Waspada Penipuan Ubah Desil Bansos, Simak Aturannya di Sini

Khairunnisa RB • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:14 WIB
Ilustrasi sanggah desil bansos di kantor desa atau kelurahan. (Youtube Kemensos RI)
Ilustrasi sanggah desil bansos di kantor desa atau kelurahan. (Youtube Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Masyarakat yang sedang menantikan bantuan sosial perlu mengetahui satu hal penting yakni posisi desil bukan sesuatu yang harus dianggap permanen.

Dalam perkembangan sistem data sosial ekonomi pemerintah, desil menjadi bagian penting dari DTSEN. 

Data ini digunakan untuk membantu pemerintah memetakan kondisi kesejahteraan masyarakat dan menentukan sasaran berbagai program.

Baca Juga: Tiga Bank Serentak Cairkan Bansos BPNT Tahap 3 Hari Ini, BRI, BNI, dan BSI Kompak Salurkan Dana

Karena kondisi kehidupan masyarakat dapat berubah, data tersebut juga perlu diperbarui secara berkala.

DTSEN menjadi dasar pemetaan kesejahteraan

Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa DTSEN merupakan basis data yang mengintegrasikan sejumlah sumber data sosial ekonomi. 

Integrasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas data yang digunakan dalam kebijakan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial.

Baca Juga: Saldo Bansos Meledak! KPM dengan Kriteria Ini Terima BPNT Rp3,6 Juta hingga Rp4,19 Juta

Dalam pemutakhiran DTSEN, BPS menggunakan berbagai indikator untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

BPS Kabupaten Pati menjelaskan bahwa indikator tersebut antara lain mencakup identitas kependudukan, pendidikan, pekerjaan, kualitas tempat tinggal, sanitasi, akses air minum, kesehatan dan disabilitas, kepemilikan aset serta usaha.

Artinya, posisi desil merupakan hasil pengolahan data sosial ekonomi, bukan angka yang dipilih sendiri oleh masyarakat.

Baca Juga: Bukan Cuma BPNT Rp600 Ribu, Bansos Ini Juga Cair di Berbagai Daerah

Kenapa posisi desil dapat berubah?

Perubahan kondisi rumah tangga dapat menyebabkan perubahan pada data sosial ekonomi.

Misalnya terjadi perubahan pekerjaan, kepemilikan aset, kondisi rumah, jumlah anggota keluarga, ataupun faktor lain yang menjadi bagian dari indikator kesejahteraan.

Karena itu, pemerintah menempatkan DTSEN sebagai data yang dinamis.

Baca Juga: Parung Bogor Jadi Surganya Pecinta Ikan Hias hingga Tembus Pasar Mancanegara

BPS pada 2026 juga masih melakukan kegiatan pemutakhiran dan validasi DTSEN di berbagai daerah. 

Dalam salah satu kegiatan di Kalimantan Selatan, BPS menyampaikan bahwa usulan perubahan data dapat dilakukan melalui kanal yang disediakan dan kemudian diverifikasi sebelum dilakukan pemeringkatan ulang secara berkala.

Desil 1–4 dan kaitannya dengan PKH serta Sembako

Bagi keluarga yang sedang menunggu bansos, informasi ini tentu menjadi perhatian.

Baca Juga: Bukan Cuma Gaji, Ini Faktor Penentu Angka Desil Bansos PKH BPNT

Situs resmi Cek Bansos Kemensos menyatakan bahwa desil 1–4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Sembako. 

Sementara itu, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.

Namun masyarakat perlu memahami perbedaan antara "masuk kelompok yang dapat diusulkan" dan "telah ditetapkan sebagai penerima".

Keduanya bukan hal yang sama.

Baca Juga: Mengenal Sosok Nancy, Perempuan di Balik Aroma Kopi Bah Sipit, Kopi Legendaris dari Bogor

Jadi, jika seseorang mengetahui dirinya berada di desil 1–4, hal tersebut tidak boleh langsung diartikan bahwa seluruh jenis bansos pasti akan cair. 

Program bantuan memiliki sasaran dan ketentuan masing-masing.

Bagaimana jika data tidak sesuai?

Jika kondisi keluarga tidak sesuai dengan data yang tercatat, masyarakat dapat mengajukan pembaruan.

Baca Juga: Satu Kelas Cosplay 1 Provinsi, Cara Unik SMAN 10 Kota Bogor Rayakan HUT ke-81 RI

Menurut situs resmi Cek Bansos, pembaruan dapat dilakukan melalui desa/kelurahan dan dinas sosial atau melalui aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan data sesuai kondisi nyata. 

Setelah itu, desil akan dihitung kembali secara berkala oleh BPS.

Mekanisme tersebut penting karena data yang akurat menjadi dasar agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.

Baca Juga: Mahasiswa KKM UIB Bawa 2 Inovasi Pertanian ke Desa Cibunian Bogor

Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa untuk "menaikkan desil" atau menjanjikan bansos cair dengan meminta sejumlah uang. 

Pemutakhiran data harus dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah.

Jangan terpancing informasi yang belum jelas

Saat pencairan bansos menjadi perhatian publik, informasi mengenai desil sering menyebar di media sosial.

Baca Juga: Desil Bansos Berubah? Ini Kelompok KPM yang Perlu Cek Data DTSEN Sekarang

Sebagian informasi mungkin benar, tetapi sebagian lainnya dapat menyederhanakan aturan dengan mengatakan bahwa desil tertentu "pasti dapat bantuan".

Padahal, informasi resmi Kemensos menggunakan istilah "dapat diusulkan" untuk desil 1–4 pada PKH dan Sembako.

Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya membedakan antara informasi resmi, pengalaman penerima di suatu daerah, dan klaim yang belum memiliki dasar.***

Editor : Khairunnisa RB
Sumber : cekbansos.kemensos.go.id
desil bansos ubah desil bansos bansos 2026