Update Bansos 18 Agustus: Saldo BPNT Rp600 Ribu Cair Masif di KKS

Ainun Izza Afkarina • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:36 WIB
Ilustrasi pencairan bantuan sosial oleh KPM (YouTube Kemensos RI/Diolah dengan Gemini AI)
Ilustrasi pencairan bantuan sosial oleh KPM (YouTube Kemensos RI/Diolah dengan Gemini AI)

RADAR BOGOR – Pasca kemeriahan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pergerakan penyaluran bantuan sosial terus bergulir masif. Memasuki Selasa, 18 Agustus 2026, arus transaksi dan penarikan saldo bantuan pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menunjukkan peningkatan signifikan dari berbagai bank penyalur Himbara.

Dilansir dari kanal akun YouTube Info Bansos, di bawah ini merupakan rangkuman kabar terbaru terkait bantuan sosial:

Laporan bukti transaksi riil dari para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencatatkan maraknya penarikan saldo senilai Rp600.000.

Baca Juga: Gempa NTT, DPR Desak Kemenkes Turunkan Dokter Keliling dan Perkuat Layanan untuk Pengungsi

Secara teknis, nominal Rp600.000 untuk alokasi triwulan ketiga (Juli–September) tersebut bersumber dari Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) murni alokasi tiga bulan, PKH murni kategori lansia atau disabilitas berat, maupun gabungan komponen PKH anak sekolah.

Fenomena menarik terpantau pada laporan transaksi KKS KPM yang mendapati transferan ganda berjarak beberapa hari. KPM yang sebelumnya telah menarik dana PKH Tahap 3 pada 14 Agustus lalu, kembali mendapati saldo masuk sebesar Rp600.000 pada 18 Agustus.

Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa saldo BPNT Tahap 3 alokasi Juli–September mulai menyusul cair secara bertahap ke rekening penerima yang statusnya sudah Standing Instruction (SI) di aplikasi SIKS-NG.

Baca Juga: Perburuan Kiper Juventus Selesai, Spalletti: Vicario Kiper Top

Para KPM diimbau untuk tetap bersabar dan tidak terburu-buru mengantre di mesin ATM tanpa konfirmasi resmi dari pendamping sosial setempat.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa ketatnya pemutakhiran data terus dilakukan, sehingga KPM dipastikan harus terbebas dari indikasi transaksi game online terlarang, serta tidak tergolong dalam exclude garis kemiskinan agar dana bansos tetap tersalurkan lancar.***

Editor : Asep Suhendar
bantuan sosial bpnt kpm pkh