RADAR BOGOR– Momen libur akhir pekan menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak menyurutkan pergerakan penyaluran bantuan sosial di seluruh pelosok tanah air. Hasil pemantauan transaksi terkini mengonfirmasi adanya penetrasi saldo bansos Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ketiga alokasi Juli hingga September 2026 secara bertahap pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dilansir dari kanal akun YouTube Info Bansos, di bawah ini merupakan rangkuman kabar terbaru terkait bantuan sosial:
Penyaluran PKH tahap ketiga termin pertama terpantau tetap bergulir masif di empat bank penyalur Himbara, yakni Bank BNI, BRI, Mandiri, dan BSI.
Baca Juga: Bukan Telat! Ini Alasan Saldo Bansos PKH BPNT Tahap 3 Masuk di Waktu Berbeda
Laporan bukti struk penarikan KPM mencatatkan saldo masuk mulai dari nominal Rp600.000 untuk komponen lansia dan disabilitas, hingga menembus Rp1.000.000 untuk KPM dengan komponen anak sekolah dan balita.
Untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) senilai Rp600.000, transaksi terpantau di beberapa platform seperti Livin' by Mandiri dan ATM Link BNI, walau penyalurannya masih bertahap tergantung mekanisme internal bank.
Di tengah bergulirnya pencairan, masyarakat diimbau mewaspadai kesimpangsiuran informasi terkait surat undangan klaim uang tunai Rp900.000 yang kerap disebut sebagai BLT Kesra.
Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Cair Bertahap, Cek Penyebab Daerahmu Belum
Faktanya, surat undangan nominal Rp900.000 tersebut merupakan alokasi 3 bulan BLT Dana Desa (Kemiskinan Ekstrem) yang disalurkan pihak kelurahan/desa, dan bukan merupakan program BLT Kesra dari Kementerian Sosial.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan penebalan stimulus pangan bertepatan dengan momen kemerdekaan berupa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 30 kg (rapel alokasi tiga bulan) kepada KPM terdata.
Masyarakat diimbau melakukan pengecekan kelayakan mandiri melalui situs resmi cekbansos.go.id, mengingat adanya pemutakhiran data yang ketat seperti penangguhan NIK terindikasi judi online maupun graduasi akibat peningkatan desil ekonomi.***
Editor : Asep SuhendarSumber : Youtube Info Bansos