RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 3 periode Juli-September 2026 kembali dilaporkan masuk ke KKS sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pada 21 Agustus 2026, penyaluran tercatat berlangsung melalui BRI, BNI, serta BSI untuk wilayah Aceh, dengan proses yang masih dilakukan secara bertahap.
Melansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Minggu, 23 Agustus 2026, untuk BPNT tahap 3, nominal yang diterima KPM adalah Rp600.000 atau akumulasi bantuan selama tiga bulan. Sementara itu, nominal PKH berbeda-beda karena mengikuti komponen penerima yang tercatat dalam data bantuan.
Laporan pencairan menunjukkan bahwa saldo tidak masuk secara serentak kepada seluruh pemegang KKS, sehingga sebagian KPM masih perlu menunggu meskipun berada dalam bank penyalur yang sama.
Baca Juga: Sekda Kabupaten Bogor Akui Ada Sandungan yang Berujung ke KPK, Minta ASN Tetap Fokus
BPNT Tahap 3 Mulai Masuk ke KKS BRI
Pemegang KKS Bank BRI menjadi salah satu kelompok yang melaporkan cukup banyak pencairan BPNT tahap 3. Saldo sebesar Rp600.000 disebut mulai masuk sejak malam hingga dini hari dan berlanjut pada 21 Agustus 2026.
Beberapa laporan pencairan dari pemegang KKS BRI antara lain:
- Nusa Tenggara Timur dan Kepulauan Flores: pencairan dilaporkan masuk untuk pemegang KKS lama.
- Purworejo, Jawa Tengah: terdapat laporan pencairan untuk KKS terbitan 2020.
- Kabupaten Lombok: pencairan dilaporkan masuk untuk KKS terbitan 2017.
- KKS terbitan 2024: sejumlah KPM di wilayah lain juga melaporkan saldo BPNT sebesar Rp600.000 telah masuk.
Laporan berdasarkan tahun penerbitan KKS tersebut menunjukkan bahwa pencairan tidak hanya terjadi pada satu kelompok kartu.
Baca Juga: Villa Priangan Puncak 2 Sukamakmur, Menginap Sejuk di Tengah Perkebunan Pinus
KKS lama maupun kartu yang diterbitkan pada beberapa tahun terakhir sama-sama dilaporkan menerima pencairan, selama data penerima dan proses penyalurannya telah memenuhi ketentuan.
KKS BNI Mulai Menyusul dalam Pencairan BPNT
Selain BRI, pencairan BPNT tahap 3 melalui Bank BNI juga mulai dilaporkan masuk pada 21 Agustus 2026. Sebelumnya, pencairan melalui BNI menjadi salah satu hal yang banyak ditunggu KPM karena prosesnya belum merata.
Sejumlah laporan yang muncul berasal dari beberapa wilayah, di antaranya Jakarta Timur, Jakarta Barat, Lumajang, Bandung Barat, hingga Sumatera Utara. Nominal yang dilaporkan untuk BPNT murni tetap Rp600.000.
Baca Juga: Konservasi Biodiversitas Indonesia Diperkuat, IdSSG Gelar Pertemuan di Unpak Bogor
Di Jakarta Timur, saldo disebut telah masuk sekitar pukul 09.28 WIB. Sementara di Jakarta Barat, pencairan juga dilaporkan berlangsung pada 21 Agustus.
Untuk Lumajang, Jawa Timur, terdapat laporan saldo Rp600.000 masuk sekitar pukul 11.30 WIB pada KKS terbitan 2024. Di Bandung Barat, Jawa Barat, pencairan dilaporkan terjadi pada KPM BPNT murni dengan KKS terbitan 2021.
Laporan dari Sumatera Utara juga menunjukkan pencairan sebesar Rp600.000 untuk KKS terbitan 2021. Selain itu, sejumlah pemegang KKS terbitan 2020 turut melaporkan saldo bantuan telah masuk.
Baca Juga: Di Tengah Sorotan Upah Pungut, Pemkab Bogor Kejar Target Pajak untuk APBD Perubahan
Pencairan PKH dan BPNT di Aceh Melalui BSI
Untuk wilayah Aceh, penyaluran bansos dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). Pada tahap 3 ini, pencairan dilaporkan mulai masuk pada 21 Agustus 2026, termasuk BPNT dan PKH.
Pada BPNT murni, sejumlah pemegang KKS melaporkan menerima Rp600.000. Pencairan disebut terjadi pada berbagai tahun penerbitan KKS, mulai dari 2018, 2020, 2022 hingga 2025.
“Sejumlah KPM melaporkan penerimaan saldo Rp600.000 untuk berbagai tahun terbitan KKS, mulai dari KKS 2018, KKS 2020, KKS 2022,” jelas narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Baca Juga: Wisata Nako Pasir dan Angin Bogor, Destinasi Baru dengan Vibes Pantai di Tengah Pegunungan
Salah satu laporan menyebut KKS terbitan 2022 menerima pencairan sekitar pukul 09.17 WIB. Dengan demikian, laporan pencairan di Aceh juga menunjukkan bahwa proses tidak terbatas pada satu tahun penerbitan kartu.
Sementara untuk PKH, nominal yang diterima berbeda karena bergantung pada komponen yang dimiliki KPM. Beberapa nominal yang dilaporkan antara lain:
- Rp1.500.000 untuk KPM dengan komponen dua anak balita.
- Rp1.750.000 untuk salah satu KPM di Aceh Singkil.
- Rp1.350.000 untuk sejumlah KPM di wilayah Aceh lainnya.
Perbedaan nominal tersebut tidak berarti seluruh KPM PKH akan memperoleh jumlah yang sama. Besaran bantuan mengikuti komponen dan kondisi kepesertaan yang tercatat dalam sistem penyaluran.
Baca Juga: Lapas Kelas IIA Cibinong Rotasi Pejabat, Dua Pejabat Baru Siap Perkuat Pelayanan dan Pembinaan
Mengapa Saldo KKS Belum Masuk?
Meskipun pencairan telah dilaporkan terjadi di BRI, BNI, dan BSI, belum semua KPM menerima saldo pada waktu yang sama.
Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap sehingga terdapat kemungkinan jeda antara perubahan data, proses administrasi, hingga masuknya dana ke rekening KKS.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah status data bantuan pada sistem. Jika data penerima sudah mengalami perubahan ke periode salur yang sesuai, tetapi saldo belum terlihat di KKS, kondisi tersebut belum otomatis berarti bantuan gagal disalurkan.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Cair Duluan di Semua KKS, BPNT Menyusul di 2 Bank Himbara Ini
KPM yang belum menerima saldo dapat melakukan pengecekan secara berkala melalui ATM atau agen bank. Namun, pengecekan sebaiknya dilakukan secara wajar dan tidak perlu berulang kali dalam waktu singkat.
Dengan pencairan yang masih berjalan, KPM yang datanya telah valid perlu menunggu proses berikutnya. Terlebih, laporan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pencairan dapat berbeda berdasarkan bank penyalur, wilayah, tahun penerbitan KKS, serta tahapan proses administrasi.
BPNT Rp600 Ribu dan PKH Tahap 3 Masih Bertahap
Perkembangan pada 21 Agustus 2026 menunjukkan bahwa pencairan bansos tahap 3 sudah semakin meluas. BRI dan BNI melaporkan masuknya BPNT Rp600.000 di berbagai daerah, sementara BSI juga mulai menyalurkan BPNT dan PKH untuk KPM di Aceh.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tak Masuk Bersamaan, Kapan KKS yang Masih Kosong Menyusul?
Meski demikian, belum masuknya saldo ke sebagian KKS tidak dapat langsung disimpulkan sebagai kegagalan pencairan. Perbedaan waktu masuk saldo masih dapat terjadi karena penyaluran berlangsung bertahap.
KPM yang belum menerima bantuan dapat memantau perubahan status data dan melakukan pengecekan kembali pada hari berikutnya. Jika proses penyaluran untuk wilayah atau kelompok KKS yang bersangkutan belum selesai, saldo dapat masuk setelah tahap berikutnya diproses.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : Youtube Cek Bansos