setelah terfokus pada koridor perbankan syariah di hari sebelumnya, giliran instrumen Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Bank Mandiri yang mencatatkan pergerakan transaksi keluar (pencairan) bansos secara masif.
Langkah ini merupakan bagian dari pendistribusian dana susulan untuk program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) alokasi Tahap 2 yang sempat tertunda akibat proses sinkronisasi rekening.
1. Distribusi Merata Tanpa Memandang Struktur Kartu
Pencairan susulan per tanggal 30 Mei 2026 ini terpantau sangat unik karena bergerak serentak tanpa membatasi klasifikasi kepesertaan.
Berdasarkan data struk penarikan dan mutasi rekening pada aplikasi mobile perbankan (Livin'), saldo bantuan senilai Rp600.000 masuk ke berbagai kategori akun:
• Pemegang KKS Sasis Lama: Pemilik kartu sasis tahun 2021 yang sebelumnya belum tersentuh transfer reguler kini melaporkan dananya telah masuk.
• Klaster Kartu Baru (KKS 2025): Komunitas penerima manfaat baru juga mendapati rekening mereka terisi secara otomatis.
• Eks Peralihan PT Pos Indonesia: Kelompok masyarakat yang datanya dipindahkan dari skema pencairan Kantor Pos ke sistem kartu digital perbankan turut menikmati pencairan modal pangan ini.
"Alhamdulillah duar Sabtu 30 Mei 2026 akhirnya meleleh juga BPNT susulannya. Semoga serentak Info terbaru Sabtu 30 Mei 2026 BPNT termin 2 KKS lama silakan dicek," kata narator dalam Youtube Arfan Saputra Channel.
2. Pemetaan Wilayah Pencairan BPNT Mandiri
Hingga sabtu siang, sebaran wilayah penarikan dana tunai oleh masyarakat terpantau meluas di koridor Pulau Jawa. Beberapa daerah yang mencatatkan aktivitas agen bank paling padat meliputi:
• Provinsi Jawa Barat: Konsentrasi penarikan terpantau ramai di wilayah Garut (khususnya Cikajang dan sekitarnya) serta beberapa wilayah Jawa Barat lainnya.
• Provinsi Jawa Tengah: KPM di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas melaporkan bukti transaksi penarikan yang sukses sejak waktu subuh.
Bagi para penerima manfaat, sangat disarankan untuk mengutamakan penarikan di mesin ATM atau agen resmi milik Bank Mandiri.
Baca Juga: Menutup Mei 2026, Pencairan PKH BPNT Terus Berlanjut dan Sebagian KPM Masuk Tahap SI
Terdapat laporan di lapangan mengenai KPM di Jawa Barat yang menarik dana KKS Mandiri melalui agen perbankan lain (seperti agen BNI), yang mengakibatkan nominal bersih yang diterima menjadi Rp590.000 karena terpotong biaya administrasi antarbank sebesar Rp10.000.
3. Rekomendasi Langkah untuk Pemegang KKS BNI dan BRI
Dengan cairnya dana suplemen pangan dari Bank Mandiri ini, maka sisa kuota nasional kini menyisakan antrean untuk dua bank Himbara lainnya, yakni Bank BRI dan Bank BNI.
KPM yang kartu KKS-nya diterbitkan oleh BNI atau BRI diimbau untuk mulai mengondisikan pengecekan secara berkala mulai hari ini.
Mengingat proses kliring data jaminan sosial nasional berbasis interkoneksi digital kerap dilakukan secara bergelombang, besar kemungkinan transmisi saldo untuk pemegang kartu BRI dan BNI akan ikut bergerak dalam waktu 24 hingga 48 jam ke depan.
Untuk memudahkan pemantauan tanpa perlu keluar rumah, KPM bansos disarankan mengaktifkan fitur layanan mobile banking pada gawai masing-masing guna menghindari risiko kartu rusak akibat terlalu sering dimasukkan ke mesin ATM secara manual.***
Editor : Eli Kustiyawati