RADAR BOGOR – Pemerintah menetapkan target peluncuran nasional program digitalisasi bantuan sosial (bansos) pada Oktober 2026.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan hal tersebut dalam rapat percepatan digitalisasi bansos yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Selasa (30/6/2026).
"Presiden sudah memberikan arahan bahwa ini menjadi salah satu program yang penting sekali, kalau saya bilang super penting, untuk negeri kita ini pada zaman pemerintahan Presiden Prabowo," kata Luhut.
Baca Juga: Rincian Lengkap Bansos PKH, BPNT, PIP, dan KIP Kuliah yang Cair Juli 2026
Ia menjelaskan, program ini tidak hanya mengandalkan transformasi digital semata, melainkan juga didukung oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Seluruh data dari sekitar 27.000 aplikasi milik berbagai kementerian dan lembaga negara kini sudah mulai terintegrasi dalam satu ekosistem digital dan diproses menggunakan AI.
Sebelum diluncurkan secara nasional, program ini terlebih dahulu menjalani uji coba atau piloting di 43 kabupaten dan kota.
Uji coba awal yang dilaksanakan di Banyuwangi diklaim menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran.
Baca Juga: 7 Bansos Cair di Bulan Juli 2026, Ada yang Tembus Rp1.400.000 Per Bulan
Bahkan, terdapat penerima bansos yang secara sukarela menyatakan dirinya sudah tidak layak menerima dan meminta haknya dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan hasil piloting di 43 kabupaten dan kota tersebut akan menjadi fondasi penyusunan peta jalan atau roadmap GovTech Indonesia.
Beberapa daerah bahkan menunjukkan progres lebih cepat dari target, seperti Surabaya yang diperkirakan sudah bisa menyelesaikan proses digitalisasi di seluruh wilayahnya pada akhir Juni 2026.
Luhut optimistis bahwa pada saat peluncuran nasional di Oktober atau November 2026, program ini sudah bisa menjangkau ratusan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Update Pencairan Bansos PKH BPNT 30 Juni 2026: Sejumlah Daerah Mulai Cair Lewat KKS BRI
"Pekerjaan tidak mudah, tetapi kalau kita bersama-sama, teamwork, mengerjakan dan direncanakan dengan benar, mestinya kesalahan-kesalahan itu akan bisa kita mitigasi dengan baik," ujarnya.
Satu hal yang menjadi keunggulan program ini adalah seluruh perangkat lunak yang digunakan dikembangkan sepenuhnya oleh tenaga ahli dalam negeri, tanpa mengimpor software dari luar negeri, sehingga anggaran yang dibutuhkan jauh lebih efisien.
Keamanan data juga menjadi prioritas dengan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai pengampu keamanan sistem.***
Editor : Eli Kustiyawati