Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Alhamdulillah BLT Rp600 Ribu Cair, Cek 3 Prioritas yang Berhak Menerima

Mutia Tresna Syabania • Selasa, 30 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi penerima bansos BLT. (Instagram @kemensosri/Diolah oleh Gemini AI)
Ilustrasi penerima bansos BLT. (Instagram @kemensosri/Diolah oleh Gemini AI)

RADAR BOGOR - Kabar gembira datang bagi puluhan ribu pekerja di sektor industri hasil tembakau di wilayah Jawa Tengah. 

Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi telah memulai penyaluran bansos Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah, dalam menekan beban pengeluaran sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi para pekerja yang terlibat langsung dalam rantai produksi tembakau legal.

Baca Juga: Siap-Siap Rekening KPM Penuh, 7 Bansos Cair Serentak 1 Juli 2026

"Proses pencairan dana BLT DBHCHT berjalan sangat masif melalui jaringan logistik pos," jelas narator dalam YouTube Arfan Saputra Channel. 

Berdasarkan data per 29 Juni 2026, progres penyaluran di lapangan mencatat angka yang signifikan:

• Periode Penyaluran Resmi: Berlangsung mulai 23 Juni 2026 hingga 8 Juli 2026.

• Realisasi per Senin Pagi (29 Juni): Dana yang sudah sukses ditransfer mencapai Rp28,9 Miliar atau setara dengan 56,84% dari total pagu anggaran.

• Jumlah Penerima Terealisasi: Sebanyak 48.313 orang buruh sudah mencairkan dana tunai tersebut di gelombang pertama.

Bantuan ini diberikan dalam bentuk uang tunai dengan skema rapel dua bulan, sekaligus untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang tahun ajaran baru sekolah.

Baca Juga: Tok! Aturan Bansos Tahap 3 Disahkan, Intip Nominal Komponen KKS KPM

• Indeks Bantuan : Rp300.000 per bulan (Total yang diterima Rp600.000).
                      
• Alokasi Periode: Rapel untuk masa salur bulan Mei dan Juni 2026.
                     
• Mitra Ekspedisi: Disalurkan tunai bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

Pemerintah memfokuskan sasaran penerima manfaat kepada 85.000 orang yang tersebar di 33 kabupaten/kota, 136 kecamatan, serta ratusan desa di Jawa Tengah. Penerima diprioritaskan penuh pada tiga sektor utama:

1. Buruh Pabrik Rokok Pekerja di bagian produksi (linting, pengepekan, giling) di pabrik rokok legal.

2. Buruh Tani Tembakau Masyarakat yang bekerja di sektor hulu/budidaya pertanian daun tembakau.

3. Buruh Tani Cengkeh Pekerja perkebunan yang menyuplai bahan baku pelengkap industri kretek.

Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, terdapat dua daerah yang tidak mendapatkan alokasi dari Pemerintah Provinsi, yaitu Kota Tegal dan Kabupaten Pekalongan. 

Baca Juga: Sekitar 2 Jam dari Bogor, Air Terjun di Sukabumi Ini Keluar dari Gua Kapur Purba

Hal ini dikarenakan kebutuhan kuota penerima di kedua wilayah tersebut sudah dipenuhi 100% menggunakan anggaran mandiri (APBD) daerah masing-masing.

Kabupaten Kudus mencatatkan diri sebagai daerah dengan konsentrasi penerima BLT DBHCHT terbanyak di Jawa Tengah. 

Dari total 85.000 sasaran se-provinsi, 26.565 orang berada di Kabupaten Kudus dengan serapan anggaran sebesar Rp15,9 Miliar. 

Lebih lanjut, sekitar 5.069 penerima di antaranya merupakan buruh aktif yang bekerja di pabrik PT Djarum.

Dana kompensasi cukai ini dirasakan sangat tepat momentumnya oleh para buruh, salah satunya Siti Zulaikah, buruh bagian pengepekan. 

Bansos Rp600.000 ini dimanfaatkan langsung untuk membiayai kebutuhan peralatan sekolah anak, seperti tas dan sepatu baru, menyambut kenaikan kelas tahun ajaran ini.***

Editor : Mutia Tresna Syabania
#penerima manfaat #BLT #bansos #jawa tengah