RADAR BOGOR - Pencairan bansos BPNT susulan tahap 2 pada akhir Mei 2026 dilaporkan mulai masuk secara bertahap ke rekening KKS penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia dengan nominal bantuan sebesar Rp600.000.
Proses penyaluran bansos BPNT ini tidak serentak, sehingga sebagian KPM sudah menerima saldo KKS.
Sementara bansos lain selain BPNT lainnya masih menunggu giliran sesuai mekanisme verifikasi dan distribusi sistem perbankan penyalur ke KKS.
1. Status Pencairan BPNT Susulan Tahap 2
Melansir dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada Sabtu, 30 Mei 2026, Pencairan BPNT susulan tahap 2 ditujukan bagi KPM yang sebelumnya belum menerima saldo pada periode penyaluran sebelumnya.
Proses penyaluran berlangsung bertahap dan tidak dilakukan secara bersamaan, sehingga kondisi saldo setiap penerima dapat berbeda.
Sebagian KPM sudah menerima dana masuk, sementara sebagian lainnya masih berada dalam proses penyaluran sistem yang berjalan secara bergelombang.
2. Bank Penyalur dan Mekanisme Distribusi
Baca Juga: Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Sempur Kaler Bogor, 2 KK Mengungsi
Penyaluran dana tercatat lebih dominan masuk melalui rekening KKS yang dikelola Bank Mandiri, meskipun proses distribusi juga mencakup bank penyalur lain seperti BNI dan BRI yang dijadwalkan menyusul secara bertahap sesuai pembaruan sistem masing-masing lembaga.
“Sebagian besar bukti yang ditunjukkan adalah untuk penerima yang menggunakan KKS Bank Mandiri,” jelas narator melalui kanal Youtube Arfan Saputra Channel.
Perbedaan waktu pencairan terjadi karena sistem penyaluran menyesuaikan proses validasi data dan pembaruan rekening masing-masing penerima. Hal ini menyebabkan waktu masuk saldo tidak seragam antar KPM meskipun berada dalam tahap bantuan yang sama.
3. Nominal Bantuan dan Potongan Transaksi
Jumlah bantuan yang diterima KPM tercatat sebesar Rp600.000 pada tahap pencairan ini. Namun pada kondisi tertentu, terutama jika penarikan dilakukan melalui agen bank yang berbeda atau di luar jaringan asal, dapat dikenakan biaya administrasi.
Akibatnya, saldo bersih yang diterima sebagian penerima bisa menjadi sekitar Rp590.000 tergantung metode transaksi yang digunakan.
4. Sebaran Wilayah Penerima
Penyaluran BPNT susulan tahap 2 ini dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Indonesia, menunjukkan bahwa distribusi berjalan secara nasional.
Baca Juga: TDA Bogor Raya Perkuat Ekosistem UMKM Kota Bogor, DPRD dan Pemkot Siap Perluas Kolaborasi
Beberapa daerah yang terpantau menerima pencairan antara lain Garut (Cikajang), Brebes, dan Banyumas. Pola ini menegaskan bahwa proses penyaluran tidak terpusat, melainkan tersebar sesuai jadwal dan kesiapan data wilayah masing-masing.
5. Pengecekan Saldo oleh KPM
KPM yang termasuk dalam penerima BPNT tahap 2 disarankan untuk melakukan pengecekan saldo secara berkala. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui mobile banking, ATM, atau agen bank sesuai jaringan KKS masing-masing.
Karena penyaluran masih berlangsung bertahap, kondisi belum masuknya saldo tidak selalu berarti kendala, melainkan bagian dari proses distribusi yang sedang berjalan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga