Awas Struk Sejuta Umat, Ini Fakta di Balik Viralnya Saldo Rp600.000 yang Diklaim BPNT Tahap 3

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:27 WIB
Ilustrasi KPM berkonsultasi kepada petugas terkait struk bansos yang viral (Instagram @pkhpati)
Ilustrasi KPM berkonsultasi kepada petugas terkait struk bansos yang viral (Instagram @pkhpati)

RADAR BOGOR - Kabar pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga ramai beredar di media sosial pekan ini, ditandai dengan banyaknya unggahan struk bernilai Rp600.000 dari kartu KKS Merah Putih. 

Namun, penelusuran terbaru mengungkap fakta mengejutkan, sebagian besar struk yang viral tersebut ternyata bukan berasal dari BPNT, melainkan dari pencairan PKH komponen lansia yang disalahartikan bahkan disalahgunakan oknum tertentu.

Struk Rp600.000 Ternyata Bukan Cuma dari BPNT

Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengaku mendapati saldo Rp600.000 masuk ke kartu KKS Merah Putih miliknya, dan meyakini itu adalah pencairan BPNT tahap 3. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu, seperti dikutip dari kanal YouTube Yogafaradika.

Baca Juga: Update Bansos 18 Agustus: Saldo BPNT Rp600 Ribu Cair Masif di KKS

“Saldo sebesar Rp600.000 yang saat ini cair itu bukan hanya untuk bantuan BPNT saja. Untuk bantuan PKH juga ada nominal pencairan sebesar Rp600.000 juga, yaitu untuk pencairan komponen lansia usia 60 tahun plus,” demikian penjelasan channel Yogafaradika.

Banyak KPM penerima PKH komponen lansia yang keliru mengira saldo tersebut adalah BPNT, semata karena ketidaktahuan soal rincian bantuan yang mereka terima.

Muncul Fenomena Struk Sejuta Umat

Yang lebih memprihatinkan, sejumlah oknum netizen bahkan mengambil struk pencairan PKH komponen lansia milik orang lain, lalu memposting ulang dengan klaim sebagai bukti pencairan BPNT tahap 3.

Baca Juga: Penarikan Saldo Bansos PKH Tahap 3 Termin 1 di Bank BRI, Mandiri, BSI dan BNI

“Maka dari itu saat ini ada istilah yang namanya struk sejuta umat, yaitu struk yang diposting berkali-kali dengan informasi yang berbeda-beda," ungkap saluran Yogafaradika mengungkap modus penyebaran informasi keliru ini.

Akibatnya, struk bernilai sama beredar luas di grup-grup Facebook dan media sosial lain dengan klaim yang berbeda-beda, membuat masyarakat sulit membedakan mana informasi valid dan mana yang menyesatkan.

Himbauan Cek Fakta Sebelum Percaya

Berdasarkan hasil pengecekan mandiri terhadap kartu KKS Merah Putih untuk KPM BPNT murni, saldo BPNT tahap ketiga dipastikan masih belum masuk hingga saat ini, meski status di sistem SIKS-NG sudah SI (Standing Instruction).

Baca Juga: Heboh Struk Kembar KKS, Cek Saldo Bansos BPNT Hari Ini, Satu Kartu Terima Dua Kali Cair

Masyarakat dihimbau tidak mudah percaya pada postingan struk pencairan yang beredar di media sosial sebelum memverifikasi kebenarannya, terutama yang tersebar di grup Facebook.

KPM disarankan mengecek status pencairan langsung melalui aplikasi Cek Bansos dan SIKS-NG resmi, serta berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat, guna memastikan jenis bantuan yang diterima sesuai fakta dan terhindar dari kesalahpahaman akibat struk yang beredar tidak jelas sumbernya.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube Yogafaradika
BPNT tahap 3 struk penarikan bansos saldo 600 ribu bansos