Sinyal Pencairan Susulan BPNT Mulai Muncul, Bantuan Beras 30 Kg Juga Disalurkan Masif

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:17 WIB
Beras untuk program bantuan pangan (YouTube TV BULOG)
Beras untuk program bantuan pangan (YouTube TV BULOG)

RADAR BOGOR - Bagi keluarga penerima manfaat atau KPM yang hingga saat ini kartu Keluarga Sejahtera atau KKS-nya masih belum terisi saldo bantuan pangan non tunai atau BPNT tahap ketiga, ada kabar baik yang patut diketahui.

Berdasarkan pantauan terkini pada sistem cek bansos pusat, sinyal positif mengenai pencairan susulan sudah mulai terlihat jelas.

Pada menu view DTKS, status bagi sebagian KPM yang belum menerima pencairan kini telah berubah menjadi SP2D atau Surat Perintah Membayar.

Baca Juga: BPNT Rp600.000 Cair Masif di 512 Kabupaten Kota, Bank BNI dan BRI Tancap Gas

Sementara itu, pada menu monitoring salur bantuan sosial, status tersebut tercatat masih satu langkah lagi menuju SI atau standing instruction.

Perubahan status ini menandakan bahwa proses administrasi perpindahan anggaran dari Kementerian Sosial menuju bank penyalur sedang berjalan secara ketat dan bertahap.

Apabila proses di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara atau KPPN terus berlanjut hingga status berubah menjadi SI, maka dalam waktu dekat pencairan susulan akan segera dijadwalkan untuk memenuhi kuota sisa KPM yang diperkirakan berjumlah sekitar 20 hingga 30 persen dari total penerima yang belum tersalurkan pada tahap ketiga ini.

Baca Juga: Identitas Disalahgunakan Bikin Bansos Tidak Cair, Ini Solusi dari Pendamping Sosial

Bagi KPM yang masih menunggu pencairan, kunci utamanya adalah tetap bersabar sembari memastikan data kepesertaan tetap bersih dari catatan yang menyebabkan status exclude.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain tidak terindikasi transaksi game online terlarang, bukan merupakan anggota keluarga dari Aparatur Sipil Negara, TNI, maupun Polri, serta data pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN masih berada pada rentang desil 1 hingga desil 4.

Selain kabar mengenai pencairan tunai melalui KKS, penyaluran bantuan sosial non tunai berupa bantuan pangan beras dengan alokasi 30 kilogram untuk periode tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026, juga terpantau mulai disalurkan secara masif ke berbagai titik distribusi seperti kantor desa maupun kantor kelurahan di berbagai daerah.

Baca Juga: Bansos Tidak Cair Karena Terindikasi Game Online Terlarang, Begini Hasil Investigasi Lapangan

Meski pergerakan distribusi bantuan beras ini terkesan sedikit lebih lambat dibandingkan proses transfer dana secara elektronik melalui KKS, hal tersebut wajar terjadi mengingat proses pengangkutan atau dropping fisik komoditas beras dari gudang Bulog menuju desa-desa, termasuk wilayah pelosok, membutuhkan waktu, armada logistik yang memadai, serta proses verifikasi fisik surat undangan berbarcode yang cukup ketat.

Bagi KPM atau penerima manfaat yang sudah menerima surat undangan resmi dari PT Pos Indonesia maupun pihak kelurahan setempat, diimbau untuk datang mengambil bantuan sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan membawa dokumen persyaratan lengkap, seperti Kartu Tanda Penduduk elektronik dan Kartu Keluarga asli.

Proses penyaluran bantuan sosial, baik BPNT tahap ketiga maupun bantuan pangan beras 30 kilogram, tetap dilaksanakan secara bertahap dan bergelombang hingga menjangkau seluruh KPM yang terdaftar di seluruh wilayah Indonesia.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : Youtube Info Bansos
cek bansos bpnt tahap ketiga kpm bantuan pangan