RADAR BOGOR - Banyak penerima bansos PKH dan BPNT yang tiba-tiba bansosnya tidak cair lagi sejak akhir 2025 atau awal 2026 meski kondisi ekonominya tidak berubah.
Dilansir dari YouTube Ach Haris Efendy, setelah ditelusuri, penyebab utamanya adalah desil yang naik, sehingga bansos tidak cair.
Yang mengejutkan, kenaikan desil ini ternyata bisa terjadi bukan karena perubahan kondisi ekonomi yang sebenarnya, melainkan karena identitas kependudukan seperti KTP atau KK dipinjam oleh orang lain untuk keperluan tertentu.
Sistem DTSEN yang digunakan Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik membaca data secara otomatis dari berbagai sumber.
Baca Juga: PKH Tahap 3 KKS Bank Mandiri Mulai Cair Agustus 2026, Ini Daftar Wilayah yang Sudah Menerima
Ketika ada nama atau NIK seseorang tercatat sebagai pemilik kendaraan bermotor roda empat, tercatat sebagai pengguna listrik berdaya 2.200 watt ke atas, atau tercatat sebagai peminjam KUR di bank, sistem akan langsung menghitung hal tersebut sebagai aset dan menaikkan desil orang tersebut.
Masalahnya, banyak ditemukan kasus di mana KTP atau KK anggota keluarga dipinjam oleh kerabat untuk membeli kendaraan, mendaftar daya listrik besar, atau mengajukan kredit.
Meski si pemilik identitas tidak benar-benar memiliki aset tersebut dan tidak menerima manfaatnya, sistem tetap mencatatnya atas nama pemilik KTP.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 KKS Bank Mandiri Mulai Cair, Ini Daerah yang Salur
Akibatnya desil keluarga tersebut naik drastis bahkan bisa mencapai angka 7, 8, atau 10 yang masuk kategori sejahtera atau mampu, padahal kenyataannya mereka tidak memiliki apa-apa.
Inilah yang menjadi salah satu penyebab tersembunyi mengapa bansos seseorang bisa tiba-tiba tidak cair meski tidak ada perubahan kondisi nyata di lapangan.
Catatan atas nama mereka di sistem berubah karena identitas yang dipinjamkan, bukan karena kondisi ekonomi yang membaik.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Ach Haris Efendy