RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahun 2026 masih berlangsung secara bertahap melalui bank penyalur Himbara.
Sejumlah KPM telah menerima bantuan, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses pencairan yang menyesuaikan perkembangan status di sistem SIKS-NG.
Selain itu, terdapat pembaruan mengenai PIP, ATENSI YAPI, daftar wilayah yang disarankan cek saldo, hingga sejumlah faktor yang menyebabkan bansos belum cair.
1. Update Pencairan PKH dan BPNT 2026
Mengutip dari kanal Youtube Anamovie pada Minggu, 31 Mei 2026, Pencairan PKH dan BPNT masih berlangsung di berbagai daerah dengan progres yang berbeda-beda. Sebagian KPM sudah menerima bantuan, sedangkan lainnya masih menunggu proses lanjutan.
“Kondisi pencairan di setiap daerah berbeda-beda. Beberapa KPM mungkin sudah menerima dananya, sementara yang lain masih harus menunggu perubahan status pada sistem SIKS-NG,” jelas narator melalui kanal Youtube Anamovie.
KPM yang statusnya telah berubah menjadi Standing Instruction (SI) memiliki peluang lebih besar untuk segera menerima bantuan. Sementara itu, status SPM atau cek rekening menunjukkan proses masih berjalan dan membutuhkan waktu lebih lanjut.
Pengecekan saldo dapat dilakukan melalui mobile banking, ATM, maupun agen bank secara berkala untuk mengetahui perkembangan pencairan.
2. Perkembangan PIP dan ATENSI YAPI
Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) masih berlangsung dan belum merata di seluruh wilayah. Penerima disarankan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengetahui jadwal pencairan terbaru.
Sementara itu, bantuan ATENSI YAPI masih dalam proses administrasi dan belum menunjukkan tanda-tanda pencairan dalam waktu dekat karena masih terdapat kendala teknis.
3. Daftar Wilayah yang Disarankan Cek Saldo KKS
Bagi KPM yang telah berstatus SI di SIKS-NG, pengecekan saldo KKS disarankan dilakukan terutama di wilayah berikut:
- Lampung Selatan, Lampung
- Musirawas, Sumatera Selatan
- Kubu Raya, Kalimantan Barat
- Mojokerto, Jawa Timur
- Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung
- Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur
- Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan
- Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
- Halmahera Tengah, Maluku Utara
- Bengkulu Selatan, Bengkulu
Baca Juga: Kabogor Fest 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Bogor Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Siapkan Teras Pakansari
Penerima dapat memantau rekening secara berkala untuk memastikan apakah dana bantuan telah masuk.
4. Penyebab Bansos Belum Cair
Data Kependudukan Tidak Sesuai
Perbedaan data identitas seperti nama, tempat lahir, atau tanggal lahir dapat menghambat proses pencairan bantuan.
Data Keluarga Belum Diperbarui
Perubahan kondisi keluarga yang belum dilaporkan dapat menyebabkan data penerima tidak sesuai dengan kondisi terbaru.
Kesalahan Pendataan
Kekeliruan saat proses input atau verifikasi data dapat memengaruhi kelancaran penyaluran bantuan.
Status Graduasi atau Eksklusi
Sebagian KPM tidak lagi menjadi penerima karena perubahan status dalam sistem atau tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan.
Tidak Masuk Prioritas Desil
Program bantuan saat ini lebih diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kelompok Desil 1 hingga Desil 4. Masyarakat yang merasa layak menerima bantuan dapat mengajukan pembaruan data melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Masyarakat yang masih menunggu pencairan disarankan terus memantau status data dan rekening bantuan secara berkala sambil memastikan seluruh data kependudukan telah sesuai dengan kondisi terbaru.***
Editor : Asep Suhendar