RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun 2026 masih jadi sorotan masyarakat seiring berlangsungnya pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 2 untuk periode April hingga Juni 2026.
Selain informasi mengenai besaran bansos PKH dan BPNT Tahap 2 yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terdapat pula sejumlah ketentuan terkait validasi data penerima yang perlu diperhatikan agar bantuan tetap dapat disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Senin, 15 Juni 2026, saat ini, bansos BPNT yang disalurkan mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yaitu April, Mei, dan Juni 2026. Pemerintah juga menyalurkan bansos PKH Tahap 2 yang mencakup periode April hingga Juni 2026. Besaran dana diberikan sesuai komponen yang dimiliki dalam keluarga penerima.
Nominal PKH Tahap 2 Periode April hingga Juni 2026
Untuk kategori ibu hamil atau menyusui, bantuan yang diberikan sebesar Rp750.000 per tahap. Anak usia dini berusia 0 sampai 6 tahun memperoleh bantuan sebesar Rp750.000 per tahap.
Komponen pendidikan diberikan dengan rincian sebagai berikut:
- Siswa SD atau sederajat menerima Rp225.000.
- Siswa SMP atau sederajat menerima Rp375.000.
- Siswa SMA atau sederajat menerima Rp500.000.
Sementara itu, komponen kesejahteraan sosial meliputi:
- Lansia usia 60 tahun ke atas menerima Rp600.000.
- Penyandang disabilitas berat menerima Rp600.000.
Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan pembaruan dan pemutakhiran data penerima bansos. Kebijakan ini bertujuan menyesuaikan sasaran bansos dengan kondisi sosial ekonomi terbaru yang tercatat dalam sistem.
Penyebab Penerima Bansos Bisa Dicoret dari Data
Penyaluran bansos tahun 2026 difokuskan kepada masyarakat yang masuk kelompok Desil 1 hingga Desil 4 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam basis data sosial ekonomi.
Dalam proses pemutakhiran tersebut, sejumlah KPM berpotensi mengalami penghentian bantuan apabila dinilai tidak lagi memenuhi kriteria penerima.
Baca Juga: Jangan Salah Info, Ini Daftar Lengkap Bansos yang Masih Cair dan Tidak Cair di Juni 2026
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penerima keluar dari daftar bansos antara lain:
- Kondisi ekonomi keluarga mengalami peningkatan sehingga tidak lagi masuk kategori sasaran bantuan.
- Terdapat anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga yang memiliki penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR).
- Ada anggota keluarga yang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, atau anggota Polri.
Baca Juga: Apakah BPNT Tahap 2 Susulan Cair Juni 2026? Buruan Periksa Status Bantuan Lewat Aplikasi Cek Bansos
Proses ini sering disebut sebagai graduasi alamiah, yaitu penghentian bantuan karena perubahan kondisi sosial ekonomi penerima yang dianggap sudah lebih baik dibanding sebelumnya.
Cara Cek Status Penerima Bansos Secara Mandiri
Masyarakat dapat memantau status kepesertaan bansos secara mandiri melalui layanan resmi yang disediakan Kementerian Sosial.
Pengecekan dapat dilakukan melalui situs cekbansos.kemensos.go.id maupun aplikasi Cek Bansos yang tersedia di perangkat seluler. Proses verifikasi cukup dilakukan dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kode keamanan yang tersedia pada sistem.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengetahui status kepesertaan, perkembangan penyaluran bantuan, hingga informasi terkait validasi data yang sedang berlangsung.
“Karena pencairan dilakukan secara termin atau bertahap, KPM diimbau untuk tidak panik jika saldo belum masuk, selama status kepesertaan di sistem DTKS masih aktif,” jelas narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Persiapan Menjelang Penyaluran Tahap 3
Menjelang penyaluran bantuan untuk periode Juli hingga September 2026, proses verifikasi lapangan dan pemadanan data kependudukan terus dilakukan oleh instansi terkait.
Baca Juga: 33,2 Juta KPM Masuk Daftar Penerima Bansos Pangan Tambahan, Simak Juga Update PKH dan BPNT Tahap 2
Karena itu, penerima bantuan perlu memastikan seluruh data kependudukan yang dimiliki telah sesuai dan terintegrasi dengan data Dukcapil. Kesesuaian data menjadi salah satu faktor penting untuk menghindari kendala penyaluran pada tahap berikutnya.
Dengan berlangsungnya proses pencairan bansos BPNT dan PKH Tahap 2 sekaligus pemutakhiran data penerima, masyarakat disarankan untuk rutin memeriksa status kepesertaan dan memastikan data administrasi tetap valid agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.***
Editor : Ira Yulia Erfina