RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 3 untuk periode Juli-September 2026 masih berlangsung secara bertahap. Per 11 Agustus 2026, pencairan PKH tahap 3 mulai terlihat di lebih banyak daerah, dengan sejumlah KKS BNI dilaporkan telah menerima saldo.
Dikutip dari kanal Youtube Diary Bansos pada Selasa, 11 Agustus 2026, penyaluran tahap ketiga mencakup lebih dari 7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH serta lebih dari 12 juta KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Karena proses dilakukan secara bertahap, kondisi saldo antar-KPM dapat berbeda meskipun sama-sama tercatat sebagai penerima bansos pada periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Saldo PKH yang Mulai Masuk ke KKS
Sejumlah nominal saldo PKH dilaporkan mulai masuk ke KKS BNI pada 11 Agustus 2026. Besaran bantuan yang diterima setiap KPM tidak selalu sama karena disesuaikan dengan komponen penerima yang tercatat dalam kepesertaan PKH.
Baca Juga: Rincian Komponen PKH dan BPNT Tahap 3: Ada KPM yang Terima Saldo KKS Sampai Rp3,3 Juta
Beberapa nominal yang terpantau antara lain:
- Rp1.125.000, diterima oleh KPM di Jakarta Barat dan Tulungagung. Nominal tersebut berkaitan dengan kepemilikan komponen keluarga seperti balita dan anak jenjang SMP.
- Rp975.000, tercatat masuk pada sekitar pukul 11.31 WIB.
- Rp600.000, diterima oleh KPM di Kabupaten Kediri. Nominal tersebut dapat berkaitan dengan komponen tertentu dalam PKH, seperti lansia, penyandang disabilitas berat, maupun kombinasi komponen pendidikan, sesuai data kepesertaan masing-masing KPM.
Nominal tersebut merupakan contoh transaksi yang terpantau dan tidak dapat dijadikan patokan bahwa seluruh penerima akan memperoleh jumlah yang sama. Besaran PKH mengikuti komponen dan ketentuan bantuan yang melekat pada masing-masing KPM.
Pencairan PKH Tahap 3 Belum Serentak
KPM perlu memahami bahwa masuknya saldo pada sebagian penerima tidak otomatis berarti seluruh KKS akan menerima bantuan pada hari yang sama. Penyaluran tahap 3 masih berjalan melalui mekanisme bertahap, bergelombang, dan bertermin.
Baca Juga: Kabar Gembira, Bansos PKH Tahap 3 2026 Terpantau Cair Hari Ini
Pada 11 Agustus 2026, pencairan disebut mulai lebih ramai, terutama pada KKS dari Bank BNI. Meski demikian, kondisi setiap daerah dan rekening penerima dapat berbeda karena proses penyaluran tidak dilakukan sekaligus secara nasional.
Karena itu, KPM yang sampai saat ini belum melihat adanya perubahan saldo tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa bantuan dihentikan. Selama masih tercatat sebagai penerima dan proses penyaluran untuk wilayah atau rekening yang bersangkutan belum selesai, saldo dapat masuk pada gelombang berikutnya.
Tak Perlu ke ATM Berulang Kali, Begini Cara Cek Saldo PKH
KPM dapat melakukan pemantauan saldo menggunakan layanan digital dari bank penyalur masing-masing.
Baca Juga: Pendaftaran Calon Ketua Kadin Kabupaten Bogor Ditutup, 3 Pengurus Berebut Kursi pada Mukab IX
Setiap bank penerbit KKS menyediakan layanan yang dapat dimanfaatkan untuk memantau saldo bantuan.
- BNI: menggunakan layanan perbankan digital resmi BNI.
- Mandiri: menggunakan Livin’ by Mandiri.
- BRI: menggunakan BRImo.
- BSI: menggunakan BSI Mobile atau layanan resmi BSI yang tersedia.
Ketersediaan fitur dan akses rekening tetap bergantung pada jenis kartu serta layanan yang telah dimiliki KPM. Oleh sebab itu, pastikan aplikasi yang digunakan merupakan layanan resmi dari bank terkait.
Waspadai Potongan Saat Mengecek Melalui Agen
KPM juga perlu memperhatikan biaya ketika melakukan pengecekan atau transaksi melalui agen. Jika terlalu sering melakukan pengecekan saldo melalui pihak tertentu, terdapat kemungkinan muncul biaya layanan atau administrasi.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Terus Cair! Ada KKS Lama 2017 dari Bank Ini yang Terima Rp822 Ribu
Untuk mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan, pengecekan saldo dapat dilakukan secara berkala melalui layanan perbankan digital apabila fasilitas tersebut tersedia.
“KPM sebaiknya mempertimbangkan kembali frekuensi pengecekan lewat agen karena setiap transaksi berpotensi menimbulkan biaya tambahan,” jelas narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.
Bagaimana Jika Saldo PKH Belum Masuk?
KPM yang belum menerima pencairan hingga 11 Agustus 2026 masih dapat melakukan pemantauan secara berkala. Mengingat penyaluran berlangsung secara bertahap, jeda waktu penerimaan antar-KPM merupakan hal yang mungkin terjadi.
Baca Juga: Ratusan Ribu KPM Dialihkan, Cek Nasib Bansos Tahap 3 Kamu Sekarang
Pengecekan dapat dilakukan sekitar setiap lima hari atau satu minggu sekali. Apabila saldo belum masuk dalam waktu yang cukup lama atau status bantuan belum menunjukkan periode Juli-September 2026, KPM dapat melakukan langkah berikut:
- KPM dapat menghubungi pendamping sosial PKH di wilayah masing-masing untuk menanyakan status pencairan dan kendala bantuan.
- Menanyakan perkembangan data kepada operator SIKS-NG di desa atau kelurahan.
- Memastikan data kepesertaan dan komponen PKH masih sesuai.
- Melakukan pengecekan kembali secara berkala terhadap saldo KKS.
Langkah tersebut penting terutama bagi KPM yang mendapati adanya perbedaan antara informasi kepesertaan dengan kondisi saldo di rekening.
Baca Juga: Update Bonus Bansos Bulan Kemerdekaan: Bantuan Beras Siap Disalurkan
Mengapa Ada KPM yang Tidak Mendapat PKH Tahap 3?
Tidak semua KPM yang sebelumnya menerima PKH otomatis memperoleh bantuan pada setiap tahap. Dalam penyaluran tahap 3 tahun 2026, terdapat sekitar 1,4 juta KPM yang disebut tidak menerima pencairan pada tahap ini.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan bantuan tidak dicairkan antara lain:
- Penggunaan bantuan tidak sesuai peruntukan.
Data penerima dapat menjadi bagian dari proses evaluasi apabila terdapat indikasi penggunaan bantuan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
2. Perubahan desil kesejahteraan.
Perubahan kondisi sosial ekonomi yang tercermin dalam pemutakhiran data dapat memengaruhi status kepesertaan. Kenaikan desil dapat membuat seseorang tidak lagi berada pada kelompok yang menjadi sasaran bantuan tertentu.
Baca Juga: Sulhajji Jompa Daftar sebagai Calon Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Didukung 28 Asosiasi
3. Tidak lagi memenuhi komponen persyaratan PKH.
Kepesertaan PKH berkaitan dengan komponen yang menjadi dasar pemberian bantuan. Apabila kondisi keluarga sudah tidak memenuhi persyaratan komponen tersebut, pencairan dapat berubah atau berhenti.
Jangan Terpaku pada Satu Nominal
Besaran saldo yang masuk ke KKS perlu dilihat berdasarkan komponen penerima, bukan semata-mata berdasarkan nominal yang diterima KPM lain. Perbedaan jumlah seperti Rp600.000, Rp975.000, hingga Rp1.125.000 dapat terjadi karena perbedaan komponen dalam keluarga penerima.
Karena itu, apabila seorang KPM melihat tetangganya memperoleh nominal tertentu sementara saldonya berbeda, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan adanya kesalahan pencairan. Data kepesertaan dan komponen masing-masing keluarga perlu menjadi dasar untuk membandingkannya.
Baca Juga: Info SIKS-NG Bansos Tahap 3, Akankah Cair Masif Pekan Kedua Agustus 2026?
Pencairan Masih Berjalan, KPM Diminta Tetap Memantau
Per 11 Agustus 2026, pencairan PKH tahap 3 masih berlangsung secara bertahap. Sebagian KPM telah menerima saldo, sementara penerima lainnya masih menunggu termin atau gelombang pencairan berikutnya.
KPM sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari penerima lain karena waktu masuknya saldo dapat berbeda berdasarkan bank, wilayah, status data, serta tahapan penyaluran.
Pemantauan saldo KKS secara berkala dan koordinasi dengan pendamping sosial menjadi langkah yang lebih tepat apabila bantuan belum diterima.
Baca Juga: PKH Tahap 3 Mulai Cair di KKS BNI, Cek Saldo Bansos Hari Ini
Dengan demikian, bagi KPM yang belum melihat saldo PKH tahap 3 masuk ke KKS pada 11 Agustus 2026, proses pencairan masih perlu dipantau.
Namun, apabila terdapat perubahan status kepesertaan atau bantuan tidak masuk setelah proses penyaluran berlangsung, pengecekan melalui pendamping PKH maupun operator SIKS-NG dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Diary bansos