RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) susulan Tahap 2 untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilaporkan kembali berlangsung pada 22 Juni 2026.
Berdasarkan laporan terbaru yang dilansir dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada 22 Juni 2026, sejumlah KPM pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mulai menemukan saldo bansos PKH dan BPNT tahap 2 masuk ke rekening mereka.
Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 2 kali ini banyak terpantau melalui rekening yang terhubung dengan Bank BNI, sehingga para penerima diimbau untuk melakukan pengecekan secara berkala.
Pemilik KKS Lama dan Baru Masuk Sasaran Penyaluran
Penyaluran bansos PKH dan BPNT susulan tahap 2 ini menyasar berbagai kategori pemegang KKS, baik kartu yang telah digunakan sejak beberapa tahun lalu maupun KKS baru hasil perpindahan mekanisme penyaluran dari kantor pos ke sistem perbankan.
Dengan cakupan penerima yang cukup luas, proses pencairan tidak dilakukan secara serentak. Sebagian KPM menerima bantuan lebih awal, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses penyelesaian administrasi dan distribusi dana.
Kondisi tersebut membuat pengecekan saldo secara mandiri menjadi langkah penting agar penerima dapat mengetahui perkembangan pencairan tanpa harus menunggu informasi dari pihak lain.
Cara Mengecek Saldo Bansos yang Disarankan
Untuk mengetahui apakah bantuan sudah masuk ke rekening, KPM disarankan melakukan pengecekan melalui beberapa cara berikut:
1. Aplikasi Perbankan
Penerima yang memiliki akses ke layanan digital perbankan dapat memanfaatkan aplikasi Wonder by BNI untuk melihat mutasi rekening maupun saldo terbaru.
2. Mesin ATM Terdekat
Pengecekan juga dapat dilakukan melalui ATM sehingga KPM bisa memastikan secara langsung apakah dana bantuan telah masuk ke rekening KKS yang digunakan.
3. Memantau Perubahan Saldo Secara Berkala
Karena proses distribusi dilakukan bertahap, penerima dianjurkan melakukan pengecekan secara berkala selama masa penyaluran berlangsung.
Status SPM Belum Tentu Menandakan Dana Belum Cair
Dalam proses pencairan bansos, sebagian KPM melaporkan bahwa status bantuan pada sistem masih menunjukkan keterangan SPM atau Surat Perintah Membayar.
Namun demikian, terdapat laporan bahwa dana bantuan sebenarnya sudah masuk ke rekening penerima meskipun status administrasi belum mengalami perubahan.
Baca Juga: Penting untuk KPM, Dana Bansos PKH dan BPNT Bisa Ditarik ke Kas Negara Jika Belum Dicairkan
“Banyak KPM yang melaporkan bahwa meskipun status di sistem informasi bansos masih dalam tahap ‘SPM’, namun saldo sebenarnya sudah berhasil masuk ke rekening,” ujar narator melalui kanal Youtube Arfan Saputra Channel.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa pembaruan data pada sistem dan masuknya dana ke rekening tidak selalu berlangsung pada waktu yang sama. Oleh sebab itu, pengecekan saldo secara langsung tetap menjadi langkah yang paling akurat untuk mengetahui kondisi pencairan.
Nominal BPNT yang Dilaporkan Masuk
Untuk bantuan BPNT, nominal yang paling banyak dilaporkan diterima KPM berada pada angka Rp600.000.
Besaran tersebut merupakan akumulasi bantuan yang masuk sesuai mekanisme penyaluran yang berlaku pada periode pencairan saat ini. Namun demikian, setiap penerima tetap perlu memeriksa rekening masing-masing untuk memastikan jumlah dana yang diterima.
Nominal PKH Berbeda Sesuai Komponen Penerima
Sementara itu, bantuan PKH yang diterima KPM menunjukkan nominal yang bervariasi karena menyesuaikan komponen kepesertaan dalam keluarga.
Beberapa nominal yang dilaporkan antara lain:
Rp975.000
Nominal ini umumnya diterima oleh keluarga yang memiliki kombinasi komponen anak balita dan anak usia sekolah dasar.
Baca Juga: Selain PKH dan BPNT, Warga DTKS Desil 1-4 Berpeluang Dapat Penebalan Bansos Pangan Mulai Juli 2026
Rp1.250.000
Besaran ini banyak ditemukan pada keluarga dengan kombinasi tertentu dari komponen pendidikan yang menjadi bagian dari program PKH.
Rp1.500.000
Nominal lebih besar dilaporkan diterima oleh keluarga yang memiliki lebih dari satu komponen prioritas, seperti dua anak balita atau gabungan beberapa komponen pendidikan.
Perbedaan nominal tersebut merupakan bagian dari mekanisme PKH yang memang memberikan bantuan berdasarkan kategori anggota keluarga yang terdaftar dan telah memenuhi persyaratan program.
Baca Juga: Hore, Bansos Komplementer Senilai Rp450 Ribu Kembali Cair Minggu Terakhir Juni 2026
Penyaluran Dilaporkan Terjadi di Berbagai Wilayah
Laporan penerimaan bantuan datang dari sejumlah daerah yang berbeda. Beberapa di antaranya berasal dari wilayah Pasuruan dan Kebayoran Lama, Jakarta.
Munculnya laporan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa proses pencairan susulan Tahap 2 tidak hanya berlangsung pada satu wilayah tertentu, melainkan menjangkau sejumlah daerah secara bertahap sesuai proses penyaluran yang sedang berjalan.
KPM Diminta Tetap Aktif Memantau Rekening
Di tengah berlangsungnya penyaluran susulan PKH dan BPNT Tahap 2, KPM disarankan untuk tetap aktif memantau saldo rekening KKS masing-masing. Langkah ini penting karena pencairan tidak selalu terjadi pada waktu yang sama untuk seluruh penerima.
Baca Juga: KPM PKH dan BPNT Berpeluang Dapat Bansos Tambahan, PIP Rp450 Ribu Dilaporkan Cair di Berbagai Daerah
Selain memeriksa informasi administrasi yang tersedia, pengecekan langsung melalui aplikasi perbankan maupun ATM dapat membantu penerima mengetahui lebih cepat apakah bantuan telah berhasil masuk ke rekening mereka.
Dengan demikian, KPM dapat memperoleh kepastian mengenai status pencairan bansos yang sedang berlangsung pada akhir Juni 2026.***
Editor : Ira Yulia Erfina