RADAR BOGOR - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bertanya-tanya mengapa bantuan sosial (bansos) yang biasa diterima tiba-tiba tidak cair lagi.
Padahal sebelumnya bansos tersebut selalu lancar setiap periode penyaluran.
Artikel ini akan membahas beberapa penyebab utama bansos seperti PKH, BPNT, PBI (BPJS Kesehatan), maupun bantuan pangan atau beras bisa terhenti, agar KPM dapat lebih berhati-hati menjaga data dan kondisinya ke depan, dilansir dari YouTube Pendamping Sosial.
Desil Kesejahteraan Naik
Salah satu penyebab paling umum bantuan sosial terhenti adalah naiknya desil kesejahteraan seseorang di dalam sistem.
Desil ini biasanya terdeteksi otomatis oleh sistem, bukan semata karena kesalahan manual.
Sistem saat ini sudah terintegrasi dengan berbagai data, sehingga perubahan kondisi ekonomi seseorang dapat langsung terbaca, misalnya ketika ada anggota keluarga yang baru membeli kendaraan bermotor atau mobil dengan nilai di atas Rp30 juta.
Baca Juga: Update Penyaluran Bansos PKH, BPNT, dan Program Bantuan Lainnya Terbaru
Bantuan Tidak Digunakan Sesuai Peruntukannya
Penyebab berikutnya adalah ketika bansos terindikasi tidak digunakan sesuai dengan tujuannya.
Jika hal ini terjadi, biasanya bantuan yang terhenti adalah PKH, BPNT, dan PBI, sementara bantuan pangan atau beras masih berpotensi tetap disalurkan.
Namun jika penyalahgunaan sudah dianggap serius, seluruh jenis bansos dapat terhenti secara total.
Baca Juga: Update Pencairan Bansos Tahap 2 Susulan di KKS Baru, Sejumlah Daerah Sudah Salur
Terindikasi Game Online Terlarang
Salah satu penyebab paling fatal dari terhentinya bantuan sosial adalah ketika salah satu anggota keluarga terindikasi melakukan aktivitas game online terlarang.
Karena data kependudukan tergabung dalam satu Kartu Keluarga, tindakan game online terlarang yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga, misalnya kepala keluarga, dapat berdampak pada terputusnya bantuan sosial bagi seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak yang sangat membutuhkan bantuan untuk biaya sekolah.
Dampak yang paling disayangkan adalah ketika PBI atau BPJS Kesehatan ikut dinonaktifkan, padahal layanan kesehatan tersebut sangat penting untuk kondisi darurat.
Baca Juga: Aturan Baru Penyaluran Bansos Triwulan 3 2026, Data Penerima PKH dan BPNT Diperketat
Oleh karena itu, penting bagi seluruh anggota keluarga untuk saling mengingatkan agar tidak terlibat dalam aktivitas game online terlarang, terutama melalui aplikasi di ponsel Android.
Faktor-Faktor Lain Penyebab Desil Tinggi di SIKS-NG atau DTSN
Selain tiga penyebab utama di atas, terdapat sejumlah indikator lain yang dapat menyebabkan desil kesejahteraan seseorang tercatat tinggi di dalam sistem, di antaranya:
Baca Juga: Update Pencairan Bansos Tahap 2 Susulan di KKS Baru, Sejumlah Daerah Sudah Salur
- Memiliki kredit atau utang bank dengan nilai besar
- Memiliki cicilan motor di atas Rp30 juta atau cicilan mobil
- Memiliki emas yang digadaikan di pegadaian
- Memiliki utang pinjaman daring atau paylater seperti Shopee PayLater
- Memiliki tabungan di atas Rp5 juta, meskipun di rekening bank lain
- Memiliki anggota keluarga yang terindikasi game online terlarang
- Memiliki sertifikat tanah atas nama pribadi
- Memiliki dua unit motor atau satu unit mobil
- Memiliki rumah dengan konstruksi beton dan lantai keramik
- Memiliki pendapatan di atas UMK/UMP
- Terdapat anggota keluarga berstatus ASN, PNS, TNI, atau Polri
- Memiliki kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai karyawan
- Memiliki daya listrik rumah yang tergolong tinggi
- Memiliki anggota keluarga yang bekerja sebagai karyawan swasta atau wiraswasta dengan penghasilan tetap
- Terdapat anggota keluarga dengan latar belakang pendidikan sarjana
Baca Juga: Aturan Baru Penyaluran Bansos Triwulan 3 2026, Data Penerima PKH dan BPNT Diperketat
Perlu dipahami bahwa kenaikan desil biasanya tidak disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan gabungan dari dua atau tiga indikator sekaligus.
Data ini diolah oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan dimutakhirkan secara berkala, terutama menjelang periode penyaluran bantuan sosial berikutnya, termasuk saat ini menjelang persiapan penyaluran tahap ketiga.
Tips Agar Bantuan Sosial Tetap Lancar
Agar data diri dan keluarga tetap valid serta bantuan sosial dapat terus tersalurkan dengan lancar, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh KPM:
Baca Juga: Jadwal Resmi Pencairan PKH dan BPNT Tahap 3 2026, Mulai 20 Juli
Pastikan data diri dan anggota keluarga selalu valid dan terupdate, misalnya segera memisahkan Kartu Keluarga jika ada anggota keluarga yang sudah bekerja di perusahaan dan memiliki BPJS Ketenagakerjaan sendiri.
Gunakan bansos sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya.
Hindari aktivitas yang melanggar ketentuan yang berlaku, seperti pinjaman daring ilegal dan game online terlarang.
Dengan menjaga hal-hal tersebut, diharapkan Bansos yang diterima KPM dapat terus tersalurkan dengan lancar setiap periodenya tanpa mengalami kendala di kemudian hari.***
Editor : Eli Kustiyawati