RADAR BOGOR - Memasuki semester kedua tahun 2026, sejumlah program stimulus ekonomi mulai disiapkan termasuk bansos beras. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp26,34 triliun dengan pelaksanaan bertahap mulai Juli hingga Desember 2026.
Melansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Kamis, 25 Juni 2026, sasaran program stimulus ini mencakup keluarga penerima manfaat bansos salah satunya pangan beras, masyarakat umum, pelaku usaha, pekerja, lulusan baru, hingga pelaku industri kreatif.
Paket stimulus tersebut terdiri dari 8 program utama yang meliputi bansos pangan beras, subsidi transportasi, dukungan sektor pangan, pengembangan tenaga kerja, hingga insentif perpajakan bagi penulis. Berikut rincian lengkapnya.
Baca Juga: Cara Cek Apakah Anda Berhak Dapat BLT Dana Desa Rp300.000, Ini Kriteria Lengkapnya
Bantuan Pangan Beras 10 Kg untuk Jutaan Penerima
Program bansos pangan beras menjadi stimulus dengan alokasi anggaran terbesar dalam paket semester kedua tahun 2026.
Penyaluran ditargetkan menjangkau sekitar 33,24 juta penerima manfaat. Kelompok sasaran utamanya mencakup keluarga yang selama ini terdaftar sebagai penerima bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Dialokasikan bagi 33,24 juta jiwa penerima manfaat, khususnya yang termasuk dalam KPM reguler seperti PKH dan BPNT,” ungkap narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Baca Juga: Tak Hanya PKH BPNT, Bansos Ini Juga Mulai Cair ke KPM
Bantuan akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut, yaitu untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
PPN Tiket Pesawat Domestik Ditanggung Penuh
Sektor transportasi udara juga memperoleh stimulus melalui kebijakan pajak yang ditanggung negara. Dalam program ini, pajak pertambahan nilai untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi dijadwalkan ditanggung sepenuhnya.
Kebijakan tersebut disiapkan untuk sekitar 2 juta penumpang dan diterapkan pada periode-periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Baca Juga: Hore, 3 Bansos Ini Cair Lewat Kantor Pos Akhir Juni 2026
Masa berlakunya mencakup libur sekolah pertengahan tahun serta periode libur Natal dan Tahun Baru yang biasanya mengalami peningkatan jumlah perjalanan.
Diskon Tiket Kereta Api Kelas Ekonomi
Selain transportasi udara, pengguna kereta api kelas ekonomi komersial juga mendapatkan stimulus berupa potongan tarif sebesar 30 persen.
Periode pemberlakuannya mengikuti jadwal yang berdekatan dengan masa libur sekolah dan libur akhir tahun.
Baca Juga: Bansos Pangan Lanjut, Cek 8 Program Stimulus Ekonomi yang Bikin KPM Untung Gede
Diskon Kapal Pelni dan Penyeberangan Feri Gratis
Dukungan terhadap konektivitas antardaerah juga diberikan melalui subsidi transportasi laut. Tarif dasar kapal laut Pelni mendapatkan potongan harga sebesar 30 persen.
Periode pelaksanaannya berlangsung lebih panjang dibanding beberapa program transportasi lainnya, yakni sejak akhir Juni hingga pertengahan Agustus, serta kembali diterapkan pada masa libur akhir tahun.
Selain itu, biaya jasa kepelabuhanan untuk layanan penyeberangan kapal feri juga direncanakan digratiskan pada periode tertentu guna mengurangi beban pengeluaran masyarakat yang melakukan perjalanan antarpulau.
Baca Juga: Bansos Lansia Dihapus? Cek Skema Baru dan Program Pengganti untuk KPM
Subsidi Kedelai untuk Menjaga Stabilitas Harga
Di sektor pangan, stimulus diberikan melalui program stabilisasi pasokan dan harga kedelai. Program ini dirancang untuk menjaga ketersediaan bahan baku bagi pelaku usaha tahu dan tempe.
Bentuk dukungannya berupa subsidi hingga Rp2.000 per kilogram dengan kuota tahap awal mencapai 250.000 ton.
Wilayah yang mengalami kenaikan harga kedelai di atas harga acuan menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut agar aktivitas produksi tetap berjalan dan harga produk olahan kedelai tetap terjangkau.
Baca Juga: Bansos Beras Dilanjutkan, Ini Isi Stimulus Ekonomi 2026
Program Magang Nasional bagi 150 Ribu Peserta
Bidang ketenagakerjaan memperoleh dukungan melalui Program Magang Nasional yang mulai berjalan pada Juli 2026.
Program ini ditujukan untuk memperluas kesempatan memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
Target peserta yang akan difasilitasi mencapai 150.000 orang dari berbagai latar belakang pendidikan dan wilayah.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Belum Tuntas, Ini Penyebabnya
Pelatihan Vokasi Gratis untuk 270 Ribu Penerima Manfaat
Selain program magang, pelatihan vokasi gratis juga menjadi bagian dari stimulus ekonomi semester kedua tahun ini.
Program tersebut menyediakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi masyarakat yang membutuhkan peningkatan keterampilan kerja.
Sasaran utama meliputi lulusan sekolah kejuruan yang belum bekerja serta pekerja yang kehilangan pekerjaan dan membutuhkan kompetensi baru untuk memasuki pasar kerja. Jumlah penerima manfaat yang ditargetkan mencapai sekitar 270.000 orang.
Baca Juga: Bansos BPNT Selangkah Lagi Cair, KPM Berpeluang Dapat Rp600 Ribu
Insentif Pajak bagi Penulis Buku
Stimulus juga menyentuh sektor industri kreatif melalui kebijakan perpajakan khusus bagi penulis buku nasional.
Dalam skema ini diterapkan tarif Pajak Penghasilan Final atas royalti sebesar 1,5 persen. Tarif tersebut lebih rendah dibanding ketentuan umum yang berlaku pada beberapa jenis penghasilan lainnya.
Kebijakan ini ditujukan untuk mendukung produktivitas karya tulis sekaligus memperkuat ekosistem literasi dan penerbitan nasional.
Baca Juga: Salah Tafsir SE DTSEN, 1.300 Penerima Bansos dan Penebusan Ijazah di Kota Bogor Terhambat
Delapan stimulus ekonomi tersebut dijadwalkan mulai berjalan secara bertahap sejak Juli 2026. Pelaksanaannya akan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta instansi terkait sesuai dengan bidang masing-masing, mulai dari pangan, transportasi, ketenagakerjaan hingga industri kreatif.***
Editor : Ira Yulia Erfina