RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH, BPNT, PIP, dan ATENSI YAPI masih berlangsung di berbagai daerah.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan telah memperoleh status Standing Instruction (SI) yang menjadi salah satu tanda proses pencairan memasuki tahap lanjutan.
Di sisi lain, masih terdapat penerima yang belum menerima bantuan karena proses penyaluran bansos belum selesai atau terkendala pemutakhiran data.
Penyaluran PKH dan BPNT Masih Berjalan
Mengutip dari kanal Youtube Anamovie pada Minggu, 31 Mei 2026, Pencairan PKH dan BPNT melalui bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI masih dilakukan secara bertahap.
KPM yang statusnya telah berubah menjadi SI berpeluang lebih dekat dengan pencairan, sementara penerima yang masih berstatus cek rekening atau SPM perlu menunggu proses berikutnya selesai.
PIP dan ATENSI YAPI Belum Cair Merata
Selain PKH dan BPNT, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) juga masih disalurkan secara bertahap. Karena pencairan belum merata di seluruh wilayah, penerima disarankan berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Sementara itu, bantuan ATENSI YAPI masih berada dalam tahap proses sehingga sebagian penerima masih menunggu pencairan.
Daerah yang Disarankan Mulai Cek Saldo
Beberapa daerah yang disebut telah memiliki KPM dengan status SI antara lain Lampung Selatan, Musi Rawas, Kubu Raya, Mojokerto, Bangka Barat, Sumba Tengah, Sidenreng Rappang, Kepulauan Sangihe, Halmahera Tengah, dan Bengkulu Selatan. Penerima di wilayah tersebut dapat mulai memantau saldo rekening bantuan secara berkala.
Penyebab Bansos Belum Cair
Belum cairnya bantuan tidak selalu disebabkan keterlambatan penyaluran. Faktor yang sering ditemukan meliputi ketidaksesuaian data kependudukan dengan Dukcapil, perubahan kondisi keluarga yang belum diperbarui, hingga kesalahan input data saat proses pendataan berlangsung.
Baca Juga: Update Lanjutan Bansos PKH BPNT Tahap 2 Segera Cair Juni 2026, Perubahan Status Sudah Terpantau
“Salah satunya adalah data dukcapil tidak sesuai atau perubahan kondisi keluarga tapi belum di update, atau kesalahan input data," jelas narator melalui kanal Youtube Anamovie.
Perubahan Status Kelayakan Penerima
Sebagian KPM juga dapat mengalami perubahan status penerima karena hasil pemutakhiran data sosial ekonomi.
Selain itu, penyaluran bansos reguler saat ini diprioritaskan kepada masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4, sehingga pembaruan data menjadi hal penting bagi warga yang merasa masih memenuhi syarat namun belum menerima bantuan.
Baca Juga: KKS Bank Mandiri di Ciamis Mulai Kebagian Bansos BPNT Tahap 2 Susulan, Saldo Rp600 Ribu Sudah Masuk
Masyarakat yang masih menunggu pencairan disarankan memastikan seluruh data kependudukan telah sesuai dan aktif memantau perkembangan status bantuan melalui jalur resmi agar tidak tertinggal informasi terbaru mengenai penyaluran bansos.***
Editor : Asep Suhendar