RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 3 tahun 2026 melalui KKS BRI mulai terpantau di sejumlah daerah. Penyaluran berlangsung secara bertahap, sehingga masuknya saldo belum terjadi secara bersamaan untuk seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Melansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Jumat, 14 Agustus 2026, sejumlah laporan menunjukkan nominal bantuan yang masuk cukup beragam, mulai dari Rp225.000 hingga Rp1.500.000.
Perbedaan nominal tersebut berkaitan dengan komponen PKH yang diterima masing-masing KPM ke KKS BRI, termasuk balita, anak sekolah, lanjut usia, maupun penyandang disabilitas.
Baca Juga: Anggaran MBG 2027 Tembus Rp240 Triliun, Sasar Puluhan Juta Penerima
Untuk saat ini, pencairan yang terpantau melalui sejumlah KKS BRI lebih mengarah pada bantuan PKH. Sementara itu, BPNT murni maupun penerima yang memperoleh kombinasi PKH dan BPNT belum dilaporkan tersalurkan dalam pencairan yang sama melalui bank-bank penyalur.
Pencairan PKH Tahap 3 melalui BRI Berlangsung Bertahap
Bank BRI menjadi salah satu penyalur yang mulai menunjukkan pergerakan pencairan PKH tahap 3 setelah sebelumnya terdapat laporan pencairan melalui bank penyalur lainnya. Namun, masuknya saldo tidak berlangsung serentak secara nasional.
Artinya, KPM yang belum melihat tambahan saldo pada KKS BRI tidak otomatis berarti gagal menerima PKH tahap 3. Pergerakan pencairan dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, termasuk berdasarkan proses penyaluran dan rekening masing-masing penerima.
Baca Juga: Daftar Daerah yang Sudah Cairkan Bansos PKH Lewat KKS Bank Mandiri Hari Ini
Laporan yang beredar juga menunjukkan bahwa pencairan tidak hanya terjadi pada KKS keluaran terbaru. Sejumlah kartu yang diterbitkan sejak beberapa tahun sebelumnya turut dilaporkan menerima saldo PKH tahap 3.
Saldo PKH yang Terpantau di Sejumlah KKS
Berikut sejumlah nominal yang dilaporkan masuk ke KKS beserta wilayah dan komponen penerimanya:
- Rp1.500.000 - terpantau di Pekanbaru untuk KKS 2024 dengan dua komponen balita, serta Kota Batam pada KKS 2022.
- Rp1.200.000 - dilaporkan di Kota Manado untuk KKS 2021 dengan komponen lansia dan disabilitas, serta di Lebak, Banten pada KKS 2021.
- Rp1.175.000 - terpantau di Cianjur, Jawa Barat pada KKS 2021.
- Rp975.000 - dilaporkan di Kampar, Riau; Kabupaten Katingan; Jeneponto, Sulawesi Selatan; Sumedang, Jawa Barat; dan Lombok.
- Rp600.000 - terpantau di Muara Enim untuk komponen lansia, Banjarnegara untuk komponen SD/SMP, serta Subang, Jawa Barat untuk komponen lansia.
- Rp225.000 - dilaporkan di wilayah Kabatang, Jawa Tengah pada KKS 2020.
Baca Juga: Akhirnya Menyusul! PKH Tahap 3 Cair di KKS Bank Penyalur Ini, Berapa Nominal yang Diterima?
Wilayah yang Sudah Melaporkan Pencairan
Pergerakan saldo PKH tahap 3 melalui KKS dilaporkan muncul di berbagai wilayah Indonesia. Persebarannya mencakup sejumlah daerah di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Kalimantan dan wilayah lainnya.
Di Sumatera, laporan pencairan mencakup Kota Dumai, Kerinci, Merangin, Tebo, Kota Jambi, Mandailing Natal, Sibolga, Tanjung Balai, Solok, Agam, Lima Puluh Kota, Pringsewu, Lampung, dan Bengkulu.
Di Jawa, wilayah yang disebut antara lain Demak, Temanggung, Batang, Purwokerto, Banjarnegara, Majalengka, Sumedang, Subang, Pangandaran, Purworejo, dan Blora.
Baca Juga: Bahasa Asing Dikenalkan Sejak Kelas 1 SD, Inggris Jadi Pelajaran Wajib Mulai Kelas 3
Sementara di Sulawesi, pergerakan pencairan dilaporkan dari Enrekang, Kota Gorontalo, Kota Manado, Parigi Moutong, hingga Jeneponto.
Untuk kawasan Nusa Tenggara, laporan mencakup Lombok Tengah, Dompu, Bima, Ende, Sikka, Manggarai, dan Ngada. Selain itu, terdapat pula laporan dari Kabupaten Katingan, Asahan, serta Bangka Belitung.
KKS Lama hingga KKS Baru Sama-Sama Terpantau
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam perkembangan pencairan kali ini adalah tahun penerbitan KKS yang menerima saldo cukup beragam. Laporan mencakup KKS yang diterbitkan pada 2017, 2018, 2020, 2021, 2022, 2024, hingga 2025.
Baca Juga: Jumat Berkah Polsek Citeureup Bogor Disambut Antusias, Bagikan 400 Paket Nasi
“Pencairan berlaku untuk berbagai tahun terbitan kartu, mulai dari KKS lama (2017/2018) hingga kartu baru (2025),” jelas narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Dengan demikian, pemegang KKS lama tetap perlu memperhatikan pergerakan saldo. Tahun penerbitan kartu bukan satu-satunya faktor yang dapat digunakan untuk memastikan apakah bantuan sudah masuk atau belum.
KPM yang belum menerima saldo juga tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa pencairan telah dihentikan. Karena penyaluran dilakukan bertahap, waktu masuknya dana dapat berbeda antara penerima satu dengan lainnya.
Baca Juga: Bansos PIP Anak Belum Cair? Cek 3 Penyebab Utama Ini Sebelum Terlambat
BPNT Belum Terpantau dalam Pencairan yang Sama
Perkembangan PKH tahap 3 ini perlu dibedakan dengan BPNT. Berdasarkan data yang diberikan, saldo yang terpantau dalam laporan tersebut merupakan pencairan PKH.
BPNT murni maupun penerima yang mendapatkan PKH sekaligus BPNT belum dilaporkan menerima pencairan melalui skema yang sama. Karena itu, KPM sebaiknya tidak menyamakan adanya saldo PKH dengan tanda bahwa saldo BPNT juga sudah masuk.
Perkembangan masing-masing program dapat berlangsung berbeda, termasuk dari sisi proses penyaluran dan waktu masuk ke rekening KKS.
Baca Juga: Apel Kebangsaan di Kabupaten Bogor Diikuti 1.584 Personel, Warga Diajak Jaga dan Rawat Jawa Barat
Cara Memastikan Saldo PKH Sudah Masuk
KPM dapat melakukan pengecekan saldo KKS secara berkala melalui ATM atau agen BRILink. Pemeriksaan secara langsung dapat membantu memastikan apakah saldo bantuan sudah bertambah tanpa hanya mengandalkan informasi dari penerima lain.
Jika saldo belum berubah, pengecekan dapat dilakukan kembali secara berkala mengingat pencairan berlangsung bertahap. Perbedaan waktu penerimaan antardaerah maupun antarrekening masih mungkin terjadi.
Dengan adanya laporan saldo dari berbagai wilayah, perkembangan PKH tahap 3 melalui Bank BRI memang mulai terlihat lebih luas. Namun, setiap KPM tetap perlu memastikan kondisi rekeningnya masing-masing karena pencairan belum berlangsung serentak di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Dari Boyolali ke Madinah, Soto Khas Indonesia Kini Bisa Dinikmati Dekat Masjid Nabawi
Informasi mengenai nominal, wilayah, dan tahun KKS dalam artikel ini bersumber dari data yang diberikan dan merupakan laporan pencairan yang terpantau, sehingga tidak berarti seluruh KPM di wilayah tersebut telah menerima bantuan pada waktu yang sama.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : Youtube Cek Bansos