RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan kembali datang bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di berbagai daerah Indonesia.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua dilaporkan kembali berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026.
Menariknya, pencairan kali ini tidak hanya menyasar pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) lama, tetapi juga KKS baru yang sebelumnya masih menunggu kepastian penyaluran.
Sejak pagi hingga sore hari, berbagai laporan pencairan bermunculan dari para penerima manfaat yang membagikan bukti saldo masuk melalui rekening Bank BNI.
Baca Juga: 4 Fakta Kukuru Coffee x Ayamayaman Dramaga Bogor, Tempat Nongkrong Favorit Mahasiswa
Sebagian besar penerima mengaku bantuan yang sebelumnya belum cair akhirnya berhasil masuk ke rekening mereka pada hari yang sama.
Salah satu laporan terbaru menunjukkan BPNT tahap kedua senilai Rp600.000 telah masuk ke rekening penerima melalui aplikasi perbankan BNI.
Notifikasi transaksi tersebut diterima pada 22 Juni 2026 dan menjadi salah satu bukti bahwa proses penyaluran susulan masih terus berjalan.
Tidak hanya BPNT, sejumlah penerima juga melaporkan pencairan PKH tahap kedua susulan.
Dari Kabupaten Pasuruan, misalnya, seorang KPM mengungkapkan bahwa dana PKH sebesar Rp1.250.000 telah masuk ke rekening KKS lama yang diterbitkan sejak tahun 2017.
Baca Juga: KKS Lama dan Baru Bank Ini Mulai Terisi, Bansos PKH Juni Cair Masal
Pencairan ini menjadi kabar baik bagi penerima yang sebelumnya masih berstatus menunggu meskipun proses administrasi telah selesai.
Gelombang pencairan juga dilaporkan terjadi pada penerima yang mendapatkan PKH dan BPNT secara bersamaan.
Dalam salah satu laporan, total bantuan yang diterima mencapai Rp2.100.000 yang terdiri atas BPNT Rp600.000 dan PKH Rp1.500.000.
Nominal PKH tersebut diduga berasal dari komponen anak balita yang tercatat lebih dari satu orang dalam keluarga penerima.
Fenomena pencairan serentak ini membuat banyak KPM mulai kembali memeriksa rekening mereka secara berkala.
Sejumlah penerima bahkan mengaku tidak menyangka bantuan akan masuk pada hari Senin karena sebelumnya belum ada perubahan status yang signifikan pada sistem.
Menariknya, pencairan kali ini tidak hanya menyasar KKS lama.
Baca Juga: Kulineran di Pasar Cibinong Bogor, Ini 5 Tempat yang Wajib Dicoba
Sejumlah laporan menunjukkan KKS baru hasil peralihan penyaluran dari kantor pos ke rekening bank juga mulai menerima bantuan.
Salah satu penerima KKS baru melaporkan saldo PKH sebesar Rp975.000 telah berhasil masuk ke rekening Bank BNI miliknya pada 22 Juni 2026.
Besaran bantuan yang diterima bervariasi sesuai komponen yang dimiliki masing-masing keluarga.
Ada penerima yang memperoleh Rp975.000 untuk komponen anak sekolah dasar dan anak balita.
Ada pula yang menerima Rp1.250.000 hingga Rp1.500.000 karena memiliki kombinasi komponen keluarga yang lebih banyak.
Baca Juga: Bansos PKH dan PIP Mulai Cair, Nominalnya Bikin KPM Senang, Cek KKS Anda
Di wilayah Jakarta, tepatnya Kebayoran Lama, salah satu penerima manfaat juga melaporkan bahwa BPNT telah lebih dahulu cair sebelum kemudian disusul pencairan PKH pada sore hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa jadwal masuknya bantuan dapat berbeda pada setiap rekening meskipun berasal dari periode penyaluran yang sama.
Banyak laporan yang menyebutkan bahwa bantuan tetap cair meskipun status administrasi masih menunjukkan proses tertentu.
Hal ini membuat sebagian penerima yang sebelumnya khawatir kini mulai optimistis bahwa dana bantuan mereka juga akan segera disalurkan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Rekomedasi 5 Dealer Motor Listrik Terbaik di Bogor, Cek di Sini
Dengan semakin banyaknya bukti pencairan yang bermunculan, para KPM yang menggunakan KKS Bank BNI dan belum menerima bantuan tahap kedua disarankan untuk terus memantau rekening secara berkala.
Penyaluran susulan masih berlangsung dan dapat masuk sewaktu-waktu sesuai proses yang berjalan di masing-masing wilayah.
Pencairan PKH dan BPNT tahap kedua ini diharapkan mampu membantu kebutuhan dasar masyarakat penerima manfaat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian keluarga.
Pemerintah pun terus berupaya memastikan bantuan dapat diterima oleh keluarga yang memang berhak menerimanya.***
Editor : Khairunnisa RB