Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos Pangan Lanjut, Cek 8 Program Stimulus Ekonomi yang Bikin KPM Untung Gede

Khairunnisa RB • Rabu, 24 Juni 2026 | 20:16 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos beras kepada KPM. (Foto: srimulyo-bantul.desa.id)
Ilustrasi penyaluran bansos pangan kepada KPM. (Foto: srimulyo-bantul.desa.id)

RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos datang dari pemerintah. 

Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, pemerintah meluncurkan delapan program stimulus ekonomi nasional untuk semester kedua tahun 2026 dengan total nilai mencapai Rp26,34 triliun.

Paket kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak gejolak ekonomi dunia. 

Pemerintah menilai kondisi global masih membutuhkan perhatian serius karena perkembangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi internasional berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi dalam negeri.

Baca Juga: Inflasi Kota Bogor Mei 2026 di Angka 3,19 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan BBM

Karena itulah berbagai langkah strategis disiapkan, mulai dari insentif perpajakan, dukungan bagi industri, bantuan pangan, hingga program peningkatan kualitas tenaga kerja.

Salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus adalah masyarakat penerima bantuan sosial pangan. 

Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan bantuan pangan selama tiga bulan tambahan, yakni Juli hingga September 2026.

Sebanyak 33,24 juta penerima akan memperoleh manfaat dari program ini. 

Baca Juga: Darajat Pass Garut, Sensasi Waterpark Air Panas di Tengah Dingin Pegunungan

Dengan anggaran mencapai Rp17,54 triliun, bantuan pangan diharapkan dapat menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Selain masyarakat penerima bansos, para penulis juga menjadi kelompok yang akan merasakan manfaat langsung dari stimulus ekonomi terbaru. 

Pemerintah menetapkan tarif PPh final royalti sebesar 1,5 persen, jauh lebih rendah dibandingkan tarif sebelumnya yang dapat mencapai 35 persen.

Kebijakan tersebut dinilai dapat mendorong produktivitas para penulis sekaligus memberikan penghargaan yang lebih besar terhadap karya intelektual yang dihasilkan.

Baca Juga: Bansos Lansia Dihapus? Cek Skema Baru dan Program Pengganti untuk KPM

Di sektor transportasi, pemerintah akan memberikan berbagai insentif selama masa liburan sekolah dan periode Natal serta Tahun Baru. 

Langkah ini bertujuan meningkatkan pergerakan masyarakat sehingga aktivitas ekonomi di berbagai daerah dapat tumbuh lebih cepat.

Dunia industri juga memperoleh sejumlah fasilitas penting. 

Pemerintah membebaskan bea masuk impor LPG untuk industri petrokimia. Kebijakan ini diperkirakan dapat mengurangi beban biaya produksi dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Baca Juga: Bukan Bakso Biasa, Kuliner Lodaya Ini Dicari Wisatawan Lintas Generasi di Bandung

Pada saat yang sama, pemerintah juga membebaskan bea masuk impor bahan baku plastik. 

Kebijakan ini dianggap penting karena bahan plastik masih digunakan secara luas dalam berbagai sektor industri, terutama industri kemasan makanan dan minuman.

Industri penerbangan turut memperoleh dukungan melalui pembebasan bea masuk impor suku cadang pesawat. 

Dengan biaya operasional yang lebih rendah, perusahaan penerbangan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat sektor perawatan pesawat dalam negeri.

Sementara itu, pemerintah juga melanjutkan program magang dan vokasi yang menjadi salah satu fokus utama dalam menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten. 

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Baca Juga: Polsek Cigudeg Bogor Amankan Mobil Boks Tanpa Pengemudi

Tidak kalah penting, pemerintah menyiapkan program stabilisasi harga kedelai bagi para perajin tahu dan tempe. 

Melalui subsidi Rp2.000 per kilogram dengan kuota 250.000 ton, pemerintah berupaya menjaga keberlangsungan usaha kecil sekaligus mencegah kenaikan harga produk olahan kedelai di pasaran.

Paket stimulus senilai Rp26,34 triliun ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan dukungan terhadap dunia usaha. 

Dengan kombinasi bantuan sosial, insentif fiskal, serta dukungan terhadap sektor produktif, pemerintah berharap ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh di tengah berbagai tantangan yang masih terjadi di tingkat global.

Dalam beberapa bulan ke depan, masyarakat akan mulai melihat implementasi berbagai program tersebut. 

Baca Juga: Bendungan Jatiluhur Purwakarta, Tawarkan Perpaduan Alam, Rekreasi, dan Infrastruktur Raksasa

Banyak pihak berharap stimulus ini tidak hanya mampu menjaga daya beli, tetapi juga menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional hingga penghujung tahun 2026.***

Editor : Khairunnisa RB
#stimulus ekonomi #kpm #bansos