Terima Kartu KKS Baru Tapi Saldo Bansos Belum Ada? Ini Penyebab dan Solusinya

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:12 WIB
Ilustrasi KKS bansos (YouTube Linjamsos Oke/diolah oleh Gemini AI)
Ilustrasi KKS bansos (YouTube Linjamsos Oke/diolah oleh Gemini AI)

RADAR BOGOR - Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang baru menerima kartu KKS atau Kartu Keluarga Sejahtera di akhir tahun 2025 atau sepanjang tahun 2026 namun setelah dicek berkali-kali saldo bansosnya masih kosong, ada penjelasan penting yang perlu dipahami agar tidak kebingungan dan bisa segera mengambil langkah yang tepat.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai KKS bansos yang masih kosong dilansir dari YouTube Ach Haris Efendy.

Penyebab Utama: Masih dalam Status Cek Rekening

Baca Juga: Peringatan Penting untuk KPM PKH Plus BPNT agar Saldo Rp600.000 Tidak Hangus Kembali ke Kas Negara

Berdasarkan penelusuran pada beberapa penerima KKS yang bantuannya belum cair, ditemukan bahwa keterangan yang muncul di sistem Sepakat adalah cek rekening, yang berarti rekening masih dalam proses pengecekan dan belum berhasil diverifikasi oleh bank penyalur.

Ach Haris Efendy, seorang pendamping yang aktif mengedukasi masyarakat soal bansos, menjelaskan hal ini.

"Setelah dicek di sana ternyata Anda benar mengalami hal cek rekening, yang alias artinya rekening Anda itu masih proses pengecekan. Itu biasanya terkendala dengan data kependudukan atau pencatatan sipil," jelasnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, BPNT Tahap 3 Rp600.000 Mulai Cair di Bank Mandiri dan BNI Sejak Kemarin

Cara Mengecek Status Cek Rekening

Untuk memastikan apakah benar mengalami kendala cek rekening, KPM bisa mengecek status tersebut melalui tiga jalur.

Pertama melalui akun milik pendamping sosial PKH di kecamatan setempat. Kedua melalui Dinas Sosial kabupaten atau kota. Ketiga dengan menghubungi layanan WhatsApp informasi Kemensos.

Baca Juga: Dua Bank Sudah Cairkan BPNT Tahap 3 per 19 Agustus 2026, BRI dan BSI Masih Ditunggu

Solusi yang Bisa Ditempuh

Jika terkonfirmasi status memang cek rekening, solusi yang bisa dilakukan adalah pemadanan data atau sinkronisasi data antara sistem Sepakat dengan data Dukcapil.

"Untuk sinkronnya ini nanti bisa Anda konsultasikan ke Dinas Sosial setempat atau bisa Anda konsultasikan ke pendamping sosial. Biasanya pendamping sosial itu bisa melakukan langkah sinkronisasi atau pemadanan data kependudukan," ujar Ach Haris Efendy.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 KKS Bank BNI Mulai Cair 19 Agustus 2026, Ini Daftar Wilayah dan Nominalnya

Untuk melakukan pemadanan data, KPM perlu membawa KTP dan Kartu Keluarga asli saat datang ke pendamping sosial atau Dinas Sosial.

Harapannya setelah sinkronisasi berhasil, data di sistem Sepakat dan data di bank bisa cocok sehingga proses cek rekening bisa berhasil dan bantuan bisa disalurkan ke kartu KKS.

Namun Ach Haris Efendy mengingatkan agar tidak terlalu berharap berlebihan. "Tentunya tidak serta-merta ini bisa menjamin sepenuhnya, tapi ini adalah langkah yang bisa ditempuh sementara ini," tegasnya.

Baca Juga: BPNT Tahap 3 Mulai Cair di KKS Bank BNI dan Mandiri pada 19 Agustus 2026, Ini Bukti dan Daerahnya

Pelajaran Penting dari Kasus Ini

Kasus kartu KKS diterima namun saldo tidak kunjung masuk ini menjadi pengingat bahwa bansos memiliki dua syarat yang harus dipenuhi sekaligus, yaitu memenuhi syarat kepesertaan seperti desil 1 hingga 4, dan memenuhi syarat administrasi yang bersih tanpa kendala. Jika salah satu tidak terpenuhi, bantuan tidak akan bisa cair meskipun desil masih rendah.

"Bansos itu bisa cair jika memenuhi syarat dan juga jika terpenuhi administrasinya. Bansos ini sifatnya bantuan, berbeda dengan gaji yang bisa cair setiap bulan jika kita melakukan kewajiban yakni bekerja. Namanya pemberian, bisa saja pemberiannya itu lancar cair, bisa saja ada kendala," jelasnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Ach Haris Efendy
kpm bansos kks