RADAR BOGOR - Media sosial dihebohkan unggahan seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang membagikan bukti transaksi di agen BRI Link dengan nominal transfer sukses sebesar Rp4.190.000.
Mengutip dari kanal YouTube Info Bansos, kejadian pada pekan ini memicu kehebohan lantaran nilainya jauh dari nominal BPNT biasa yang hanya Rp600.000, dan membuat banyak KPM penasaran dari mana asal dana sebesar itu.
Bukan Error Sistem, Ini Penjelasan Logisnya
KPM yang mengunggah bukti transaksi tersebut sempat kaget dan bertanya-tanya tentang saldo yang berbeda dari biasanya.
Baca Juga: Bikin Kaget, Bansos Tiba-tiba Gagal Cair Akibat Game Online Terlarang, Ini 2 Cara Ajukan Sanggah
“Biasanya hanya dapat BPNT Rp600.000, tapi kali ini saldo malah Rp4.190.000. Ini saldo dari mana?” tulisnya.
Fenomena ini bukan kesalahan sistem. Kondisi tersebut lazim terjadi pada skema penyaluran multitahap bagi KPM pemegang kartu KKS baru atau KPM yang baru saja tervalidasi sistem Kemensos.
Rahasia di Balik Angka Rp4,19 Juta
Penjelasannya cukup sederhana, seorang KPM yang awalnya hanya terdaftar sebagai penerima BPNT murni, kemudian tervalidasi masuk ke komponen PKH, misalnya memiliki dua anak balita atau anggota keluarga lansia/disabilitas.
Baca Juga: Bansos Susulan Cair Lagi, PIP hingga Atensi Yatim Piatu Ikut Disalurkan
Jika sistem mencairkan akumulasi dana PKH tahap 2 dan tahap 3 Rp3.000.000 ditambah BPNT tahap 2 dan tahap 3 Rp1.200.000, maka total dana yang masuk serentak berada di kisaran Rp4,2 juta.
“Jadi ini adalah akumulasi bantuan yang sempat tertunda atau rapelan beberapa tahap sekaligus, ditambah dengan status validasi baru dari BPNT murni menjadi PKH plus BPNT,” jelas narator Info Bansos.
Bukan Berarti Tahap 3 Cair Dua Kali
Bagi KPM yang mendapati bantuannya cair dua kali sepanjang Agustus 2026, perlu diluruskan bahwa itu bukan berarti tahap tiga dicairkan berulang.
Baca Juga: Kemensos Tangguhkan 1,5 Juta KPM Bansos Tahap 3 2026, Ini Cara Klarifikasi
Kondisi tersebut merupakan pencairan gabungan antara susulan tahap dua yang baru cair bersamaan dengan alokasi tahap tiga yang sedang berjalan.
Fenomena saldo rapelan fantastis ini menjadi pengingat bahwa nominal bansos yang diterima setiap KPM bisa berbeda-beda tergantung komponen dan status validasi masing-masing.
KPM disarankan untuk tetap tenang dan melakukan pengecekan melalui kanal resmi sebelum menyimpulkan adanya kesalahan sistem.***
Editor : Asep SuhendarSumber : Youtube Info Bansos