RADAR BOGOR - Kabar mengenai tambahan bansos Rp400 ribu pada Juni 2026 kembali ramai dibicarakan masyarakat.
Di saat penyaluran PKH dan BPNT tahap kedua masih berlangsung, muncul berbagai informasi yang menimbulkan pertanyaan di kalangan penerima manfaat. Berikut update perkembangan terbarunya.
1. Isu Penebalan Bansos Rp400 Ribu Belum Terbukti
Melansir dari kanal YouTube Cek Bansos pada Kamis, 4 Juni 2026, informasi mengenai tambahan bansos Rp400 ribu pada Juni 2026 dipastikan belum memiliki dasar resmi. Kabar tersebut berasal dari potongan tayangan lama yang kembali beredar dan dikaitkan dengan penyaluran bantuan tahun ini.
Hingga saat ini belum terdapat surat edaran maupun pengumuman resmi yang mengonfirmasi adanya program penebalan bansos tersebut. Selain itu, belum terlihat pembaruan data terkait program tambahan bantuan di sistem pendataan bansos.
2. Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 2 Masih Berjalan
Proses pencairan PKH dan BPNT tahap kedua atau termin susulan masih berlangsung di berbagai daerah melalui bank penyalur.
Pencairan dilakukan secara bertahap sehingga tidak semua KPM menerima bantuan pada waktu yang sama. Penyaluran diperkirakan masih berlanjut sepanjang Juni 2026.
3. KPM dengan Status Januari-Maret Masih Berpeluang Cair
Sebagian KPM masih mendapati status bantuan berada pada periode Januari-Maret. Kondisi ini tidak selalu berarti bantuan gagal cair.
Selama tidak terdapat status dikeluarkan dari program, peluang pencairan masih terbuka. Keterlambatan umumnya berkaitan dengan proses pembaruan dan sinkronisasi data.
4. Wilayah 3T Menunggu Jadwal PT Pos
Untuk wilayah 3T yang menggunakan mekanisme penyaluran melalui PT Pos Indonesia, proses distribusi bantuan masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku.
“Untuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang penyalurannya menggunakan jasa PT Pos Indonesia, undangan pencairan diperkirakan akan mulai diedarkan pada minggu kedua atau ketiga bulan Juni 2026,” jelas narator melalui kanal YouTube Cek Bansos.
Undangan pencairan diperkirakan mulai dibagikan pada pertengahan Juni 2026, meski waktu pelaksanaannya dapat berbeda di setiap daerah.
5. Munculnya PKH Validasi pada Sebagian Penerima BPNT
Sejumlah penerima BPNT mulai menemukan status PKH muncul pada data bantuan mereka. Kondisi ini dikenal sebagai PKH Validasi.
Munculnya status tersebut menunjukkan bahwa data penerima sedang dalam proses pemeriksaan dan penyesuaian untuk kemungkinan masuk ke dalam program PKH.
6. Status SPM Berpotensi Menjadi Tanda Pencairan
Penerima manfaat disarankan rutin memantau perkembangan data bantuan. Jika periode April-Juni sudah muncul dan status berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar), bantuan berpotensi segera memasuki tahap pencairan.
Pengecekan dapat dilakukan melalui layanan resmi bansos, operator desa, maupun pendamping sosial di wilayah masing-masing.***
Editor : Eli Kustiyawati