Desil yang naik bisa menyebabkan bansos seperti PKH dan BPNT akan dihentikan penyalurannya kepada KPM tersebut.
Lantas, apa yang menyebabkan desil menjadi tinggi saat dilakukan proses pengecekan? Berikut penjelasannya.
Dilansir dari kanal Youtube Pendamping Sosial, Selasa, 4 Agustus 2026, data desil penerima manfaat kini sudah terhubung dengan berbagai instansi pemerintahan.
Oleh karena itu, perubahan desil bisa terjadi secara otomatis ketika masyarakat yang bersangkutan teridentifikasi berkecukupan secara ekonomi.
"Sekarang itu DTSN sudah terintegrasi dengan berbagai instansi ya, sehingga desil tersebut akan terbaca secara otomatis," ucap narator kanal Youtube Pendamping Sosial.
Baca Juga: Update Bansos Terbaru: Tahap 3 PKH BPNT Masuk SPM, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Cek Saldo KKS
Salah satu yang menyebabkan desil naik secara otomatis yaitu ketika masyarakat memiliki daya beli listrik yang tinggi hingga teridentifikasi mempunyai sertifikat tanah lebih dari satu.
Masyarakat yang terhenti penyaluran bansosnya yaitu ketika mereka masuk ke dalam kelompok desil lima sampai sepuluh pada DTSEN.
Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat bantuan seperti PKH dan BPNT hanya akan disaurkan kepada masyarakat yang masuk kelompok desil satu sampai empat.
Baca Juga: Cara Turunkan Desil Bansos PKH BPNT Secara Online, Simak Syarat dan Langkahnya
Cara Turunkan Desil KPM Bansos
Penurunan desil bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu sebagai berikut:
Diusulkan ke Desa/Kelurahan Setempat
KPM bisa mengusulkan penurunan desil ke kelurahan atau desa setempat apabila merasa ada ketidaksesuaian antar desil yang dimiliki dengan keadaan ekonomi yang sebenarnya.
Diusulkan Secara Mandiri
Cara yang selanjutnya yaitu bisa dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh pada Play Store atau App Store, tergantung jenis handphone yang digunakan.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube Pendamping Sosial