Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Apa Itu Desil Bansos dan Kenapa Seseorang yang Layak Belum Tentu Dapat PKH? Ini Penjelasannya

Eli Kustiyawati • Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:25 WIB
Ilustrasi pengecakan status desil bansos. (Foto: YouTube Kemensos RI)
Ilustrasi pengecakan status desil bansos. (Foto: YouTube Kemensos RI)

RADAR BOGOR – Masih banyak masyarakat yang belum memahami mengapa mereka tidak menerima bantuan sosial (Bansos) meskipun merasa layak dari segi ekonomi.

Dilansir dari YouTube Pendamping Sosial, jawabannya ada pada sistem desil yang digunakan pemerintah untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Desil yang menentukan apakah masyarakat layak atau tidak untuk menerima bansos.

Baca Juga: KPM Bansos BPNT Desil 1 Tapi Tak Dapat PKH Validasi? Ternyata Ini Salah Satu Penyebabnya

Apa Itu Desil dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Desil adalah sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada dasarnya, seluruh data warga negara Indonesia tersimpan di dalam sistem BPS. Yang membedakan satu orang dengan yang lainnya adalah posisi desilnya.

Desil dibagi dari angka terendah hingga tertinggi. Masyarakat dengan desil rendah, terutama desil 1 hingga 4, merupakan kelompok prioritas penerima bantuan sosial.

Baca Juga: Ciri KPM yang Bansos PKH dan BPNT Tidak Bisa Cair Lagi, Mulai dari Desil Naik hingga Graduasi

Sementara masyarakat dengan desil 5 ke atas, terutama desil 6 ke atas, kemungkinan besar tidak akan menerima bantuan sosial karena dianggap sudah berada pada tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

Yang perlu diketahui adalah posisi desil seseorang bisa berubah sewaktu-waktu seiring dengan pemutakhiran data yang dilakukan secara berkala. Pemberian bantuan sosial selalu mengacu pada data desil terbaru di periode berjalan.

Mengapa Penerima BPNT Desil 1 Bisa Tidak Dapat PKH Validasi?

Baca Juga: Tips Ampuh Turunkan Desil agar Bansos Kembali Cair, Ternyata Ada Waktu yang Direkomendasikan

Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan penerima bansos adalah mengapa seseorang yang terdaftar sebagai penerima BPNT, berada di desil 1, dan memiliki komponen PKH seperti anak sekolah, namun tetap tidak mendapatkan PKH validasi.

Jawabannya terletak pada sistem kuota. Program PKH memiliki kuota nasional sebanyak 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Masing-masing daerah juga memiliki kuota tersendiri.

Artinya, meskipun seseorang memenuhi semua syarat untuk menerima PKH seperti memiliki komponen yang sesuai dan berada di desil rendah, jika kuota PKH di wilayah tempat tinggalnya sudah penuh, maka orang tersebut belum berkesempatan menerima PKH.

Baca Juga: 3 Cara Cek Desil Bansos Secara Online dan Offline, Mudah dan Bisa Dilakukan Siapa Saja

Kuota PKH yang penuh ini bisa berkurang seiring berjalannya waktu melalui proses graduasi, baik graduasi mandiri maupun graduasi alamiah karena penerima tidak lagi memenuhi syarat.

Dengan berkurangnya penerima PKH yang digraduasi, akan ada ruang bagi calon penerima baru yang memenuhi syarat untuk masuk ke dalam program PKH.

Desil Bisa Berubah, Masyarakat Bisa Ajukan Pembaruan Data

Penting untuk dipahami bahwa posisi desil bukanlah sesuatu yang permanen. Masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya bisa mengajukan permintaan pembaruan data atau penurunan desil.

Baca Juga: Stimulus Ekonomi untuk Desil 1-4 Segera Meluncur, KPM Bansos PKH dan BPNT Berpeluang Mendapat Dukungan Tambahan

Pengajuan ini hanya bisa dilakukan pada tanggal 1 hingga 10 setiap bulannya melalui aplikasi Cek Bansos atau langsung melalui petugas SIKS-NG di kantor desa atau kelurahan setempat.

Setelah pengajuan diterima, petugas akan melakukan verifikasi dan survei lapangan untuk menilai kelayakan penurunan desil tersebut.

Dengan memahami sistem desil ini, masyarakat diharapkan bisa lebih aktif memantau posisi desil masing-masing dan mengambil langkah yang tepat jika posisi desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bantuan sosial #Desil #bansos #DTSEN