Identitas Disalahgunakan Bikin Bansos Tidak Cair, Ini Solusi dari Pendamping Sosial

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:34 WIB
Kunjungan pendamping sosial PKH ke rumah KPM bansos (YouTube Kemensos RI)
Kunjungan pendamping sosial PKH ke rumah KPM bansos (YouTube Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Bantuan sosial atau bansos yang tiba-tiba tidak cair pada tahap tertentu sering kali membuat penerima manfaat bingung dan khawatir.

Salah satu penyebab yang belakangan cukup banyak ditemukan di lapangan adalah penyalahgunaan identitas untuk mendaftar akun dompet digital atau e-wallet, yang kemudian digunakan untuk transaksi game online terlarang tanpa sepengetahuan pemilik identitas yang sah.

Kasus semacam ini terungkap saat pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Achmad Haris Efendy, bersama pihak kelurahan setempat melakukan kunjungan langsung untuk melakukan cross check terhadap laporan dugaan keterlibatan game online terlarang pada data salah satu keluarga penerima manfaat atau KPM.

Baca Juga: Bansos Tidak Cair Karena Terindikasi Game Online Terlarang, Begini Hasil Investigasi Lapangan

Setelah dilakukan pengecekan mendalam, ditemukan fakta yang cukup mengejutkan.

"Tadi saya sudah melakukan kunjungan bersama dengan pemerintah kelurahan setempat dan didapati di sana kesimpulannya, Bapak Ibu, yang bersangkutan itu ditemukan identitasnya digunakan oleh orang lain untuk mendaftar akun e-wallet dan akun e-wallet itu digunakan untuk top up game online terlarang," ungkap Achmad Haris Efendy dalam YouTube Ach Haris Efendy.

Temuan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi, termasuk KTP dan informasi identitas lainnya, agar tidak disalahgunakan pihak lain untuk kepentingan yang merugikan, termasuk aktivitas game online yang berdampak langsung pada pemblokiran bantuan sosial.

Baca Juga: KPM Bansos BPNT Kaget Saldo Cair di KKS Capai Jutaan Rupiah, Ini Penjelasannya

Terkait solusi yang bisa ditempuh, Achmad Haris Efendy menjelaskan bahwa pihak keluarga yang terindikasi perlu segera melakukan penutupan akun e-wallet yang bermasalah.

Setelah proses penutupan selesai, bukti penutupan tersebut wajib dilaporkan kepada pendamping sosial maupun pihak kelurahan.

"Lalu hasil penutupannya nanti dilaporkan baik ke kelurahan ataupun ke pendamping, untuk nanti yang bersangkutan tanda tangan bermaterai dan nanti file-nya akan diunggah di aplikasi Cek Bansos untuk pelaporan," jelasnya.

Baca Juga: KKS Masih Kosong? Ini Status SIKS-NG Sebelum Bansos BPNT Tahap 3 Cair

Ia berharap, setelah proses pelaporan dan penyanggahan tersebut selesai dilakukan, bantuan sosial keluarga yang bersangkutan dapat kembali cair pada tahap pencairan berikutnya.

Achmad Haris Efendy juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu berkonsultasi apabila mengalami kendala serupa.

"Apabila Anda mengalami hal di mana bantuan tahap 3 tidak cair, segera melakukan konsultasi bisa ke desa atau kelurahan ataupun ke pendamping untuk melakukan cek penyebabnya apa. Jika penyebabnya game online terlarang, nanti itu segera dilakukan solusi seperti penutupan rekening ataupun melakukan berita acara penyanggahan," pungkasnya.

Baca Juga: KKS Lama Ikut Dapat! Bansos BPNT Rp600 Ribu Mulai Cair Lewat Bank Ini

Selain persoalan game online terlarang, Achmad Haris Efendy juga mengingatkan bahwa penyebab bansos tidak cair bisa bermacam-macam, mulai dari tagihan listrik yang tergolong besar, kenaikan desil kesejahteraan, hingga kepemilikan aset seperti kendaraan pribadi.

Karena itu, penerima manfaat yang mengalami kendala pencairan disarankan segera melapor agar penyebabnya dapat dipastikan dan solusi yang tepat bisa segera diberikan.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Ach Haris Efendy
penyalahgunaan identitas bantuan sosial pendamping sosial bansos pkh