Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos Lansia Dihapus? Cek Skema Baru dan Program Pengganti untuk KPM

Khairunnisa RB • Rabu, 24 Juni 2026 | 18:53 WIB
Pemberian bansos untuk lansia (Foto: desakanigoro.magelangkab.go.id)
Pemberian bansos untuk lansia (Foto: desakanigoro.magelangkab.go.id)

RADAR BOGOR Kabar terbaru mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk KPM akhirnya terungkap.

Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, pemerintah mengungkapkan bahwa realisasi bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Juni 2026 telah mencapai angka yang cukup tinggi.

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa penyaluran PKH telah menjangkau 9,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau sekitar 94 persen dari target nasional. 

Total dana bansos yang telah disalurkan mencapai Rp7,13 triliun.

Baca Juga: Bukan Bakso Biasa, Kuliner Lodaya Ini Dicari Wisatawan Lintas Generasi di Bandung

Sementara itu, program sembako atau BPNT juga terus berjalan. 

Sebanyak 15,9 juta keluarga telah menerima bantuan dengan nilai total penyaluran mencapai Rp9,54 triliun atau sekitar 87 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Meski progres penyaluran bansos tergolong tinggi, pemerintah mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan besar. 

Salah satunya adalah keterbatasan anggaran yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2025, anggaran Kemensos tercatat sebesar Rp112,80 triliun. 

Namun pada tahun 2026 jumlah tersebut turun menjadi Rp84,13 triliun. 

Baca Juga: BLT Dana Desa Cair Lagi, KPM Terima Rp900 Ribu hingga Rp1,8 Juta

Pagu indikatif tahun 2027 bahkan diperkirakan hanya berada di angka Rp84,71 triliun.

Padahal, tugas dan program yang harus dijalankan kementerian terus bertambah. 

Selain menyalurkan bansos reguler, Kemensos juga mengelola Sekolah Rakyat, program digitalisasi bansos, pemberdayaan sosial ekonomi, hingga berbagai program kebencanaan.

Salah satu inovasi yang kini menjadi perhatian adalah digitalisasi bansos berbasis biometrik. 

Program ini dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus mempercepat proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Bogor Mulai Bangun Jembatan Bomang

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melakukan pendaftaran bantuan secara mandiri melalui portal perlindungan sosial. 

Jika terdapat kesalahan data, warga juga diberikan kesempatan melakukan sanggah secara langsung melalui sistem digital.

Kemensos menyebut bahwa proses verifikasi kini dapat dilakukan jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. 

Dalam tahap uji coba, proses penetapan status penerima bantuan dapat selesai hanya dalam waktu 15 hingga 45 menit.

Selain bansos reguler, pemerintah juga melaporkan sejumlah bantuan lain yang telah disalurkan sepanjang tahun 2026. 

Baca Juga: Berendam Air Panas Alami di Kaki Gunung Papandayan Garut, Tempat Ini Wajib Anda Kunjungi 

Bantuan Jaminan Hidup telah menjangkau lebih dari 273 ribu jiwa dengan nilai hampir Rp370 miliar.

Program bantuan hunian sementara maupun hunian tetap bagi korban bencana juga telah diberikan kepada puluhan ribu keluarga. 

Sementara santunan ahli waris telah diterima oleh lebih dari seribu penerima dengan nilai mencapai Rp17,10 miliar.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah berupaya memperluas Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). 

Target penerima direncanakan meningkat menjadi 150.000 keluarga penerima manfaat dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp825 miliar.

Kemensos menilai program pemberdayaan sangat penting untuk mendorong graduasi atau keluarnya masyarakat dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. 

Baca Juga: Polsek Cigudeg Bogor Amankan Mobil Boks Tanpa Pengemudi

Namun upaya tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.

Dalam rapat tersebut juga terungkap bahwa program permakanan bagi lansia dan penyandang disabilitas yang berjalan sejak 2022 tidak lagi memperoleh alokasi anggaran pada tahun ini. 

Sebagai gantinya, pemerintah sedang mengupayakan agar kelompok tersebut masuk dalam sasaran program Makan Bergizi Gratis.

Dengan berbagai tantangan yang ada, Kemensos menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem perlindungan sosial nasional. 

Baca Juga: Taman Bunga Nusantara Cianjur, Destinasi Wisata Keluarga Terbaik di Jawa Barat

Pemerintah berharap digitalisasi, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas layanan dapat membuat bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu membantu masyarakat keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.***

Editor : Khairunnisa RB
#lansia #kpm #bansos