RADAR BOGOR - Kabar pencairan bantuan sosial tahap ketiga kembali membawa angin segar bagi masyarakat penerima PKH dan BPNT.
Dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos, pada 11 Agustus 2026, sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) melaporkan adanya saldo bantuan yang mulai masuk ke kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dalam laporan tersebut, pencairan terpantau melalui dua bank penyalur, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 Cair Bertahap, Ini Langkah Amannya Sebelum Cek Saldo KKS
Informasi ini menjadi penting karena banyak KPM masih menunggu pencairan bantuan untuk periode tahap ketiga tahun 2026.
Sejumlah testimoni bahkan memperlihatkan nominal saldo yang cukup besar karena penerima memiliki lebih dari satu komponen bantuan.
Namun, KPM perlu memahami bahwa pencairan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Toyota Punya Mobil Listrik Rp200 Jutaan di China, Bakal Masuk Indonesia?
Dengan demikian, adanya penerima yang sudah mendapatkan saldo tidak berarti semua KPM akan memperoleh bantuan pada tanggal yang sama.
BNI Jadi Bank yang Banyak Mendapat Laporan Pencairan
Pada 11 Agustus 2026, berbagai testimoni KPM menyebut pencairan bantuan melalui KKS Bank BNI.
Beberapa penerima melaporkan PKH masuk untuk komponen balita dan anak SD dengan nominal Rp975.000.
Baca Juga: WNI di Jepang Kini Punya Akses Kuliah Lebih Fleksibel, Unida Bogor Buka Hub Pendidikan di Osaka
Ada juga penerima lansia yang mendapatkan Rp600.000 serta penerima penyandang disabilitas yang melaporkan nominal Rp600.000.
Untuk komponen anak SMP, terdapat laporan pencairan sebesar Rp375.000.
Nominal yang lebih besar juga muncul dalam sejumlah laporan. Salah satu KPM di Bekasi, Jawa Barat, disebut mendapatkan sekitar Rp1,5 juta untuk dua komponen anak balita.
Baca Juga: Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Kolombia, 111 Orang Meninggal Dunia dan 1.500 Rumah Rusak
Ada pula laporan dari wilayah Kediri, Jawa Timur, dengan nominal sekitar Rp1,1 juta dan dari wilayah Tulungagung dengan nominal lebih dari Rp1 juta.
Sekali lagi, angka-angka tersebut merupakan nominal berdasarkan testimoni penerima dan bukan berarti semua KPM akan mendapatkan jumlah yang sama.
BSI Juga Mulai Menyalurkan
Selain BNI, BSI turut disebut mulai melakukan pencairan pada hari yang sama.
Baca Juga: Hari UMKM Nasional, BRI Perkuat Pelaku Usaha Desa Lewat Pendampingan Berkelanjutan
Salah satu laporan menyebut bantuan sekitar Rp1.925.000 telah masuk di wilayah Dusun Alur Hitam.
Munculnya laporan dari dua bank penyalur ini menjadi salah satu perkembangan yang dinantikan KPM karena sebelumnya banyak penerima masih menunggu perubahan saldo pada KKS mereka.
Bagi KPM yang menggunakan KKS BNI maupun BSI, pengecekan saldo dapat dilakukan melalui kanal perbankan resmi yang tersedia.
Baca Juga: Bojonggede Mulai Dinilai, Tim DLH Bogor Cek Langsung Kebersihan Wilayah
Mengapa Ada KPM Mendapat Saldo Lebih Besar?
Pertanyaan mengenai nominal saldo sering muncul ketika pencairan bansos mulai berlangsung.
Jika seorang KPM hanya menerima satu jenis bantuan atau memiliki satu komponen PKH, nominalnya tentu dapat berbeda dengan KPM yang mempunyai beberapa komponen.
Selain itu, terdapat kemungkinan saldo yang terlihat merupakan gabungan dari lebih dari satu program bantuan.
Baca Juga: Pertalite Bakal Dibatasi, Kendaraan dari Kategori Ini Berpotensi Tak Lagi Bisa Beli BBM Subsidi
Karena itulah, KPM tidak perlu membandingkan nominal saldo miliknya dengan penerima lain secara langsung.
Yang harus diperhatikan adalah status penerima dan jenis bantuan yang memang menjadi hak masing-masing KPM berdasarkan data resmi.
Ada Juga Informasi Bantuan Komplementer PIP
Selain PKH dan BPNT, informasi pada 11 Agustus 2026 juga menyebut adanya pencairan bantuan komplementer Program Indonesia Pintar (PIP).
Baca Juga: Ibu Hebat Tak Harus Sempurna, Ini Makna Work Life Harmony
Beberapa penerima dilaporkan memperoleh bantuan PIP dengan nominal yang berbeda sesuai jenjang pendidikan.
Dalam laporan tersebut, terdapat penerima jenjang SMA yang disebut memperoleh Rp1,8 juta melalui rekening SimPel.
Ada pula laporan penerima SD sebesar Rp450.000, penerima SMP Rp750.000, serta penerima SMK dengan nominal Rp1,8 juta.
Baca Juga: Sering Merasa Jadi Ibu yang Kurang Baik? Ini Pesan Dr. Yane Ardian
Informasi ini menunjukkan bahwa dalam satu keluarga penerima manfaat, saldo yang masuk ke rekening atau kartu bantuan bisa saja berasal dari program yang berbeda.
Karena itu, KPM perlu melihat detail transaksi dan tidak langsung menganggap seluruh saldo yang masuk sebagai PKH atau BPNT.
Pencairan Bertahap, Bukan Serentak
Hal paling penting yang perlu diperhatikan masyarakat adalah mekanisme pencairan.
Baca Juga: Villa Zee 3 Cisarua Bogor, Villa Baru dengan Infinity Pool View Lembah Hijau dan Kapasitas 50 Orang
Dalam informasi yang disampaikan, proses penyaluran PKH dan BPNT tahap ketiga dilakukan secara bertahap.
Artinya, ada KPM yang sudah mendapatkan saldo, sementara KPM lainnya mungkin masih menunggu.
Perbedaan waktu tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya masalah.
Baca Juga: Ngopi di Bogor Makin Unik, Goffee Semplak Hadirkan Minuman dengan Gelas Beku
Proses penyaluran bantuan sosial melibatkan tahapan administrasi dan penyaluran melalui bank sehingga waktu masuknya saldo dapat berbeda.
Dengan demikian, KPM yang belum menerima bantuan pada 11 Agustus 2026 tetap disarankan memantau perkembangan berikutnya.
Cara Mengecek PKH dan BPNT Tahap 3
KPM dapat melakukan pengecekan saldo melalui KKS masing-masing.
Baca Juga: Di Balik Tangga Viral di Puncak Bogor Menuju Vila Riung Gunung, Ternyata Coffee House Era Soekarno
Bagi pemegang KKS BNI, saldo dapat dipantau melalui kanal resmi BNI yang tersedia.
Sementara pemegang KKS BSI dapat menggunakan kanal resmi BSI untuk melihat informasi rekening dan transaksi.
Pengecekan juga dapat dilakukan melalui ATM sesuai ketentuan bank penyalur.
Baca Juga: Viral, Tukang Cukur di Rancabungur Bogor Ditegur karena Belum Pasang Bendera Merah Putih
Jika saldo belum masuk, tidak perlu melakukan tindakan yang berisiko seperti memberikan PIN, OTP, nomor rekening, atau data pribadi kepada orang yang mengaku sebagai petugas bansos.
KPM juga perlu berhati-hati terhadap informasi yang meminta sejumlah uang sebagai syarat pencairan.
KKS Lama Jangan Langsung Diabaikan
Menariknya, sejumlah testimoni dalam informasi tersebut menyebut pencairan tetap terjadi pada kartu KKS lama.
Baca Juga: Gita Bahana Nusantara Tampil Memukau di Pakansari Bogor Jelang HUT ke-81 RI
Hal ini menjadi alasan bagi penerima yang masih menyimpan KKS lama untuk tetap melakukan pengecekan apabila kartu dan rekeningnya masih aktif.
Namun, kondisi setiap KPM dapat berbeda. Karena itu, informasi mengenai pencairan melalui KKS lama tidak boleh dianggap sebagai jaminan bahwa seluruh kartu lama pasti mendapatkan saldo.
Kabar pencairan PKH dan BPNT tahap ketiga melalui BNI dan BSI pada 11 Agustus 2026 menjadi perkembangan yang ditunggu banyak masyarakat.
Baca Juga: Cara Menghitung Nominal PKH dan BPNT Tahap 3 yang Seharusnya Diterima Sesuai Komponen
Sejumlah KPM telah melaporkan saldo masuk dengan nominal yang berbeda-beda, mulai dari ratusan ribu hingga lebih dari Rp1 juta, tergantung komponen dan bantuan yang diterima.
Namun, pencairan tersebut masih berlangsung bertahap.
Oleh karena itu, bagi KPM yang memegang KKS BNI maupun BSI, silakan cek saldo secara berkala.
Baca Juga: Tips Cek Saldo KKS yang Tepat dan Alasan Sebagian KPM Tidak Menerima PKH BPNT Tahap 3
Jika sudah masuk, pastikan memeriksa jenis transaksi dan nominalnya.
Jika belum masuk, tidak perlu langsung khawatir karena proses penyaluran belum tentu selesai pada hari yang sama.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : YouTube @Cek Bansos