RADAR BOGOR - Pemerintah dikabarkan kembali akan menyalurkan bansos penebalan non tunai pada Juli 2026.
Segaimana yang dijelaskan pada video yang diunggah kanal Youtube Cek Bansos, bantuan penebalan yang diimaksud yaitu beras dan minyak goreng untuk 33,2 juta penerima manfaat.
"Yang dimaksud adalah bansos penebalan non tunai ini yaitu tentang akan adanya kelanjutan mengenai bantuan pangan," ucap narator kanal Youtube tersebut.
Baca Juga: Selain PKH dan BPNT, Warga DTKS Desil 1-4 Berpeluang Dapat Penebalan Bansos Pangan Mulai Juli 2026
Hal itu juga sudah dikonfirmasi oleh Perum Bulog bahwa penyaluran akan dilakukan pada bulan Juli untuk tiga bulan kedepan.
Oleh karena itu, setiap KPM dikabarkan akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kg dan minyak goreng enam liter yang bisa meraka gunakan untuuk memenuhi kebutuhan pangan harian.
"Jadi masiingg-masing KPM ini akan mendapatkan kurang lebih 30 kg beras serta minyak goreng enam liter," ujar sang narator.
Baca Juga: Pasokan Terpenuhi, Pemadaman Listrik Hari Ini di Wilayah Bogor Dipastikan Batal
Penyaluran bantuan ini merupakan proses kelanjutan penebalan bansos non tunai dari pemerintah untuk mesyarakat miskin dan rentan di tahun 2026.
Hadirnya bansos ini diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga pangan yang sampai saat ini dinilai masih belum stabil.
Proses penyaluran akan dilakukan oleh Perum Bulog dengan cara bekerjasama bersama pemerintah daerah setempat termasuk aparatur desa.
Baca Juga: PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir di Jawa
Surat undangan akan dibagikan kepada penerima manfaat, sehingga mereka nantinya bisa mengambil bansos tersebut sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan.
Penyaluran bansos non tunai tersebut biasanya dilkukan di balai desa, kantor kecamatan, atau lokasi lain yang ditentukan petugas di lapangan.
Masyarakat penerima bantuan bisa datang dengan membawa surat undangan, KTP, dan KK yang mereka miliki untuk proses verifikasi oleh petugas penyalur bansos.***
Editor : Asep Suhendar