RADAR BOGOR - Di tengah ramainya laporan pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 3 pada awal Agustus 2026, masih banyak Keluarga Penerima Manfaat yang bertanya-tanya mengapa saldo KKS mereka masih kosong padahal daerahnya sudah masuk dalam daftar siap cair. Ada dua penjelasan utama yang perlu dipahami agar tidak salah paham.
Pertama, penyaluran bansos vdilakukan secara bertahap atau bergelombang. Meski SP2D sudah turun dari pusat, proses pemindahbukuan dari bank pusat ke rekening masing-masing KPM tidak bisa dilakukan serentak.
Dengan jutaan KPM yang harus dilayani di seluruh Indonesia, bank penyalur bansos membutuhkan waktu untuk memproses antrian transaksi agar sistem tidak overload.
Baca Juga: 100 Lebih Daerah Siap Cair Bansos PKH BPNT Tahap 3 2026, Ini Daftar Tambahannya
Artinya, meski daerah sudah masuk daftar siap salur, waktu masuknya saldo ke masing-masing rekening KPM bisa berbeda-beda.
Kedua, SP2D termin 1 baru mencakup sekitar 70 persen dari total kuota penerima. Sisa 30 persen lainnya akan disalurkan pada termin-termin berikutnya.
Hal ini berarti tidak semua KPM yang terdaftar akan menerima bantuan secara bersamaan pada termin pertama ini.
Selain itu, dalam pembaruan data DTSEN terbaru terdapat sekitar 30 persen data penerima baru yang menggantikan KPM yang sudah graduasi atau tidak lagi memenuhi syarat penerima.
Baca Juga: Bukti Bansos BPNT Rp600.000 Cair Agustus 2026 di KKS Bank Mandiri, BRI, dan BNI
Bagi KPM yang saldonya belum masuk, tidak perlu berkecil hati karena kemungkinan besar masih masuk dalam termin berikutnya.
Sebelum bolak-balik ke ATM atau agen bank, sangat disarankan untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pendamping PKH atau operator desa setempat.
Minta pendamping untuk mengecek nama di sistem Sepakat guna memastikan apakah sudah masuk SP2D termin 1 atau masih di termin berikutnya.
Langkah ini penting untuk menjaga kartu KKS agar tidak rusak atau terblokir akibat terlalu sering digesek di mesin ATM tanpa kepastian saldo.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : Youtube Info Bansos