Bukan Cuma Gaji, Ini Faktor Penentu Angka Desil Bansos PKH BPNT

Khairunnisa RB • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:44 WIB
Ilustrasi pendamping sosial lakukan ground check untuk menentukan desil masyarakat (Foto: YouTube Kemensos RI)
Ilustrasi pendamping sosial lakukan ground check untuk menentukan desil masyarakat (Foto: YouTube Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Istilah desil semakin sering muncul ketika masyarakat membicarakan bansos Program Keluarga Harapan atau PKH dan Program Sembako yang selama ini dikenal luas sebagai BPNT. 

Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bingung mengenai arti angka desil dan hubungannya dengan bantuan sosial.

Apakah desil 1 pasti mendapatkan bantuan? Apakah desil 4 otomatis menerima PKH? Bagaimana dengan desil 5? Dan apakah keluarga yang berada di desil lebih tinggi tidak mungkin mendapatkan program pemerintah?

Baca Juga: Mengenal Sosok Nancy, Perempuan di Balik Aroma Kopi Bah Sipit, Kopi Legendaris dari Bogor

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab dengan hati-hati karena desil bukanlah sekadar label penerima bantuan.

Desil merupakan pengelompokan kesejahteraan

Dalam sistem DTSEN, tingkat kesejahteraan masyarakat dikelompokkan dalam desil. 

Secara sederhana, desil membagi populasi berdasarkan tingkat kesejahteraannya.

Baca Juga: Desil Bansos Berubah? Ini Kelompok KPM yang Perlu Cek Data DTSEN Sekarang

Semakin rendah angka desil, semakin rendah pula posisi kelompok kesejahteraan tersebut. 

Sebaliknya, angka desil yang semakin tinggi menunjukkan posisi kesejahteraan yang relatif lebih tinggi.

BPS menjelaskan bahwa pengelompokan tersebut menggunakan berbagai variabel sosial dan ekonomi. 

Faktor yang diperhatikan antara lain kondisi kependudukan, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, sanitasi, air minum, kesehatan, disabilitas, aset, serta kepemilikan usaha.

Baca Juga: Mahasiswa KKM UIB Bawa 2 Inovasi Pertanian ke Desa Cibunian Bogor

Karena banyak indikator yang digunakan, masyarakat tidak tepat jika menentukan sendiri desil hanya dengan melihat satu kondisi, misalnya besarnya pendapatan.

Lalu, desil mana yang berkaitan dengan bansos?

Inilah bagian yang paling banyak ditanyakan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada situs resmi Cek Bansos Kemensos, desil 1–4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Sembako. 

Baca Juga: Inggris Tampil Dominan di Test Kriket Pertama Lawan Pakistan, Joe Root Langsung Bersinar

Sedangkan desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.

Dengan demikian, desil 1 sampai 4 merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika masyarakat membicarakan sasaran PKH dan Sembako.

Namun sekali lagi, istilah yang digunakan pemerintah adalah "dapat diusulkan". 

Baca Juga: Tak Lagi Menunggu, Rp600 Ribu Bansos BPNT Tahap 3 Mulai Terpantau di KKS BRI

Artinya, posisi desil bukan jaminan mutlak bahwa bantuan tertentu akan langsung diterima.

Ada proses penetapan dan persyaratan program yang tetap harus diperhatikan.

Mengapa ada keluarga yang merasa layak tetapi tidak mendapatkan bantuan?

Salah satu persoalan dalam penyaluran bantuan adalah kemungkinan data tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi terbaru keluarga.

Baca Juga: Struk Penarikan Rp600 Ribu Muncul, Ini Daftar Daerah yang Cairkan Bansos BPNT Hari Ini

Misalnya, sebuah keluarga mengalami perubahan pekerjaan, jumlah anggota keluarga, kondisi tempat tinggal atau keadaan ekonomi. 

Jika perubahan tersebut belum tercermin dalam data, maka pemeringkatan kesejahteraan dapat belum sesuai dengan kondisi aktual.

Itulah sebabnya DTSEN terus dimutakhirkan.

BPS menjelaskan bahwa pemutakhiran DTSEN diperlukan untuk menghasilkan basis data yang lebih akurat dan mendukung penyaluran program pemerintah agar semakin tepat sasaran. 

Baca Juga: Maulid Akbar Kabupaten Bogor Digelar Sabtu, Hadirkan Habib Mahdi Assegaf dan Ustadz Semar Mesem

DTSEN sendiri merupakan integrasi berbagai sumber data sosial ekonomi nasional.

Masyarakat bisa mengajukan perubahan data

Jika masyarakat menemukan data yang tidak sesuai, tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa bantuan dihentikan atau data dinyatakan tidak valid.

Situs resmi Cek Bansos menyebutkan bahwa desil bersifat dinamis. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Cukur, Cutless Studio Bogor Tawarkan Konsultasi Gaya hingga Kopi Gratis

Jika tidak sesuai, masyarakat dapat mengusulkan pembaruan melalui desa atau kelurahan, dinas sosial, ataupun aplikasi Cek Bansos. 

Data tersebut selanjutnya akan dihitung ulang secara berkala oleh BPS.

Proses ini menunjukkan bahwa pemutakhiran data merupakan bagian penting dalam sistem perlindungan sosial.

BPS juga menjelaskan bahwa usulan perubahan data dapat melalui kanal yang tersedia dan selanjutnya melewati proses verifikasi sebelum dilakukan pemeringkatan ulang.

Baca Juga: Bukan Cuma Satu Bank! Bansos BPNT Rp600 Ribu Mulai Masuk ke Banyak KKS

Jadi, jangan hanya fokus pada nominal bantuan.

Ketika membicarakan bansos, masyarakat biasanya lebih fokus pada nominal yang akan diterima atau kapan saldo masuk ke rekening/KKS.

Padahal, sebelum sampai pada tahap pencairan, terdapat proses pendataan dan penetapan sasaran yang sangat penting.

Desil merupakan salah satu bagian dari proses tersebut.

Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Cair di Bogor, Warga: Alhamdulillah Barusan Dapat Tiga Karung

Oleh karena itu, jika ingin mengetahui kemungkinan posisi dalam sasaran bansos, masyarakat sebaiknya mulai memahami data DTSEN dan memastikan informasi keluarga telah sesuai.

Pesan penting bagi masyarakat

Jangan mudah percaya pada informasi yang menyatakan bahwa "desil tertentu pasti cair" tanpa melihat sumber resminya.

Baca Juga: Sempat Bantah Ada OTT, Ini Penjelasan KPK Soal Kasus Dugaan Korupsi di Bappenda Kabupaten Bogor

Kondisi penerima bansos dapat berbeda antarprogram dan dapat berubah setelah pemutakhiran data. Bahkan, desil sendiri bersifat dinamis.

Untuk memastikan informasi, masyarakat  dapat memanfaatkan kanal resmi pemerintah dan melakukan pengecekan secara berkala.

Editor : Khairunnisa RB
Sumber : cekbansos.kemensos.go.id
desil bansos bansos 2026 Bansos PKH BPNT 2026