RADAR BOGOR – Pemerintah menegaskan akan membedakan skema penyaluran bantuan sosial (bansos) berdasarkan kelompok ekonomi masyarakat.
Kelompok paling miskin tetap mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), sementara masyarakat desil 4 atau kelompok rentan miskin akan mendapatkan bansos stimulus dalam bentuk non tunai.
Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
"Kalau BLT (bansos) bukan yang di menengah, tetapi yang di bawah," ujar Airlangga.
Kelompok desil 4 yang menjadi bansos sasaran stimulus non tunai ini adalah masyarakat dengan pengeluaran bulanan sekitar Rp1.800.000 hingga Rp2.500.000, yang dikategorikan sebagai kelompok nyaris miskin atau rentan miskin.
Kelompok ini dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus namun dengan skema bantuan yang berbeda dari kelompok termiskin.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Usaha untuk Penerima Bansos PPSE Rp5 Juta Tahun 2026, Buruan Cek
Sementara untuk masyarakat kelas menengah yang terdampak kenaikan harga BBM Pertamax, pemerintah menyiapkan skema bantuan melalui program magang yang kembali didorong pada Juni 2026 ini.
Kebijakan pembedaan skema bantuan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk lebih tepat sasaran dalam menyalurkan bansos.
Masing-masing kelompok ekonomi mendapatkan skema yang dianggap paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
Sebelumnya pada kuartal keempat 2025, pemerintah pernah menyalurkan BLTS Kesra kepada 35 juta KPM sebagai stimulus konsumsi sementara.
Namun program tersebut tidak diperpanjang di tahun 2026, sehingga kehadiran bansos stimulus non tunai ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang masih menunggu kepastian bantuan dari pemerintah.
Bentuk konkret dari bansos stimulus non tunai tersebut hingga saat ini masih belum diumumkan secara resmi dan masyarakat penerima manfaat diminta untuk menunggu informasi lanjutan dari pemerintah.***
Editor : Eli Kustiyawati