Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Anggaran Rp26,34 Triliun untuk Bansos Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Ini 8 Programnya

Eli Kustiyawati • Jumat, 26 Juni 2026 | 08:19 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: YouTube PerekonomianRI)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: YouTube PerekonomianRI)

RADAR BOGOR - Pemerintah resmi mengumumkan paket bansos stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk semester kedua tahun 2026.

Pengumuman disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, dikutip dari YouTube PerekonomianRI pada 26 Juni 2026.

Menko Perekonomian menyebutkan paket stimulus ekonomi ini merupakan respons atas dinamika geoekonomi global yang masih bergejolak, terutama situasi di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz yang terus dipantau perkembangannya.

Kebijakan ini sekaligus merupakan langkah proaktif untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik dari potensi risiko eksternal.

Baca Juga: Status Bansos Belum Cair? Ini Panduan Lengkap Cek Penyaluran Berbagai Jenis Bantuan

"Kita perlu terus menjaga ekonomi domestik dan juga harus jaga dengan langkah-langkah proaktif untuk mencegah dan mengantisipasi risiko eksternal yang mungkin muncul," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Delapan Program Stimulus

Paket stimulus semester kedua ini mencakup delapan program utama. Pertama, tarif khusus PPh final royalti sebesar 1,5% bagi penulis, turun signifikan dari tarif reguler yang selama ini berlaku antara 5% hingga 35%. Kebijakan ini merupakan realisasi janji kampanye Presiden Prabowo.

Kedua, diskon dan insentif transportasi untuk periode libur sekolah dan libur Natal serta Tahun Baru atau Nataru dengan total anggaran Rp2,04 triliun.

Baca Juga: Update Penyaluran 8 Jenis Bansos Juni 2026, Mana yang Sudah Cair dan Mana yang Belum? Cek di Sini

Ketiga, bea masuk 0% untuk impor LPG bagi industri petrokimia yang diperkirakan memberikan manfaat ekonomi sebesar Rp2,25 triliun melalui pengurangan biaya produksi dan efek pengganda.

Keempat, bea masuk 0% untuk bahan baku plastik guna membantu pengendalian inflasi mengingat hampir seluruh kemasan makanan menggunakan plastik.

Kelima, bea masuk 0% untuk suku cadang pesawat guna mendukung industri penerbangan dan meningkatkan daya saing industri MRO.

Keenam, program magang dan vokasi dengan anggaran Rp6,26 triliun yang didorong pelaksanaannya di semester kedua.

Baca Juga: Mau Dapat Bansos Tahap Ketiga? Pastikan 3 Hal Ini Sebelum Juli 2026

Ketujuh, bantuan pangan untuk periode Juli hingga September 2025 yang menyasar 33,24 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp17,54 triliun.

Kedelapan, stabilisasi harga kedelai untuk perajin tahu dan tempe dengan subsidi Rp2.000 per kilogram dan kuota 250.000 ton yang akan aktif apabila harga kedelai melampaui harga acuan pembelian.

Rincian Alokasi Anggaran

Total stimulus Rp26,34 triliun dialokasikan untuk insentif transportasi Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, dan bantuan pangan Rp18,04 triliun.

Baca Juga: Siap-Siap Tahap 3 KPM, Ini Penentu Bansos PKH dan BPNT Cair Lagi Juli-September

Seluruh kebijakan telah dibahas secara lintas kementerian dan mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Menko Perekonomian menegaskan kebijakan bea masuk 0% untuk LPG dan plastik dirancang untuk mengatasi gangguan pasokan selama enam bulan, sambil menjaga inflasi tetap terkendali.

Sementara terkait kekhawatiran migrasi pabrik ke Vietnam, pemerintah menyebut investasi masih terus masuk ke Indonesia, termasuk ke kawasan ekonomi khusus di Jawa Timur dan Pulau Bintan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#menjaga stabilitas ekonomi #stimulus ekonomi #bansos #airlangga hartarto