RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap 3 tahun 2026 masih berlangsung secara bertahap. Perkembangan terbaru menunjukkan saldo bantuan mulai masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) penerima melalui sejumlah bank penyalur, baik untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Namun, dikutip dari kanal Youtube Info Bansos pada Minggu, 16 Agustus 2026, pencairan belum diterima seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada waktu yang sama karena proses dilakukan secara bertahap berdasarkan termin atau gelombang penyaluran.
Bagi KPM yang sudah menantikan pencairan PKH tahap 3, terdapat sejumlah transaksi yang menunjukkan bantuan mulai masuk dengan nominal berbeda-beda.
Baca Juga: Penampilan Baru El Rumi Bikin Pangling, Suami Syifa Hadju Tuai Komentar Warganet
Besaran yang diterima bergantung pada komponen yang dimiliki dalam keluarga penerima manfaat. Sementara itu, BPNT tahap 3 juga mulai menunjukkan adanya transaksi sebesar Rp600.000 yang merupakan alokasi tiga bulan.
PKH Tahap 3 Termin 1 Mulai Berjalan
Pencairan PKH tahap 3 termin 1 dilaporkan telah berjalan melalui bank penyalur, yakni BRI, BNI, Mandiri, dan BSI. Penyaluran berlangsung secara bertahap sehingga waktu masuknya saldo dapat berbeda antara satu KPM dengan KPM lainnya.
Nominal yang diterima juga tidak sama. Beberapa transaksi berada di kisaran Rp600.000, sementara KPM dengan komponen tertentu dapat menerima bantuan hingga sekitar Rp1.000.000. Besaran tersebut bergantung pada komponen PKH yang tercatat pada masing-masing KPM.
Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Cair Bertahap, Cek Penyebab Daerahmu Belum
Jika saldo KKS belum bertambah meskipun KPM lain sudah menerima, kondisi tersebut tidak secara otomatis menunjukkan kegagalan pencairan. Sistem termin membuat penyaluran dilakukan dalam beberapa gelombang.
Dengan demikian, KPM yang belum masuk pada termin pertama masih dapat menunggu proses pada termin berikutnya selama status kepesertaannya masih memenuhi ketentuan.
BPNT Tahap 3 Mulai Masuk Rp600.000
Perkembangan serupa terlihat pada BPNT tahap 3. Sejumlah transaksi menunjukkan saldo Rp600.000 mulai tersedia pada KKS penerima. Nilai tersebut merupakan alokasi BPNT untuk tiga bulan.
Baca Juga: Bantuan Belum Diterima? Ini Langkah Tepat Cek BLT Dana Desa
Pencairan BPNT belum tentu berlangsung serentak di seluruh wilayah. Masing-masing bank penyalur memiliki tahapan pemrosesan dan pengelolaan transaksi tersendiri sehingga waktu masuk saldo dapat berbeda.
Karena itu, KPM yang menggunakan KKS dari bank tertentu dapat menerima bantuan lebih dahulu dibandingkan KPM dari bank penyalur lainnya.
Perbedaan waktu tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari proses penyaluran bertahap, bukan langsung dianggap sebagai tanda bahwa bantuan dihentikan.
Baca Juga: Bisa Batal Cair, Ini Penyebab Siswa Tak Lagi Dapat Bansos PIP 2026
Mengapa Penerima Tahap 2 Belum Tentu Menerima Tahap 3?
Salah satu hal penting dalam pencairan bansos tahap 3 adalah status penerima dapat berubah setelah dilakukan pemutakhiran dan verifikasi data. KPM yang sebelumnya menerima bantuan pada tahap 2 tidak otomatis akan mendapatkan bantuan pada tahap 3.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kelayakan penerimaan antara lain:
- Terindikasi aktivitas game online terlarang
Pemutakhiran data dapat menemukan NIK atau rekening yang dikaitkan dengan aktivitas game online terlarang. Berdasarkan informasi yang beredar dalam pembaruan penyaluran, terdapat sekitar 1,5 juta KPM yang mengalami penangguhan atau pencoretan akibat indikator tersebut.
2. Mengalami kenaikan desil ekonomi
Perubahan kondisi sosial ekonomi dapat membuat posisi desil KPM berubah. Jika hasil pemutakhiran menunjukkan KPM sudah berada di luar kelompok desil 1 sampai 4 yang menjadi sasaran utama bantuan, status penerimaan dapat berubah.
Baca Juga: Bansos YAPI Cair Lagi, Hanya Golongan Ini yang Berhak Menerima
3. Data kependudukan tidak sesuai
Ketidaksesuaian atau ketidakpadanan data kependudukan juga dapat memengaruhi proses penyaluran. Data penerima perlu sesuai dengan data kependudukan yang digunakan dalam proses verifikasi.
Dengan demikian, belum masuknya saldo KKS pada tahap 3 tidak selalu berkaitan dengan keterlambatan bank. Status kepesertaan dan hasil pemutakhiran data juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Isu BLT Kestra Rp900.000 Perlu Dicermati
Selain perkembangan PKH dan BPNT, beredar pula informasi mengenai bantuan tunai Rp900.000 yang disebut sebagai BLT Kestra. Informasi tersebut perlu dicermati karena istilah dan sumber bantuannya tidak sama dengan bansos reguler Kemensos.
Baca Juga: Drone Thermal Temukan Titik Panas di Kawah Wadon Gunung Gede, Diduga Kawah Masih Aktif
Surat undangan pencairan Rp900.000 yang beredar disebut merupakan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan.
Berdasarkan informasi yang diberikan, bantuan tersebut lebih berkaitan dengan BLT Dana Desa untuk kategori tertentu, termasuk penanganan kemiskinan ekstrem, yang mekanisme penyalurannya berada pada pemerintah desa atau kelurahan.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyamakan surat pencairan BLT Dana Desa dengan program bansos reguler Kemensos. Informasi mengenai jadwal, penerima, dan mekanisme pencairannya perlu dikonfirmasi melalui pihak desa atau kelurahan masing-masing.
Baca Juga: Bansos BPNT Belum Cair? Cek Status Desil dan Validasi Data Anda Sekarang
Bantuan Beras 30 Kg Juga Mulai Disalurkan
Di luar PKH dan BPNT, terdapat pula bantuan pangan berupa Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Penyalurannya dilakukan dengan mekanisme rapel sehingga penerima yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh total 30 kg beras untuk alokasi yang ditetapkan.
Bantuan pangan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat pada periode Agustus 2026. Penyaluran dapat berlangsung melalui mekanisme distribusi yang berbeda dari pencairan saldo PKH dan BPNT pada KKS.
Artinya, KPM perlu membedakan antara bantuan tunai yang masuk ke rekening atau KKS dengan bantuan pangan berupa beras. Keduanya memiliki mekanisme penyaluran dan sumber program yang berbeda.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : Youtube Info Bansos