RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 3 masih berlangsung secara bertahap hingga akhir pekan, Sabtu, 15 Agustus 2026. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan adanya perubahan saldo pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sementara sebagian penerima lainnya masih menunggu masuknya bantuan.
Melansir dari kanal Youtube Erabaru Bansos pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pergerakan saldo KKS tersebut terpantau melalui sejumlah transaksi dengan nominal yang berbeda-beda. Ada penerima yang memperoleh bantuan sekitar Rp600.000, sementara transaksi lainnya mencapai Rp1,6 juta.
Besarnya saldo yang diterima dapat berbeda karena nominal bergantung pada jenis bantuan dan komponen PKH yang dimiliki masing-masing KPM.
Baca Juga: Banjir Pencairan Bansos PKH di KKS BRI, Daerah Mana Saja Yang Sudah Cair?
Pencairan PKH dan BPNT Masih Berlangsung Bertahap
Penyaluran tahap 3 tidak berlangsung serentak untuk seluruh KPM. Prosesnya berjalan melalui beberapa gelombang dan termin pada bank penyalur, termasuk Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI.
Karena pola penyaluran tersebut, kondisi saldo KKS antarpenerima dapat berbeda meskipun berada dalam periode bantuan yang sama. Ada KPM yang sudah dapat melakukan penarikan, sedangkan penerima lain masih mendapati saldo belum bertambah.
Bagi KPM yang belum melihat adanya saldo masuk, kondisi tersebut belum otomatis berarti bantuan tidak akan diterima. Penyaluran masih dapat berlanjut pada termin berikutnya sesuai proses masing-masing rekening dan wilayah.
Baca Juga: Saldo KKS Bergerak Lagi! Bansos PKH BPNT Tahap 3 Cair Meski Akhir Pekan
Nominal Saldo KKS Berbeda-beda
Beberapa transaksi yang menjadi contoh memperlihatkan nominal mulai dari Rp600.000 hingga sekitar Rp1.600.000. Perbedaan tersebut perlu dilihat berdasarkan jenis bantuan yang diterima dan komponen penerima.
Untuk penerima PKH, nominal bantuan dapat berbeda karena PKH disesuaikan dengan komponen yang tercatat dalam keluarga penerima. Sementara itu, BPNT memiliki besaran bantuan tersendiri sehingga ketika keduanya masuk dalam periode yang berdekatan, saldo yang terlihat pada KKS dapat menjadi lebih besar.
Dengan demikian, KPM sebaiknya tidak menjadikan nominal penerima lain sebagai patokan mutlak. Saldo yang masuk ke setiap KKS dapat berbeda sesuai hak bantuan yang tercatat.
Baca Juga: Hari Ketiga Pencarian ASN Pemkot Bogor di Sungai Cisadane, Tim SAR Perluas Penyisiran
Cek Saldo KKS Bisa Dilakukan dari Mobile Banking
KPM yang ingin mengetahui apakah bantuan sudah masuk dapat memeriksa saldo melalui layanan perbankan digital sesuai bank penyalur. Cara ini dapat menjadi alternatif sebelum mendatangi ATM.
Beberapa layanan yang dapat digunakan antara lain Livin’ by Mandiri untuk nasabah Bank Mandiri, BRImo bagi nasabah BRI, serta layanan mobile banking BNI bagi nasabah BNI. Pemeriksaan melalui aplikasi juga dapat membantu KPM mengetahui perubahan saldo tanpa harus mengantre di mesin ATM.
Namun, informasi saldo pada aplikasi tetap perlu disesuaikan dengan rekening KKS masing-masing. Tidak adanya perubahan saldo saat pengecekan pertama juga belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa bantuan tidak akan disalurkan.
Baca Juga: PKH Tahap 3 Cair Hari Ini, Begini Cara Daftar Bansos Secara Mandiri
Bantuan Beras 30 Kg Mulai Disalurkan
Selain bantuan dalam bentuk saldo KKS, terdapat perkembangan penyaluran bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram. Jumlah tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan.
Penyaluran perdana dilaporkan terpantau di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kemudian direncanakan berlanjut secara bertahap ke wilayah lainnya. Waktu distribusi antardaerah dapat berbeda sehingga KPM perlu menunggu informasi dari pelaksana penyaluran di wilayah masing-masing.
Beras 30 kilogram ini menjadi bantuan yang berbeda dari pencairan PKH maupun BPNT melalui KKS. Karena itu, KPM yang telah menerima bantuan tunai belum tentu menerima beras pada waktu yang sama.
Baca Juga: Prabowo Sebut Pengupas Bawang Bisa Dapat Rp700 Ribu per Kg, Buruh di Bogor Ungkap Tarif Sebenarnya
Bagaimana Jika PKH atau BPNT Belum Masuk?
KPM yang belum menerima pencairan sebaiknya tidak langsung mengambil kesimpulan berdasarkan kondisi rekening penerima lain. Penyaluran berlangsung secara bertahap sehingga waktu masuknya saldo dapat berbeda.
“KPM diminta bersabar karena penyaluran dilakukan berdasarkan termin atau gelombang. Jika belum cair di termin pertama, kemungkinan akan masuk di termin kedua atau berikutnya,” jelas narator melalui kanal Youtube Erabaru Bansos.
Langkah yang dapat dilakukan adalah memeriksa saldo KKS secara berkala, kemudian mengecek informasi kepesertaan melalui kanal resmi Cek Bansos. Perubahan status penerima juga perlu diperhatikan karena pembaruan data dapat memengaruhi keberlanjutan bantuan.
Baca Juga: Rimba Nusantara Semarakkan Hari Kemerdekaan di Taman Safari Bogor, Promo Khusus untuk Agus
Salah satu status yang menjadi perhatian adalah SI (Standing Instruction) pada proses penyaluran.
Status tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa proses pembayaran telah masuk pada tahap tertentu, meskipun waktu masuknya saldo ke rekening tetap dapat berbeda antarpenerima.
Perubahan Data Juga Perlu Diperhatikan
Selain persoalan jadwal pencairan, KPM juga perlu memperhatikan kemungkinan adanya perubahan data sosial ekonomi. Pemutakhiran data dapat menyebabkan status kepesertaan atau kelayakan bantuan berubah.
Karena itu, apabila bantuan belum masuk, pengecekan sebaiknya tidak hanya dilakukan melalui saldo KKS. Status kepesertaan dan informasi data penerima juga perlu diperiksa melalui kanal resmi agar KPM dapat mengetahui apakah masalahnya berkaitan dengan proses penyaluran atau perubahan data.
Baca Juga: Update Persib vs Sabah Fc Babak Pertama: Peralta Bawa Maung Bandung Unggul
Secara keseluruhan, hingga 15 Agustus 2026, pencairan PKH dan BPNT tahap 3 masih bergerak secara bertahap melalui rekening KKS.
Sebagian penerima sudah melaporkan saldo masuk dengan nominal yang berbeda-beda, sementara penerima lainnya masih menunggu gelombang penyaluran berikutnya. Pada saat yang sama, distribusi beras 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan juga mulai bergerak di sejumlah wilayah.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube ERABARU BANSOS