RADAR BOGOR - Banyak masyarakat menganggap bahwa memiliki BPJS Ketenagakerjaan otomatis membuat seseorang gugur sebagai penerima bantuan sosial (bansos).
Berdasarkan informasi yang dikutip di Instagram @komite_transformasidigital, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.
Dalam sistem Pelindungan Sosial (Perlinsos) Digital, tolok ukur utama kelayakan penerima bansos adalah kondisi ekonomi keluarga, bukan sekadar status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Cerita Sejoli Disabilitas Asal Cibinong Mencari Pekerjaan di Job Fair 2026 Pemkab Bogor
Bagaimana Cara Pemerintah Menilai Kelayakan Bansos?
Penilaian ekonomi dilakukan berdasarkan penghasilan rata-rata per anggota keluarga (per kapita).
Perhitungannya cukup sederhana, yaitu total penghasilan 1 orang dalam keluarga dibagi jumlah anggota keluarga.
Jika hasil pembagian menunjukkan angka di kisaran Rp1.000.000 – Rp1.200.000 per orang, keluarga tersebut berpotensi dinilai berkecukupan sehingga tidak masuk kriteria penerima bansos.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 3 Ada Perubahan Besar, KPM Perlu Tahu Skema Terbarunya
Penolakan ini murni disebabkan oleh faktor tingkat pendapatan, bukan karena memiliki BPJS Ketenagakerjaan.
Siapa Saja yang Wajib Memiliki BPJS Ketenagakerjaan?
BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk perlindungan sosial dari negara yang diperuntukkan bagi seluruh lapisan pekerja:
- Penerima Upah (PU)
- Karyawan swasta
- Pegawai BUMN/BUMD
- Pekerja pabrik
- Bukan Penerima Upah (BPU)
- Pedagang, petani, dan nelayan
- Pengemudi ojek online (ojol)
- Pekerja lepas seniman
Baca Juga: Direktur Umum PPJ Kota Bogor Samsudin Mendadak Mengundurkan Diri
Proteksi Ganda untuk Masa Depan Anda
Memiliki BPJS Ketenagakerjaan memberikan proteksi ganda, Anda terhindar dari risiko kerja, sementara hak Anda untuk mendapat bansos tetap terbuka selama kondisi ekonomi keluarga memang memenuhi kriteria.
Bagi Anda pekerja mandiri (ojol, petani, nelayan, freelancer) maupun pekerja formal, pastikan data Anda terdaftar secara akurat di Portal Perlinsos Digital agar penilaian kondisi ekonomi keluarga Anda sesuai dengan kenyataan di lapangan.***
Editor : Robecca SesariaSumber : Instagram @komite_transformasidigital