RADAR BOGOR - Proses kliring bantuan sosial (bansos) reguler untuk termin susulan terpantau masih bergerak dinamis di berbagai daerah pada pertengahan bulan Juni 2026.
Dilansir dari YouTube Diary Bansos, Kementerian Sosial bersama bank penyalur terus mentransfer sisa alokasi anggaran bansos yang sempat tertunda.
"Selain bantuan dalam bentuk dana bansos tunai, pendistribusian paket pangan komplementer juga dilaporkan masih berjalan secara bertahap di tingkat kelurahan," ujar narator dalam YouTube Diary Bansos.
Berdasarkan struk penarikan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di lapangan, beberapa bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menunjukkan aktivitas transfer dana masuk dengan rincian sebagai berikut:
• Kliring Bank BRI
Terpantau mencairkan dana PKH dan BPNT susulan dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp600.000 hingga menembus angka Rp1.500.000 tergantung komponen keluarga yang dimiliki.
• Kliring Bank BNI
Menunjukkan pergerakan transfer yang cukup signifikan untuk alokasi susulan, di mana salah satu akun KPM melaporkan adanya dana masuk sebesar Rp2.100.000.
• Logistik Pangan Komplementer
Di luar bantuan tunai, program pembagian logistik berupa beras seberat 20 kg dan minyak goreng sebanyak 4 liter juga dikonfirmasi masih terus disalurkan secara berkala bagi warga yang masuk dalam manifes susulan.
Tiga Faktor Utama Penyebab Saldo Bansos Tertahan
1. Status DTKS: Pastikan nama KPM masih terdaftar aktif di sistem SIKS-NG.
2. Kondisi Fisik KKS: Kartu tidak boleh rusak atau pita magnetik aus.
3. Keaktifan Akun: Rekening tidak dalam status pasif (dormant) akibat jarang transaksi.
Baca Juga: Siap-siap, Bansos Non Tunai Desil 4 ke Bawah Siap Disalurkan ke KPM, Simak Selengkapnya
Selain masalah administrasi di atas, adanya ketidakcocokan elemen data (anomali) antara sistem kependudukan sipil (Dukcapil) dengan data di perbankan juga kerap menjadi alasan utama mengapa dana bantuan sosial Anda tersendat di pusat.
KPM bansos yang belum mendapatkan surat undangan resmi untuk jatah logistik pangan tambahan disarankan tetap bersabar menanti antrean.***
Editor : Mutia Tresna Syabania