RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 2 tahun 2026 senilai Rp600.000 dilaporkan mulai berlangsung pada pertengahan Juni 2026.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BRI mengabarkan bahwa saldo bansos BPNT tahap 2 telah masuk ke rekening mereka. Penyaluran ini tidak hanya menyasar pemegang KKS lama, tetapi juga KKS baru yang diterbitkan pada tahun 2026.
Laporan yang masuk menunjukkan bahwa pencairan bansos BPNT tahap 2 di sejumlah wilayah mulai berjalan bersamaan dengan proses penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH). Kondisi tersebut membuat sebagian penerima mendapatkan bantuan dari dua program dalam waktu yang berdekatan.
KKS BRI Mulai Menerima Saldo BPNT Tahap 2
Melansir dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada Kamis, 18 Juni 2026, beberapa KPM melaporkan adanya saldo bansos yang masuk ke rekening KKS Bank BRI pada 16 Juni 2026. Salah satu penerima menyebutkan bahwa bantuan BPNT masuk setelah pencairan PKH yang diterimanya sebelumnya.
Berdasarkan bukti transaksi yang dilaporkan, nominal bantuan yang masuk mendekati Rp600.000. Temuan ini menjadi salah satu tanda bahwa proses penyaluran BPNT Tahap 2 masih terus berlangsung di berbagai daerah.
Baca Juga: 5 Syarat Penting Pemilik KTP agar Berpeluang Menerima Bansos PKH dan BPNT Periode Juni-Juli 2026
Pemegang KKS Baru Tahun 2026 Ikut Menerima Bantuan
Kabar pencairan tidak hanya datang dari pemegang kartu lama, tetapi juga dari pengguna KKS baru tahun 2026. Salah satu penerima di wilayah Tasikmalaya mengabarkan bahwa bantuan telah masuk dan berhasil dicairkan.
Penarikan dana yang dilakukan menunjukkan nominal BPNT sebesar Rp600.000. Informasi ini memberikan gambaran bahwa pemegang KKS baru yang mulai menerima kartu pada tahun 2026 juga telah masuk dalam proses penyaluran bansos tahap berjalan.
“KPM asal Tasikmalaya yang memegang KKS terbaru tahun 2026 menyatakan bahwa bansos sudah dapat dicairkan. Berdasarkan bukti struk, penarikan tunai dilakukan sebesar Rp600.000 pada pukul 07.30 WIB pagi,” jelas narator melalui kanal Youtube Arfan Saputra Channel.
Dengan adanya laporan tersebut, KPM yang baru memperoleh KKS dapat mulai memantau rekening bantuan mereka secara berkala untuk mengetahui perkembangan pencairan.
Sebagian KPM Terima BPNT dan PKH Sekaligus
Selain pencairan BPNT reguler, terdapat pula laporan mengenai masuknya dana bantuan dari dua program sekaligus, yakni BPNT dan PKH.
Salah satu KPM melaporkan saldo rekening yang bertambah hingga sekitar Rp1,789 juta. Setelah dilakukan pengecekan, dana tersebut berhasil ditarik oleh penerima.
Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga dapat berbeda karena menyesuaikan komponen bantuan PKH yang dimiliki masing-masing KPM.
Karena itu, nominal yang masuk ke rekening tidak selalu sama antara satu penerima dengan penerima lainnya.
Penyaluran Masih Berlangsung Secara Bertahap
Munculnya berbagai laporan pencairan menunjukkan bahwa proses penyaluran bantuan masih terus berjalan pada pertengahan Juni 2026. Namun, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap sehingga tidak seluruh KPM menerima dana pada waktu yang sama.
Perbedaan waktu pencairan dapat terjadi karena proses penyaluran menyesuaikan tahapan distribusi di masing-masing wilayah serta kesiapan data penerima yang telah ditetapkan.
KPM Diminta Rutin Mengecek Saldo
KPM pemegang KKS Bank BRI yang belum melihat adanya dana bantuan masuk disarankan untuk memantau saldo rekening secara rutin melalui ATM atau fasilitas resmi yang disediakan bank penyalur.
Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah bantuan sudah masuk ke rekening penerima. Mengingat penyaluran BPNT Tahap 2 dan PKH masih berlangsung secara bertahap, KPM yang belum mendapatkan bantuan saat ini masih berpeluang menerima pencairan pada tahap distribusi berikutnya sesuai jadwal di wilayah masing-masing.***
Editor : Ira Yulia Erfina