RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH tahap 3 periode Juli-September 2026 masih berlangsung secara bertahap hingga 17 Agustus 2026. Penyaluran PKH telah terpantau melalui sejumlah bank penyalur, sementara pencairan BPNT tahap 3 sebesar Rp600.000 belum menunjukkan penyaluran massal ke KKS berdasarkan perkembangan terbaru yang tersedia.
Melansir dari kanal Youtube Diary Bansos pada Senin, 17 Agustus 2026, pencairan PKH tahap 3 disebut telah menjangkau lebih dari 7 juta KPM dari target sekitar 10 juta KPM. Artinya, masih terdapat jutaan KPM yang belum menerima saldo dan proses penyaluran masih berjalan secara bertahap.
PKH Tahap 3 Mulai Masuk ke KKS BNI, Mandiri, dan BRI
Pencairan PKH tahap 3 saat ini telah berlangsung melalui tiga bank utama, yakni BNI, Mandiri, dan BRI. Masuknya saldo tidak terjadi secara serentak kepada seluruh KPM sehingga waktu penerimaan dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Baca Juga: Hijaukan Lahan Hutan : Tim PKM UNB Lakukan Pendampingan Budidaya Kopi Berbasis Agroforestry
KPM yang statusnya sudah memenuhi kriteria penerima tetapi belum melihat saldo masuk tidak secara otomatis berarti gagal menerima PKH. Selama masih dalam proses penyaluran dan tidak masuk kategori exclude, pencairan dapat berlangsung pada hari-hari berikutnya.
Karena proses dilakukan bertahap, KPM disarankan tetap memantau saldo rekening dan status bantuan secara berkala. Perbedaan waktu masuk saldo juga dapat terjadi meskipun status administrasi penerima sudah menunjukkan proses yang sama.
Bagaimana dengan PKH melalui BSI di Aceh?
Penyaluran PKH melalui BSI di wilayah Aceh juga mulai berjalan, tetapi perkembangannya disebut belum sepadat pencairan melalui beberapa bank lainnya. Status pada SIKS-NG untuk sebagian KPM telah menunjukkan SI atau Standing Instruction.
Baca Juga: Cek Saldo Bansos BPNT Per Hari Ini: Sebagian Besar KKS Hasilnya Masih Nihil
“Proses penyaluran di Aceh sudah mulai berjalan namun belum sepadat di bank-bank lain. KPM di wilayah ini diminta untuk bersabar dan memantau status secara berkala karena data di SIKS-NG sudah berstatus SI,” ungkap narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.
Status SI menjadi salah satu indikator bahwa proses pencairan sudah berada pada tahap instruksi penyaluran. Namun, status tersebut tidak selalu berarti saldo langsung terlihat pada saat yang sama. Karena itu, KPM di Aceh tetap perlu memberikan waktu bagi proses masuknya dana ke rekening.
BPNT Tahap 3 Rp600.000 Belum Cair Massal
Berbeda dengan PKH, saldo BPNT tahap 3 sebesar Rp600.000 belum dilaporkan masuk secara massal ke KKS berdasarkan perkembangan terbaru.
Baca Juga: Bansos PKH Cair Hari Ini di 3 Bank Penyalur, Cek Saldo KKS Secara Berkala
Kondisi ini perlu diperhatikan karena sejumlah informasi mengenai saldo Rp600.000 yang beredar dapat menimbulkan anggapan bahwa BPNT sudah dicairkan secara nasional.
Saldo Rp600.000 yang diterima sebagian KPM dapat merupakan pencairan PKH, bukan BPNT. Nominal tersebut bisa muncul dari komponen PKH tertentu, misalnya penerima dengan komponen lansia, penyandang disabilitas, atau kombinasi komponen anak sekolah.
Dengan demikian, KPM perlu melihat jenis bantuan dan periode pencairannya sebelum menyimpulkan bahwa saldo Rp600.000 merupakan BPNT tahap 3.
Baca Juga: Sungai Kalibaru Jadi Arena Lomba, Kampung Warna-Warni Katulampa Bogor Semarakkan HUT ke-81 RI
Status BPNT di SIKS-NG Mayoritas Sudah SI
Meskipun saldo BPNT tahap 3 belum dilaporkan cair secara massal, mayoritas status BPNT disebut sudah berada pada tahap SI. Kondisi ini menunjukkan proses administrasi penyaluran telah bergerak menuju tahap pengisian saldo ke rekening penerima.
Target nasional BPNT sendiri berada di kisaran 18,8 juta KPM, sementara realisasi yang disebutkan saat ini sekitar 12 juta KPM. Dengan masih adanya KPM yang belum menerima bantuan, proses penyaluran diperkirakan masih akan berlangsung secara bertahap.
Oleh sebab itu, KPM BPNT yang belum menerima saldo tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa bantuannya batal. Status SI tetap perlu dipantau hingga saldo benar-benar masuk ke KKS.
Baca Juga: HUT ke-81 RI di Rumpin Bogor Penuh Warna, Ada Apa Saja? Yuk Langsung Cek
Kenapa Ada KPM yang Mengalami “PKH Cair Dobel”?
Fenomena saldo PKH yang terlihat masuk dua kali pada Agustus 2026 juga menjadi perhatian. Kondisi tersebut bukan berarti PKH tahap 3 dicairkan dua kali untuk periode yang sama.
Pencairan ganda yang dialami sebagian KPM berkaitan dengan penerima yang baru memperoleh KKS pada 2026 dan sebelumnya belum menerima pencairan. Dalam kondisi tersebut, terdapat dua alokasi yang masuk pada waktu berbeda.
Rinciannya sebagai berikut:
- Saldo pertama merupakan pencairan susulan PKH tahap 2 yang sebelumnya belum diterima.
- Saldo kedua merupakan pencairan PKH tahap 3 periode Juli-September 2026.
Baca Juga: Momen HUT ke-81 RI 2026, Ini Makna Kemerdekaan bagi Paskibraka Kabupaten Bogor
Pencairan Tetap Bisa Dipantau pada Hari Libur
KPM juga tidak perlu berpatokan bahwa pencairan hanya terjadi pada hari kerja. Pergerakan saldo dapat tetap terpantau pada hari libur atau tanggal merah, sehingga 17 Agustus tidak otomatis menjadi tanda bahwa proses penyaluran berhenti.
Meski demikian, waktu masuk saldo tetap bergantung pada proses masing-masing bank dan rekening penerima. Karena itu, tidak adanya saldo pada pagi atau siang hari tidak dapat dijadikan patokan bahwa bantuan tidak akan masuk pada waktu berikutnya.
Cara Memantau Saldo PKH dan BPNT
KPM dapat melakukan pengecekan secara berkala melalui ATM bank penyalur maupun layanan mobile banking. Mobile banking dapat menjadi pilihan yang lebih praktis karena saldo rekening dapat diperiksa tanpa harus datang langsung ke ATM.
Baca Juga: Temu Alumni Perdana Fahutan UNB Bogor, 1.400 Rimbawan Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas
Pengecekan juga tidak perlu dilakukan setiap saat. KPM dapat memantau secara berkala, misalnya satu kali dalam beberapa hari atau sekitar satu minggu sekali, sambil melihat perubahan status bantuan melalui kanal informasi resmi yang tersedia.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Diary bansos