RADAR BOGOR – Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat progres positif penyaluran bantuan sosial (bansos) per Juni 2026.
Dilansir dari YouTube TVR Parlemen, bansos Program Keluarga Harapan (PKH) telah menjangkau 9,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau 94 persen dari target, dengan nilai penyaluran Rp7,13 triliun.
Sementara bansos kategori bantuan sembako tersalurkan kepada 15,9 juta KPM atau 87 persen dari target senilai Rp9,54 triliun.
Selain dua program utama tersebut, bantuan jaminan hidup telah diberikan kepada 273.911 jiwa senilai Rp369,78 miliar.
Bantuan hunian sementara atau tetap menyasar 75.065 kepala keluarga (KK) sebesar Rp225,20 miliar, bantuan penguatan sosial ekonomi kepada 5.065 KK sebesar Rp37,33 miliar, serta santunan ahli waris kepada 1.140 jiwa senilai Rp17,10 miliar.
Di sisi inovasi, Kemensos tengah mengakselerasi program digitalisasi bansos berbasis biometrik yang saat ini sedang diperluas ke 42 kabupaten/kota setelah sebelumnya diujicoba di Kabupaten Banyuwangi.
Sistem ini memungkinkan proses penentuan sasaran diselesaikan hanya dalam 15 hingga 45 menit.
Masyarakat dapat mendaftar melalui portal perlinsos, mendapat jawaban otomatis beserta alasan penerimaan atau penolakan, serta bisa mengajukan sanggahan untuk pembaruan data secara instan.
"Ini bukan sekadar modernisasi sistem, ini adalah reformasi kepercayaan publik terhadap program perlindungan sosial," demikian poin yang disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, dikutip dari YouTube TVR Parlemen.
Program Sekolah Rakyat juga dilaporkan telah beroperasi hampir 11 bulan dengan perkembangan yang positif.
Program ini disebut sebagai investasi negara untuk memutus mata rantai kemiskinan lintas generasi, yang merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Untuk program Komunitas Adat Terpencil, capaiannya bahkan melampaui target dengan menyasar 3.970 KK atau 109,96 persen dari target.
Total realisasi anggaran program PPSE dan Komunitas Adat Terpencil mencapai 42,58 persen atau Rp135,7 miliar per Juni 2026.***
Editor : Eli Kustiyawati