RADAR BOGOR - Program stimulus ekonomi untuk semester kedua tahun 2026 mulai dijalankan dengan total nilai mencapai Rp26,34 triliun. Paket kebijakan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari bansos pangan, transportasi, industri, perpajakan, hingga program vokasi.
Dalam paket stimulus tersebut, bansos pangan beras menjadi salah satu program dengan alokasi anggaran terbesar.
Bansos Pangan Beras Dilanjutkan Selama Tiga Bulan
Melansir dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada Rabu, 24 Juni 2026, program bansos pangan beras akan kembali disalurkan selama tiga bulan berturut-turut, yaitu pada Juli, Agustus, dan September 2026. Program Stimulus ini ditujukan kepada 33,24 juta penerima manfaat yang tersebar di berbagai daerah.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Belum Tuntas, Ini Penyebabnya
Alokasi anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai sekitar Rp17,54 triliun, dengan cakupan penerima yang besar.
Diskon dan Insentif Transportasi Udara
Sektor transportasi udara juga memperoleh dukungan melalui pemberian diskon dan berbagai insentif. Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah serta masa Natal dan Tahun Baru.
Anggaran yang dialokasikan untuk program transportasi udara diperkirakan mencapai Rp2,04 triliun. Kehadiran insentif ini diharapkan dapat membantu menjaga aktivitas perjalanan sekaligus mendukung sektor transportasi dan pariwisata.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 2 Cair Lagi, KKS Baru dan Lama Terima Saldo Besar
“Insentif transportasi udara akan diberikan pada dua periode utama, yakni selama liburan sekolah dan menjelang pergantian tahun. Total alokasi anggaran untuk insentif transportasi ini berkisar Rp2,04 triliun,” ulas narator melalui kanal Youtube Arfan Saputra Channel.
Tarif PPH Final Royalti Penulis Menjadi 1,5 Persen
Pada sektor perpajakan, diterapkan tarif Pajak Penghasilan (PPH) final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis. Tarif ini lebih rendah dibandingkan skema sebelumnya yang berada dalam rentang tarif progresif yang lebih tinggi.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dan keringanan bagi para penulis dalam memenuhi kewajiban perpajakan atas pendapatan royalti yang diperoleh.
Baca Juga: Bansos BPNT Selangkah Lagi Cair, KPM Berpeluang Dapat Rp600 Ribu
Bea Masuk Nol Persen untuk Impor LPG Industri Petrokimia
Untuk mendukung sektor industri, bea masuk impor LPG bagi industri petrokimia ditetapkan menjadi 0 persen. Kebijakan ini bertujuan menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha.
Manfaat ekonomi yang diharapkan dari kebijakan tersebut diperkirakan mencapai Rp2,25 triliun. Selain memberikan penghematan biaya, langkah ini juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi di sektor terkait.
Bahan Baku Plastik Bebas Bea Masuk
Kebijakan pembebasan bea masuk juga diberikan kepada bahan baku plastik. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga berbagai produk yang menggunakan kemasan plastik.
Baca Juga: Salah Tafsir SE DTSEN, 1.300 Penerima Bansos dan Penebusan Ijazah di Kota Bogor Terhambat
Karena sebagian besar produk makanan dan kebutuhan sehari-hari menggunakan kemasan berbahan plastik, penurunan biaya impor bahan baku diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan harga di tingkat konsumen.
Impor Suku Cadang Pesawat Dikenakan Tarif Nol Persen
Paket stimulus juga mencakup penurunan tarif impor suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Kebijakan ini diarahkan untuk mendukung keberlangsungan industri penerbangan nasional.
Selain membantu menekan biaya operasional, langkah tersebut juga diharapkan meningkatkan daya saing industri perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di dalam negeri.
Baca Juga: Bansos Beras dan Minyak Goreng Juni 2026 Disalurkan, Begini Cara Cek Penerimanya
Program Magang dan Vokasi Tetap Berjalan
Program magang dan vokasi kembali dilanjutkan pada semester kedua 2026. Program ini dipandang sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk mendukung pelaksanaannya, disiapkan anggaran sekitar Rp6,26 triliun. Dana tersebut digunakan untuk menjaga keberlanjutan berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi kerja.
Subsidi Kedelai untuk Perajin Tahu dan Tempe
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Dipercepat, 475 Ribu KPM Baru Masuk
Paket stimulus juga mencakup stabilisasi harga kedelai melalui subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram bagi perajin tahu dan tempe. Program ini disiapkan untuk menjaga keberlangsungan usaha serta membantu menekan dampak kenaikan harga bahan baku.
Kuota subsidi yang disediakan mencapai 250.000 ton. Mekanisme penyalurannya akan diaktifkan apabila harga kedelai di pasar melampaui harga acuan yang telah ditentukan.***
Editor : Ira Yulia Erfina