RADAR BOGOR - Bulan Juni 2026 menjadi periode krusial bagi tata kelola bantuan sosial di Indonesia.
Dilansir dari YouTube Info Bansos, Sebagai bulan penutup untuk penyaluran reguler triwulan kedua, pemerintah tengah memacu penyerapan anggaran belanja bantuan sosial agar tuntas 100 persen.
Laporan dari berbagai wilayah menunjukkan adanya strategi integrasi salur di lapangan, di mana bantuan reguler maupun nonreguler dicairkan secara bersamaan (rapel).
Intervensi komplementer ini difokuskan penuh pada masyarakat yang masuk dalam klaster Desil 1 hingga Desil 4 pada data penargetan nasional.
1. Pemetaan Kliring KKS Bank BNI untuk Termin Lanjutan
Berdasarkan laporan komunitas penerima manfaat dan pantauan media, lalu lintas pemindahbukan dana susulan untuk PKH dan BPNT Tahap 2 mencatatkan volume yang sangat padat melalui rekening KKS Bank BNI.
Berikut adalah peta kabupaten/kota yang mencatatkan aktivitas penarikan saldo paling aktif di lapangan:
• Wilayah Jawa Timur
Kabupaten Malang, Probolinggo, Tuban, Kediri, Lamongan, Gresik, Pasuruan, Bojonegoro, Ngawi, Jombang, Sidoarjo, Mojokerto, Bondowoso, Banyuwangi, dan Blitar.
• Wilayah Jawa Barat
Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cirebon, Indramayu, Bekasi, Sukabumi, Karawang, Kuningan, dan Kota Tasikmalaya.
• Wilayah Jawa Tengah dan DIY
Kabupaten Pemalang, Magelang, Klaten, Sragen, Tegal, Wonosobo, dan Kabupaten Bantul.
• Wilayah Banten
Kota Tangerang serta beberapa area kabupaten penyangga di sekitarnya.
Mengingat dana ditransfer secara bergelombang (bertermin), pemilik KKS Bank BNI di wilayah tersebut yang mendapati saldonya masih kosong diimbau untuk tidak berkecil hati dan melakukan pengecekan secara berkala.
2. Skema Penyaluran Ganda (PKH + BPNT) via PT Pos Indonesia
Bagi wilayah yang tidak terjangkau jaringan perbankan elektronik secara maksimal, Kementerian Sosial menerapkan kebijakan penyaluran langsung secara tunai melalui PT Pos Indonesia.
Skema ini mengintegrasikan dua bantuan sekaligus sehingga KPM menerima dana dalam jumlah besar untuk menjaga daya beli rumah tangga.
Berikut adalah daftar wilayah yang terpantau sangat gencar mendistribusikan surat undangan penarikan tunai Pos:
• Gugus Nusa Tenggara (NTT/NTB): Kabupaten Sumba Barat Daya, Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Manggarai Timur, Sabu Raijua, Malaka, Sumba Timur, Sumba Tengah, Lembata, Alor, Belu, Sumba Barat, dan Lombok Utara.
• Gugus Kepulauan Maluku: Kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Buru Selatan, Pulau Taliabu, dan Kepulauan Sula.
• Gugus Pulau Papua: Kabupaten Yahukimo, Tolikara, Puncak Jaya, Jayawijaya, Mappi, Sorong, Sorong Selatan, Nabire, Biak Numfor, Intan Jaya, Lanny Jaya, Merauke, Asmat, Kepulauan Yapen, Puncak, Mimika, Teluk Bintuni, Fakfak, Dogiyai, Yalimo, Deiyai, Waropen, Pegunungan Bintang, Keerom, Boven Digoel, Raja Ampat, Teluk Wondama, Jayapura, Kaimana, Maybrat, Supiori, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Manokwari Selatan, Sarmi, Nduga, Paniai, Tambrauw, dan Pegunungan Arfak.
• Sektor Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan: Kabupaten Nias Selatan, Nias Utara, Nias, Nias Barat, Kepulauan Mentawai, Pesisir Barat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Natuna, Donggala, Sigi, Tojo Una-Una, dan Hulu Sungai Utara.
KPM di wilayah di atas diharapkan segera berkoordinasi dengan pengurus RT/RW atau pendamping sosial setempat untuk memastikan jadwal kehadiran, serta wajib membawa dokumen asli berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK).
3. Alokasi Tunjangan Ekstra: Sektor Pendidikan dan Pangan
Di luar bantuan tunai pokok, pemerintah memanfaatkan momentum akhir kuartal ini untuk menggelontorkan dua instrumen intervensi tambahan demi menekan dampak inflasi:
• Program Indonesia Pintar (PIP) Termin Kedua
Bantuan operasional pendidikan ini dilaporkan telah aktif disalurkan secara nasional.
Program ini menyasar anak usia sekolah dari keluarga prasejahtera yang masuk dalam data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), untuk membantu pemenuhan kebutuhan menjelang pergantian tahun ajaran baru.
• Penebalan Sembako Komoditas
Pemerintah juga menyalurkan paket pangan ekstra berupa komoditas beras dan minyak goreng secara gratis kepada keluarga di kategori Desil 1–4.
"Kehadiran bantuan pangan ini tentunya menjadi bantalan yang sangat berharga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar belakangan ini," kata narator dalam YouTube Info Bansos.***
Editor : Eli Kustiyawati