RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT Tahap 2 tahun 2026 masih menjadi perhatian banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dilansir dari kanal Youtube Pendamping Sosial pada Rabu, 24 Juni 2026, masih terdapat sejumlah penerima bansos PKH dan BPNT tahap 2 yang belum menerima hak mereka, baik melalui penyaluran PT Pos Indonesia maupun melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang baru diterbitkan.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat masih menantikan kepastian pencairan, terutama karena periode penyaluran Tahap 3 sudah semakin dekat. Meski demikian, proses penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 2 disebut masih berjalan dan belum sepenuhnya selesai di berbagai daerah.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 2 Cair Lagi, KKS Baru dan Lama Terima Saldo Besar
Dua Kelompok Penerima Bansos yang Masih Menunggu Pencairan
Hingga saat ini terdapat dua kelompok penerima yang dilaporkan belum menerima pencairan bansos tahap 2 tahun 2026.
Kelompok pertama adalah penerima bansos PKH dan BPNT yang penyalurannya dilakukan melalui PT Pos Indonesia. Sejumlah wilayah, terutama daerah yang masuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masih mengalami keterlambatan distribusi bantuan.
Meskipun pencairan belum diterima oleh seluruh penerima manfaat, proses penyaluran bansos belum dinyatakan berakhir. Karena itu, masyarakat yang terdaftar sebagai penerima diimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait jadwal penyaluran di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Bansos BPNT Selangkah Lagi Cair, KPM Berpeluang Dapat Rp600 Ribu
Kelompok kedua adalah penerima KKS baru hasil proses buka rekening kolektif atau Burekol. Banyak penerima yang telah menerima kartu KKS Merah Putih, tetapi saldo bantuan di rekening mereka masih belum terlihat.
“Dikarenakan waktu yang sudah mendekati periode pencairan Tahap 3, diprediksi saldo tersebut kemungkinan baru akan terisi dan dicairkan pada bulan Juli mendatang,” ujar narator melalui kanal Youtube Pendamping Sosial.
Dengan waktu pencairan Tahap 2 yang semakin mendekati akhir periode, muncul perkiraan bahwa sebagian bantuan untuk KKS baru berpotensi baru masuk pada bulan Juli 2026. Jika hal tersebut terjadi, maka pencairan dapat berlangsung bersamaan dengan periode penyaluran berikutnya.
Baca Juga: Salah Tafsir SE DTSEN, 1.300 Penerima Bansos dan Penebusan Ijazah di Kota Bogor Terhambat
Cara Memantau Saldo bagi Pemegang KKS Baru
Bagi penerima yang sudah memegang KKS baru tetapi belum menemukan saldo bantuan di rekeningnya, pemantauan secara berkala menjadi langkah yang disarankan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan layanan mobile banking sesuai bank penyalur. Langkah ini dinilai lebih praktis dibanding harus berulang kali datang ke ATM hanya untuk melakukan pengecekan saldo.
Penerima yang menggunakan rekening BRI dapat memanfaatkan aplikasi BRImo. Sementara itu, pemegang rekening BNI dapat menggunakan BNI Mobile Banking dan nasabah Bank Mandiri dapat mengecek saldo melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.
Baca Juga: Bansos Beras dan Minyak Goreng Juni 2026 Disalurkan, Begini Cara Cek Penerimanya
Selain melalui aplikasi perbankan, masyarakat juga dapat meminta bantuan pendamping PKH atau operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di kantor desa maupun kelurahan untuk mengetahui perkembangan status data penerima bantuan.
Apakah Penerima Bantuan Pangan Otomatis Bisa Mendapat PKH?
Masih banyak masyarakat yang bertanya apakah penerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, serta penerima bansos lainnya, otomatis berhak menerima PKH apabila berada pada kategori desil 4.
Jawabannya tidak selalu demikian. Kepesertaan PKH tidak hanya ditentukan oleh tingkat kesejahteraan atau desil semata, tetapi juga harus memenuhi persyaratan komponen PKH yang berlaku.
Baca Juga: Skema Penyaluran Bansos BPNT 2026, KPM Bogor Harus Paham Ini
Komponen tersebut meliputi ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah dari jenjang SD hingga SMA, penyandang disabilitas, serta lanjut usia berumur 70 tahun ke atas.
Selain itu, peluang menjadi penerima PKH juga dipengaruhi oleh ketersediaan kuota penerima di masing-masing wilayah. Karena itu, meskipun masuk dalam kelompok yang berpotensi menerima bansos, seseorang belum tentu langsung terdaftar sebagai penerima PKH.
BPNT Murni Mendadak Menerima Transfer Besar, Apa Penyebabnya?
Pertanyaan lain yang cukup sering muncul di masyarakat adalah mengenai penerima bansos BPNT murni yang tiba-tiba memperoleh transfer bantuan dalam jumlah lebih besar dibanding biasanya, bahkan mencapai jutaan rupiah.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Dipercepat, 475 Ribu KPM Baru Masuk
Kondisi tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah penerima tersebut masuk dalam skema perluasan PKH melalui proses validasi sistem sehingga memperoleh tambahan hak bantuan.
Kemungkinan lainnya adalah adanya bansos dari periode sebelumnya yang belum tersalurkan dan kemudian dibayarkan secara rapel pada pencairan berikutnya. Akibatnya, nominal yang diterima menjadi lebih besar dibanding pencairan reguler.
Untuk mengetahui sumber bantuan yang masuk secara pasti, masyarakat disarankan melakukan pengecekan mandiri melalui aplikasi resmi Cek Bansos atau berkonsultasi dengan pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Rp26 Triliun Stimulus 2026, KPM PKH BPNT Dapat Bansos Tambahan Baru
Dengan masih adanya proses penyaluran yang berlangsung hingga akhir Juni 2026, sejumlah penerima PKH dan BPNT Tahap 2 masih menunggu kepastian pencairan.
Penerima yang menggunakan PT Pos Indonesia maupun pemegang KKS baru menjadi dua kelompok yang saat ini paling banyak menantikan masuknya bantuan ke rekening atau jadwal penyaluran di daerah mereka.***
Editor : Ira Yulia Erfina