RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua tahun 2026 mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah daerah.
Setelah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp600 ribu masuk ke rekening sebagian penerima, kini saldo bantuan PKH juga mulai terpantau masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Berikut perkembangan terbaru yang perlu diketahui penerima bantuan yang dikutip dari kanal Youtube Diary Bansos pada Selasa, 2 Juni 2026:
1. Saldo PKH Mulai Masuk Setelah BPNT Cair
Sejumlah KPM melaporkan bahwa bantuan BPNT tahap kedua telah lebih dulu masuk ke rekening KKS. Setelah pencairan BPNT berlangsung, sebagian penerima mulai mendapatkan tambahan saldo dari program PKH sesuai komponen yang dimiliki.
Bagi penerima yang sebelumnya belum menemukan saldo bantuan saat melakukan pengecekan rekening, masih terdapat peluang pencairan karena proses penyaluran dilakukan secara bertahap.
2. Pencairan Banyak Terpantau pada KKS BNI
Pada tahap awal penyaluran, pencairan bantuan lebih banyak dilaporkan oleh penerima yang menggunakan KKS dari Bank BNI. Meski demikian, KPM yang menggunakan rekening BRI, Mandiri, maupun BSI tetap disarankan melakukan pengecekan secara berkala.
Baca Juga: Viral Kabar Pocong Gentayangan di Bojonggede Bogor, Polisi Ungkap Fakta Ini
Perbedaan waktu pencairan merupakan hal yang umum terjadi karena proses distribusi bantuan tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.
3. KPM Diimbau Memanfaatkan Aplikasi Cek Bansos
Penerima bantuan dapat memanfaatkan aplikasi resmi Cek Bansos untuk memantau perkembangan status bantuan dan data kepesertaan.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengecek informasi bantuan yang diterima, mengajukan usulan penerima baru, menyampaikan sanggahan data, serta melakukan pembaruan data keluarga apabila diperlukan.
4. Nominal PKH Tidak Sama untuk Semua Penerima
Besaran bantuan PKH yang diterima setiap keluarga berbeda-beda karena disesuaikan dengan komponen yang tercatat dalam data penerima.
Komponen seperti ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas berat, dan lanjut usia menjadi faktor yang memengaruhi jumlah bantuan yang diterima. Karena itu, nominal saldo yang masuk ke rekening masing-masing KPM dapat berbeda.
5. Sebagian Penerima BPNT Kini Juga Mendapat PKH
Terdapat sejumlah KPM yang sebelumnya hanya tercatat sebagai penerima BPNT. Namun pada periode pencairan kali ini, data mereka juga menunjukkan status sebagai penerima PKH.
“Banyak KPM yang pada awalnya hanya terdaftar sebagai penerima bantuan BPNT, namun kini juga terdaftar sebagai penerima bantuan PKH,” ungkap narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.
Perubahan tersebut umumnya berkaitan dengan hasil pemutakhiran dan verifikasi data yang dilakukan dalam sistem bantuan sosial.
6. Graduasi Mandiri Kembali Menjadi Sorotan
Dalam pembahasan penyaluran bansos, muncul kembali imbauan mengenai graduasi mandiri bagi KPM yang kondisi ekonominya sudah lebih stabil.
Baca Juga: Donor Darah dan Bazar UMKM Warnai HJB ke-544 di Halaman Gedung DPRD Kota Bogor
Graduasi mandiri memungkinkan kuota bantuan dapat dialihkan kepada keluarga lain yang dinilai lebih membutuhkan dan belum memperoleh bantuan sosial.
7. Ada Alternatif Program Pemberdayaan Ekonomi
Bagi keluarga yang telah keluar dari kepesertaan bantuan sosial, tersedia peluang untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan membantu peningkatan kemandirian usaha dan pendapatan keluarga.
Program tersebut menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin beralih dari bantuan sosial menuju penguatan ekonomi keluarga secara mandiri.
8. KPM Diminta Rutin Memeriksa Rekening dan Status Bantuan
Karena pencairan masih berlangsung di berbagai daerah, penerima bantuan disarankan rutin mengecek saldo KKS serta memantau informasi melalui aplikasi resmi.
Langkah ini penting untuk mengetahui apakah bantuan sudah masuk ke rekening atau masih menunggu proses penyaluran pada tahap berikutnya.***
Editor : Asep Suhendar