RADAR BOGOR - Proses penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 2 tahun 2026 masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Melansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Rabu, 17 Juni 2026, bansos PKH dan BPNT tahap 2 yang mencakup alokasi April hingga Juni 2026 tersebut kini memasuki fase akhir penyaluran, sementara pemerintah mulai menyiapkan tahapan berikutnya untuk periode Juli sampai September 2026.
BPNT Tahap 2 Cair Rp600.000 untuk Alokasi April-Juni 2026
Penyaluran bansos PKH terutama BPNT tahap 2 tahun 2026 diberikan sebesar Rp600.000 untuk satu periode tiga bulan, yaitu April, Mei, dan Juni. Bantuan tersebut disalurkan sekaligus kepada penerima yang telah memenuhi syarat sesuai hasil pemadanan data terbaru.
Proses distribusi dana dilakukan melalui rekening yang terhubung dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada bank penyalur Himbara. Penyaluran tidak berlangsung serentak karena menggunakan mekanisme bertahap atau sistem termin, sehingga waktu penerimaan antarwilayah maupun antar-KPM dapat berbeda.
Baca Juga: KPM Cek Rekening Sekarang! Bansos BPNT Tahap 2 dan PKH Masih Disalurkan, KKS Baru Mulai Terima Saldo
“Saat ini sedang dalam proses penyaluran akhir. Transfer dana ke KKS melalui Bank Himbara dilakukan secara bertahap atau menggunakan sistem termin,” jelas narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Bagi penerima yang belum menemukan saldo masuk ke rekening KKS, pengecekan secara berkala masih disarankan hingga akhir periode penyaluran. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui ATM, layanan mobile banking, maupun kanal resmi lainnya yang disediakan bank penyalur.
Rincian Nominal PKH Tahap 2 Tahun 2026
Selain BPNT, pencairan PKH tahap kedua juga masih berlangsung dengan nominal yang disesuaikan berdasarkan komponen penerima dalam satu keluarga. Besaran bantuan yang diterima tidak sama karena bergantung pada kategori anggota keluarga yang terdaftar dalam sistem.
Berikut rincian bantuan PKH tahap 2 tahun 2026:
- Ibu hamil atau masa menyusui menerima bantuan sebesar Rp750.000.
- Anak usia dini dari 0 hingga 6 tahun menerima bantuan sebesar Rp750.000.
- Siswa SD atau sederajat menerima bantuan sebesar Rp225.000.
- Siswa SMP atau sederajat menerima bantuan sebesar Rp375.000.
- Siswa SMA atau sederajat menerima bantuan sebesar Rp500.000.
- Lansia berusia 60 tahun ke atas menerima bantuan sebesar Rp600.000.
- Penyandang disabilitas berat menerima bantuan sebesar Rp600.000.
Baca Juga: Cek Nama Daerah Anda! PKH dan BPNT Susulan Tahap 2 Terus Disalurkan, Ini Update Bansos 17 Juni 2026
Nominal tersebut merupakan besaran bantuan untuk satu tahap penyaluran dan dapat berbeda pada setiap keluarga sesuai komponen yang dimiliki.
Penyebab Sebagian KPM Tidak Lagi Menerima Bantuan
Dalam proses penyaluran tahun 2026, terdapat sejumlah penerima yang melaporkan bantuan tidak lagi masuk ke rekening maupun status kepesertaan berubah. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses pemutakhiran data yang dilakukan secara berkala.
Penyaluran bantuan saat ini difokuskan kepada masyarakat yang masuk dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 4 berdasarkan hasil pemeringkatan kesejahteraan. Data tersebut menjadi salah satu acuan dalam menentukan kelayakan penerima bansos.
Baca Juga: Kabar Gembira, KPM Bansos PKH Bakal Terima Bantuan PPSE 2026, Ini Penjelasannya
Selain itu, terdapat mekanisme graduasi alamiah yang dapat menyebabkan bantuan berhenti secara otomatis.
Kondisi ini dapat terjadi apabila sistem mendeteksi adanya perubahan tingkat kesejahteraan keluarga, peningkatan penghasilan yang melebihi batas tertentu, atau status pekerjaan yang masuk dalam kategori aparatur negara maupun anggota TNI dan Polri.
Karena itu, perubahan status penerima tidak selalu disebabkan oleh kesalahan sistem, melainkan dapat berkaitan dengan hasil pembaruan data yang dilakukan secara berkala.
Baca Juga: Yes, 3 Bansos Tambahan Ini Kembali Disalurkan Juni 2026, Cek Selengkapnya
Cara Cek Status Penerima PKH dan BPNT Secara Mandiri
Masyarakat dapat melakukan pengecekan status kepesertaan bansos secara mandiri melalui layanan resmi yang tersedia.
Cara pertama dapat dilakukan melalui situs cek bansos dengan memasukkan data wilayah, nama sesuai KTP, NIK, dan kode verifikasi yang diminta sistem. Setelah proses pencarian selesai, informasi mengenai status penerimaan bantuan akan ditampilkan.
Selain melalui situs resmi, pengecekan juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos yang tersedia pada perangkat Android maupun iOS. Aplikasi tersebut menyediakan berbagai fitur terkait informasi kepesertaan dan layanan usulan maupun sanggahan data.
Baca Juga: Hore, Bansos Beras dan Minyak Goreng Kembali Cair Juni 2026, Buruan Ambil
Persiapan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026
Di tengah berlangsungnya penyaluran tahap kedua, proses persiapan menuju tahap ketiga untuk alokasi Juli hingga September 2026 mulai menjadi perhatian. Tahap ini akan diawali dengan verifikasi dan pemadanan data penerima agar bantuan dapat tersalurkan sesuai ketentuan.
KPM disarankan memastikan seluruh data kependudukan yang tercatat di Dukcapil telah sesuai dengan data yang digunakan dalam sistem kesejahteraan sosial. Ketidaksesuaian data berpotensi menimbulkan kendala saat proses verifikasi maupun penyaluran bantuan berikutnya.
Apabila terdapat perubahan data keluarga, alamat, atau dokumen kependudukan lainnya, pembaruan data sebaiknya dilakukan melalui jalur yang telah ditentukan agar status kepesertaan tetap dapat diverifikasi dengan baik.
Dengan penyaluran bansos BPNT dan PKH tahap kedua yang masih berlangsung hingga akhir periode, penerima bantuan diharapkan terus memantau perkembangan status pencairan masing-masing sambil memastikan seluruh data yang digunakan dalam sistem bansos tetap akurat untuk menghadapi penyaluran tahap 3 tahun 2026.***
Editor : Ira Yulia Erfina