RADAR BOGOR - Aktivitas pemindahbukan dana bantuan sosial (bansos) nasional mencatatkan pergerakan signifikan pada transisi bulan Juni 2026.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, Menyusul langkah Bank Syariah Indonesia (BSI) yang telah meluncurkan dana lebih awal di wilayah Aceh, dua bank milik negara (Himbara) lainnya Bank BRI dan Bank Mandir kini secara serentak mencairkan dana bansos termin susulan untuk alokasi Tahap 2 (periode April-Juni 2026).
Langkah taktis ini ditujukan khusus bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos reguler yang haknya sempat tertahan akibat kendala administrasi pada termin utama lalu.
1. Peta Pencairan Susulan: Komposisi Nominal BRI dan Mandiri
Penyaluran berseri yang dimulai sejak malam hari ini dilaporkan terus berjalan secara bertahap.
Berdasarkan kompilasi laporan transaksi KPM, terdapat perbedaan karakteristik distribusi pada masing-masing bank penyalur:
• Klaster Bank BRI (PKH dan BPNT Cair Sekaligus)
Bank BRI bertindak sebagai penyalur paling agresif dengan mentransfer kedua komponen bansos sekaligus. Beberapa bukti struk penarikan tunai yang berhasil dihimpun meliputi:
Gabungan Multi-Komponen: Penarikan senilai Rp975.000.Komponen Lansia: Cair sebesar Rp600.000 (terpantau di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Kampung Lamaran).
Komponen 2 Balita: Berhasil ditarik sebesar Rp1.500.000 (KPM melaporkan dana PKH masuk terlebih dahulu disusul BPNT).
Wilayah Banjarnegara (Jawa Tengah): Tercatat penarikan PKH senilai Rp750.000.
BPNT Murni (Alokasi Rp600.000): Meledak secara masif di beberapa daerah, termasuk Lampung Timur dan Majalengka (Jawa Barat).
• Klaster Bank Mandiri (Fokus Komoditas BPNT)
Berbeda dengan BRI, Bank Mandiri terpantau baru mengalirkan dana untuk komponen BPNT Murni senilai Rp600.000 (rapelan triwulan kedua).
Saldo ini juga sudah dinikmati oleh KPM kartu peralihan pos tahun 2025. Bagi pemegang kartu KKS Mandiri, pergerakan dana dapat dipantau langsung subuh ini melalui aplikasi Livin' by Mandiri.
Dengan lancarnya distribusi di jalur BRI, Mandiri, dan BSI, maka saat ini tinggal Bank BNI yang belum menunjukkan pergerakan saldo untuk termin susulan Tahap 2.
KPM diminta bersabar menunggu antrean kliring perbankan.
2. Klarifikasi Berita Viral: Isu Penebalan Bansos Rp400.000 Juni–Juli
Di tengah kebahagiaan pencairan susulan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya disinformasi (hoaks) di media sosial.
Video potongan (cutting) yang mengeklaim pemerintah akan membagikan dana tambahan penebalan senilai Rp400.000 pada Juni dan Juli 2026 dipastikan tidak valid.
Para pendamping sosial secara tegas menyatakan, skema tersebut merupakan dokumentasi program usang dari tahun lalu yang sengaja diproduksi kembali oleh pihak tidak bertanggung jawab demi mendulang klik.
"Kami para pendamping PKH di seluruh Indonesia belum menerima instruksi dan belum menerima surat resmi dari pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia bahwasanya akan ada penebalan bansos di tahun 2026," jelas narator dalam YouTube Cek Bansos.
Secara teknis, ketidakberadaan program ini diperkuat oleh pembacaan sistem SIKS-NG per hari ini, di mana tidak ditemukan menu ataupun indikator pembaruan data terkait BLT Kesra maupun jaminan penebalan fiskal dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bagi KPM bansos yang mendapati saldonya masih kosong, diimbau untuk tidak melakukan pengecekan ke gerai ATM setiap hari agar fisik kartu KKS tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari risiko tertelan mesin.***
Editor : Eli Kustiyawati